IbadahKonsultasi

Tiga Hal Yang Harus Ada Ketika Beribadah

Tiga Hal Yang Harus Ada Ketika Beribadah

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang Tiga Hal Yang Harus Ada Ketika Beribadah, selamat membaca.


Pertanyaan:

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ustadz, bagaimana cara menghadirkan rukun-rukun ibadah yaitu khauf, raja, dan mahabbah ketika ibadah? apakah harus ingat-ingat hal-hal yang membuat khauf, raja, dan cinta pada Allah secara bergantian ketika beribadah? saya merasa kesulitan melakukan ini.

جزاك اللهُ خيراً

Jawaban:

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

Dalam aqidah ahlussunnah wal jama’ah, ada tiga hal yang harus ada dalam setiap ibadah. Yaitu khouf (takut), raja’(berharap) dan mahabbah(cinta).

Dalil Khauf (rasa takut) dalam Ibadah yaitu firman Allah:

أُولَئِكَ الَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَى رَبِّهِمُ الْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُورًا

 

“Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka, siapakah di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya. Sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti.” (QS. Al-Isra’: 57)

Dalil Raja’ (berharap) dalam Ibadah yaitu firman Allah,

فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

“Untuk itu, barangsiapa yang mengharap perjumpaan dengan Rabbnya, maka hendaklah ia mengerjakan amal shaleh dan janganlah mempersekutukan dengan apapun dalam beribadah kepada Rabbnya” (QS. Al-Kahfi: 110).

Dalil Mahabbah dalam ibadah yaitu firman Allah:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ

“Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah” (QS. Al Baqarah: 165).

Ketiga hal tersebut harus ada dalam ibadah dengan seimbang. Karena jika tidak seimbang maka akan berdampak buruk bagi seorang hamba.

Apabila terlalu besar dan mendominasi rasa takut (khauf), maka akan mengakibatkan rasa putus asa dari rahmat Allah padahal Allah Maha Pengasih.

Apabila terlalu besar dan mendominasi rasa raja’ (berharap), maka akan terjerumus dalam akidah murji’ah yang menghilangkan rasa takut kepada Allah, hanya menonjolkan ampunan dan rasa harap padahal Allah juga “syadidul iqab” yaitu keras azabnya.

Dan apabila hanya mahabbah saja, maka ini bertentangan dengan apa yang Rasulullah ajarkan. Karena kita tahu bahwa doa-doa yang diajarkan beliau banyak mengandung khouf dan raja’. Dan kita juga tahu bahwa beliau adalah seseorang yang sangat banyak meminta ampunan (istigfar) ke pada Rab nya (sifat khouf). Dan beliau juga mengajarkan untuk berharap surga Nya (sifat raja’).

Adapun realisasinya, bisa kita ambil contoh ketika sholat. Kita tahu bahwa sholat merupakan kewajiban. Dan jika tidak dilaksanakannya maka akan mendapatkan dosa. Dari sini bisa kita ambil sifat khouf yaitu kita takut akan mendapatkan dosa. karena orang berdosa tempatnya dineraka. Dan kita tahu jika kita melaksanakan perintah Allah maka kita akan mendapatkan pahala.

Maka kita berharap dari sholat kita bahwa Allah akan memberikan pahala yang besar agar kita bisa masuk ke surga. Dan kita juga tahu bahwa sholat adalah perintah Allah. Maka kita timbulkan rasa cinta (mahabbah) kita terhadap sholat dikarenakan sholat adalah perintah dari Tuhan yang kita cintai.

Adapun ketika sudah didalam sholat, maka kita harus fokus mentadabburi bacaan sholat. Kita hayati bacaan dari takbir, doa istiftah, surat Al Fatihah hingga bacaan salam. Karena dalam bacaan sholat sudah terkandung makna khouf, raja’ dan mahabbah.

Adapun ibadah yang tidak memiliki bacaan tertentu dan bersifat singkat semisal sedekah. Maka kita bisa niatkan ketika sedekah agar kita bisa menghindari neraka (khouf), mendapatkan pahala (raja’) dan cinta terhadap perbuatan tersebut karena perintah Allah (mahabbah).

والله أعلم بالصواب

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Achmad Nur Hanafi, Lc حافظه الله

Back to top button