Ada Apa Dengan Shalat Malam?

Ada Apa Dengan Shalat Malam?

Ada Apa Dengan Shalat Malam?

Di antara ibadah yang telah hampir terlupakan dari sebagian kaum muslimin pada saat ini, bahkan sedikit yang mengetahui disyariatkannya ibadah tersebut yaitu melakukan qiyamul lail (shalat malam). Padahal Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berkata  bahwa diantara ciri-ciri kebiasaan orang-orang shalih yaitu melakukan shalat malam. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

عليكم بقيام الليل فإنه دأب الصالحين قبلكم و قربة إلى الله تعالى ومنهاة عن الاثم و تكفير للسيئات ومطاردة للداء عن الجسد

“Hendaknya kalian melakukan shalat malam, karena itu adalah kebiasaan orang-orang shalih sebelum kalian, mendakatkan diri kepada Allah Ta’ala, mencegah dari perbuatan dosa, menghapus keburukan, dan mencegah penyakit dari badan.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Hakim dalam Shahihul Jami’).

Di malam yang dingin, di mana manusia berada pada puncak kenikmatan lelapnya tidur dan larut dalam mimpi. Namun seorang muslim diharuskan berusaha untuk bangkit dan meninggalkan itu semua demi menghadap Sang Pencipta untuk bermunajat kepadaNya, mengeluhkan segala keluh kesah, memohon apa yang dia butuhkan, dan berusaha tunduk serta menghinakan diri di hadapanNya.

Tidak mudah bagi setiap orang untuk bisa melakukan hal di atas. Untuk melakukannya membutuh perjuangan yang besar dalam peperangan melawan hawa nafsu. Hanya orang-orang yang diberikan taufik oleh Allah Ta’ala yang bisa melakukankannya.

Sungguh Allah maha pengasih lagi maha penyayang. Allah tidak pernah menyia-nyiakan usaha hambaNya. Oleh karenanya, Allah janjikan keutamaan yang sangat besar bagi hambaNya yang melakukan shalat malam. Dan ini sejalan dengan sebuah kaidah yang agung yaitu:

الْجَزَاءُ مِنْ جِنْسِ الْعَمَلِ

“Balasan seusai dengan jenis perbuatan.”

Keutamaan Shalat Malam

Terlalu banyak dalil-dalil yang menunjukan akan keutamaan shalat malam. Terdapat beberapa keutamaan yang perlu kita ketahui yang mudah-mudahan sebagai motor penggerak bagi kita untuk semangat melakukan shalat malam. Diantaranya:

  • Shalat malam adalah shalat yang paling utama setelah fardhu (lima waktu).

Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, suatu ketika Rasulullah pernah ditanya “shalat apakah yang paling utama setelah shalat wajib?” maka beliau Shallallahu ‘alihi wasallam menjawab :

أفضل الصلاة بعد الصلاة المكتوبة الصلاة في جوف الليل

“Shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat di tengah malam.” (H.R. Muslim no 1163)

  • Allah memuji hambanya yang melakukan shalat malam.

Allah Ta’ala berfirman :

تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ ۝ فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ۝

“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap, dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Maka tidak seorangpun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyenangkan hati sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan.” (Q.S. As-Sajdah 32: 16-17) .

Ibnu Katsir Rahimahullah mengatakan, “Yang dimaksud dengan apa yang mereka lakukan yaitu shalat malam dan meninggalkan tidur serta berbaring di atas tempat tidur yang empuk.” (Tafsir Qu’anil Adzim III/648)

  • Diantara ciri-ciri orang yang bertakwa yaitu orang yang melakukan shalat malam.

