Shalat Qobliyah Shubuh Setelah Masuk Waktu Shubuh
Shalat Qobliyah Shubuh Setelah Masuk Waktu Shubuh
Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang Shalat Qobliyah Shubuh Setelah Masuk Waktu Shubuh, selamat membaca.
Pertanyaan:
بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Mohon ijin bertanya ustadz, apabila ketika masuk waktu shubuh pukul 5.02, sedangkan kita masih di perjalanan, dan tiba di tujuan pukul 5.45 apakah masih diperbolehkan untuk sholat qobliyah subuh? Sedangkan posisi sholat shubuh tidak berjamaah.
جزاك اللهُ خيراً
Jawaban:
وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ
Alhamdulillāh
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in
Jika masih memungkinkan untuk shalat qabliyah shubuh yakni waktu shalat shubuhnya masih panjang pada jam itu (05.45), maka shalat qabliyah shubuh masih dianjurkan.
Syekh Sayid Sabiq dalam kitabnya, beliau menjelaskan,”
وقت صلاه الصبح : يبتدئ الصبح من طلوع الفجر الصادق و يستمر إلى طلوع الشمس
“Dimulainya waktu subuh itu adalah dari terbitnya fajar Shadiq (benar) sampai terbitnya matahari” (Fikih Sunnah; 1/89).
Shalat sunnah fajar atau shalat qobliyah subuh dilakukan sebelum melakukan shalat shalat subuh itu sendiri bukan sebelum adzan subuh. Dilakukan dengan dua rakat, membaca Surat al Kafirun di rakaat pertama dan Surat al Ikhlas di rakaat kedua. Dan ia mempunyai keutamaan sebagaimana yang telah disebutkan di dalam sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam,”
ركعتا الفجر خير من الدنيا وما فيها
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Dua rakaat shalat sunat fajar lebih baik dari dunia dan seisinya” (HR. Muslim).
Adapun jika waktu shubuh hampir habis, maka shalat fardhu shubuh harus didahulukan agar masih shalat pada waktunya, dan shalat qabliyah shubuh diqadha (diganti) waktu pelaksanaannya setalh terbit fajar.
Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz, mufti Saudi Arabia di masa silam memilih lebih utama shalat Qabliyah Subuh ditunaikan setelah matahari meninggi.
Beliau menjelaskan,
: إذا لم يتيسر للمسلم أداء سنة الفجر قبل الصلاة ، فإنه يخير بين أدائها بعد الصلاة أو تأجيلها إلى ما بعد ارتفاع الشمس ، لأن السنة قد ثبتت عن النبي صلى الله عليه وسلم بالأمرين جميعا ، لكن تأجيلها أفضل إلى ما بعد ارتفاع الشمس لأمر النبي صلى الله عليه وسلم بذلك ، أما فعلها بعد الصلاة فقد ثبت من تقريره عليه الصلاة والسلام ما يدل على ذلك
“Jika seorang muslim tidak mampu menunaikan shalat sunnah fajar sebelum penunaian shalat Shubuh, maka ia boleh memilih menunaikannya setelah shalat Shubuh atau menundanya sampai matahari meninggi. Karena ada dalil (hadits) yang menunjukkan bolehnya kedua-keduanya. Akan tetapi jika menundanya sampai matahari meninggi itu lebih baik karen ada perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai hal ini. Adapun qodho’ shalat sunnah fajar tadi setelah shalat Shubuh maka telah shahih pula dari ketetapan (taqrir) beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menunjukkan bolehnya”. (Majmu’ Al Fatawa, 11/373).
Wallahu Ta’ala A’lam.
Dijawab dengan ringkas oleh:
Ust Fadly Gugul حافظه الله.