ArtikelFiqih

Apa yang Dimaksud Fitnah Kubur dan Azab Kubur?

Apa yang Dimaksud Fitnah Kubur dan Azab Kubur?

Bismillah…

Fitnah kubur dan azab kubur adalah dua hal berbeda yang terjadi setelah seseorang meninggal dunia dan dimasukkan ke dalam kuburnya. Keduanya merupakan bagian dari perkara ghoib yang wajib diimani oleh setiap Muslim. Mengimaninya adalah bagian daripada rukun iman kelima yaitu, beriman kepada hari akhir.

Perbedaan antara Fitnah Kubur dan Azab Kubur

Sebagian orang mungkin pernah mendengar istilah “fitnah azab kubur”, namun sebenarnya ungkapan ini kurang tepat. Para ulama menjelaskan bahwa fitnah kubur dan azab kubur adalah dua perkara yang berbeda. Maka, seharusnya disebut secara terpisah: fitnah kubur dan azab kubur.

Apa Itu Fitnah Kubur?

Fitnah kubur adalah ujian dan pertanyaan dua malaikat, yakni Munkar dan Nakir, kepada orang yang telah meninggal dunia. Mereka akan menanyai si mayit tentang keimanan dan keyakinannya, khususnya mengenai Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dalam hadis sahih disebutkan:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

“إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا وُضِعَ فِي قَبْرِهِ، وَتَوَلَّى عَنْهُ أَصْحَابُهُ، وَإِنَّهُ لَيَسْمَعُ قَرْعَ نِعَالِهِمْ، أَتَاهُ مَلَكَانِ، فَيُقْعِدَانِهِ، فَيَقُولَانِ لَهُ: مَا كُنْتَ تَقُولُ فِي هَذَا الرَّجُلِ، لِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؟…”

“Sesungguhnya seorang hamba jika telah diletakkan di dalam kuburnya dan ditinggalkan oleh para sahabatnya, dan dia benar-benar mendengar suara sandal mereka ketika pergi, maka datanglah dua malaikat dan mendudukkannya, lalu bertanya: ‘Apa yang kamu katakan tentang lelaki ini (yakni Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam)?” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jika ia seorang mukmin, ia akan menjawab dengan yakin bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan Allah. Namun jika ia seorang munafik atau kafir, ia akan kebingungan dan menjawab,

“Aku tidak tahu,”

Lalu dipukul dengan palu dari besi hingga ia menjerit keras, dan jeritannya terdengar oleh makhluk selain jin dan manusia.

Siapa yang Selamat dari Fitnah Kubur?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa orang yang mati syahid dan orang yang berjaga di perbatasan (murabith) akan selamat dari fitnah kubur.

Beliau pernah ditanya:

مَا بَالُ الْمُؤْمِنِينَ يُفْتَنُونَ فِي قُبُورِهِمْ إِلَّا الشَّهِيدَ؟

“Mengapa orang-orang mukmin diuji dalam kubur mereka kecuali orang yang mati syahid?”

Beliau menjawab:

كَفَى بِبَارِقَةِ السُّيُوفِ عَلَى رَأْسِهِ فِتْنَةً

“Cukuplah kilatan pedang di atas kepalanya menjadi ujian baginya.” (HR. An-Nasa’i, dishahihkan syekh Al-Albani)

Dalam hadis lain, Rasulullah bersabda:

رِبَاطُ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ خَيْرٌ مِنْ صِيَامِ شَهْرٍ وَقِيَامِهِ، وَإِنْ مَاتَ جَرَى عَلَيْهِ عَمَلُهُ الَّذِي كَانَ يَعْمَلُهُ، وَأُجْرِيَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ، وَأَمِنَ الْفَتَّانَ

“Berjaga di perbatasan selama sehari semalam lebih baik daripada puasa dan shalat malam selama sebulan. Jika ia mati dalam keadaan berjaga, maka amalannya tetap mengalir, rezekinya terus diberikan, dan dia selamat dari fitnah (ujian) kubur.” (HR. Muslim)

Apa Itu Azab Kubur?

Azab kubur adalah siksaan yang diberikan Allah kepada orang-orang yang berdosa, baik kafir maupun pelaku maksiat dari kalangan Muslim. Azab ini bisa berupa sempitnya kubur, siksaan fisik, dan penderitaan ruhani.

Keberadaan azab kubur telah disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadis-hadis sahih. Di antaranya firman Allah:

النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا

“Kepada mereka ditampakkan neraka pada pagi dan petang…” (QS. Ghafir: 46)

Ayat ini berbicara tentang azab terhadap kaum Fir’aun di alam barzakh sebelum kiamat.

Kesimpulannya, fitnah kubur adalah ujian berupa pertanyaan dua malaikat tentang keimanan, sedangkan azab kubur adalah siksaan yang Allah timpakan kepada orang-orang yang durhaka. Keduanya adalah bagian dari kehidupan setelah mati yang wajib diyakini oleh setiap Muslim.

Semoga Allah melindungi kita semua dari fitnah dan azab kubur.

Aamiin.

Referensi:

Fatawa Islam nomor 57747, https://www.islamweb.net/ar/fatwa/57747/%D9%81%D8%AA%D9%86%D8%A9-%D8%A7%.

Ditulis oleh: Ustadz Ahmad Anshori. Lc., M.Pd.

Ustadz Ahmad Anshori, Lc. M.Pd.

Ustadz Ahmad Anshori, Lc., M.Pd. حفظه الله Alumni Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia (S1) & Manajemen Pendidikan UNY (S2). Pembina di Rumuz for Islamic School Managers, Diniyyah Gistrav Islamia School dan Direktur PP Darussalam Tanjung Telang, dai dari Jogjakarta.
Back to top button