Allah Ta’ala berfirman :

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ ۝ آخِذِينَ مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَلِكَ مُحْسِنِينَ ۝

كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ ۝وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ ۝

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam taman-taman (surga) dan mata air. Mereka mengambil apa yang diberikan oleh Rabb mereka, sesungguhnya sebelum itu (didunia) adalah orang-orang yang berbuat baik. Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam. Dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah Ta’ala).” (Q.S. Adz-Dzariyat 51: 15-18)

Syaikh Abdurahman As-Sa’di Rahimahullah menjelaskan makna ayat diatas yaitu “tidur mereka sedikit pada malam hari. Kebanyakan malam mereka dihabiskan dengan beribadah kepada Allah dengan memperbanyak shalat, membaca alquran, berdzikir, berdo’a, dan menghinakan diri kepada Allah Ta’ala.” (Tafsir Alkariimur Rohman : 809)

  • Allah menyiapkan kamar spesial bagi hambanya yang suka melakukan melakukan shalat malam.

Dari Abi Malik al-Asy’ari Radhiyallahu anhu, Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:

إن في الجنة غرفا يرى ظاهرها من باطنها و باطنها من ظاهرها أعد الله لمن أطعم الطعام و أفشى السلام و صلى بالليل والناس نيام

“Sesungguhnya didalam surga terdapat kamar-kamar, luarnya terlihat dari dalam dan dalamnya terlihat dari luar, Allah siapkan bagi hambaNya yang suka memberikan makanan, menebarkan salam dan melakukan shalat malam pada saat manusia tertidur” (H.R Ibnu Hibban no 509)

  • Shalat malam merupakan sebab terkabulnya doa.

Dari Sahabat Jabir Radhiyallahu anhu, beliau pernah mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:

إن في الليل لساعة لا يوافقها رجل مسلم يسأل الله خيرا من أمر الدنيا و الآخرة إلا أعطاه إياه وذلك كل ليلة

“Sesungguhnya pada malam hari ada satu waktu, dimana tak seorang muslim pun yang berdoa kepada Allah tentang kebaikan dunia dan akhirat melainkan Allah berikan kepadanya, dan itu ada pada setiap malam.” (H.R Muslim no 757).

  • Waktu dimana Rabb paling dekat dengan hambaNya yaitu waktu yang paling utama dilakukannya shalat malam.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Amr bin Asbah Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:

أقرب ما يكون الرب من العبد في جوف الليل الآخر فإن استطعت أن تكون ممن يذكر الله في لتلك الساعة فكن

“Waktu dimana Rabb sangat dekat dengan hambaNya adalah pada pertengahan malam terakhir. Jika engkau mampu untuk berdzikir kepada Allah pada waktu tersebut maka lakukanlah.” (H.R Tirmidzi no 3579)

Tips Mudah Melakukan Shalat Malam

Ada beberapa faktor yang dapat memudahkan seseorang agar dapat melakukan shalat malam dengan izin Allah Ta’ala tentunya. Faktor tersebut terbagi menjadi dua bagian yaitu faktor lahir dan faktor batin.

Faktor Lahir:

  1. Tidak memperbanyak makan. Sebab seseorang yang banyak makan, maka dia akan malas untuk beraktivitas dan berat baginya untuk bangun melakukan shalat malam.
  2. Tidak menjadikan diri kelelahan disiang hari karena kesibukan yang kurang ada manfaatnya.
  3. Berusaha untuk melakukan qoilulah (tidur disiang hari).
  4. Berusaha menjauhkan diri dari kotoran-kotoran atau najis yang dapat menghalangi seseorang melakukan shalat malam.

Faktor Batin:

  1. Berdoa kepada Allah meminta taufikNya agar dimudahkan untuk bisa shalat malam.
  2. Membersihkan hati dari hasad dan dengki serta berlebih-lebihan dalam memikirkan perkara gemerlapnya dunia.
  3. Memahami keutamaan-keutamaan shalat malam.
  4. Berusaha menghadirkan pada diri, bahwa sesungguhnya pada shalat malam itu adalah permunajatan seorang hamba kepada Rabbnya.

Mudah-mudahan sedikit pemaparan ini dapat menggerakkan diri kita untuk bisa selalu melakukan shalat malam dan kita momohon taufik kepada Allah untuk memudahkan kita mengamalkan amalan yang luar biasa ini. aamiin

Wallahu Ta’ala a’alam.

Ditulis Oleh:
Ustadz Gigih Nugraha
(Kontributor Bimbinganislam.com)

CATEGORIES
Share This

COMMENTS