Opening WAG BIAS
Fiqih

Hukum Menyumbat Telinga Saat Shalat

Hukum Menyumbat Telinga Saat Shalat

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan: Hukum Menyumbat Telinga Saat Shalat. Selamat membaca.


Pertanyaan:

Bismillah, assalamualaikum Ustadz, afwan izin bertanya, apakah boleh saat sholat sunnah memakai earplug/earphone atau penyumbat telinga karena merasa lebih bisa konsentrasi dan tidak mendengar suara2 luar? Jazakallah Khoiron, Ustadz.

(Ditanyakan oleh Santri Mahad BIAS)


Jawaban:

Waalaikumsalam warahmatullah wabarokatuh

Insyaallah tidak mengapa, menyumbat telinga ketika shalat, selama tidak mengganggu kekhusyu`an atau menghalangi dari menjalankan hal sunnah atau wajib lainnya. Namun, bila seseorang ketika memakai sumbat telinga tersebut menyebabkan ia tidak bisa mendengar suara takbir dan bacaan imam, atau ternyata ia menjadikan perbuatan itu sebagai rangkaian shalat yang ia sangat tergantung kepadanya/dijadikan kebiasaan yang dianggap sunnah maka hal ini tidak diperkenankan karena akan mengganggu kekhusyu`an shalat atau akan menjadikan hal itu tradisi yang tidak ada contoh dari para ulama.

Baca Juga:  Sholat Isya Di Akhir Malam, Bagaimana Hukumnya?

Sehingga, bila ia tinggalkan hal ini dan berusaha meningkatkan kualitas shalatnya dengan baik, sehingga ia bisa lebih khusyu` dalam menjalankannya maka ini yang lebih utama. Dan bila ia butuhkan perbuatan tersebut pada saat saat tertentu yang mendesak dan harus dilakukan, misal karena dingin yang sangat, atau ada suara brisik yang dipastikan akan mengganggunya maka insyaallah tidak mengapa untuk dilakukan.

Semoga Allah jadikan kita semua bagian dari hamba yang berbahagia dengan menjalankan shalat secara khusyu`, sebagaimana firman Allah ta`aala:

قَدْ اَفْلَحَ الْمُؤْمِنُوْنَ ۙالَّذِيْنَ هُمْ فِيْ صَلٰو تِهِمْ خَاشِعُوْنَ

Artinya: “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya.” (Q.S Al-Mu’minuun: 1-2).

Baca Juga:  Hukum Sholat dengan Sajadah Bermotif

Wallahu a`lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
USTADZ MU’TASIM, Lc. MA. حفظه الله
Rabu, 21 Shafar 1443 H/ 29 September 2021 M


Ustadz Mu’tashim Lc., M.A.
Dewan konsultasi Bimbingan Islam (BIAS), alumus Universitas Islam Madinah kuliah Syariah dan MEDIU
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Mu’tashim Lc., M.A. حفظه الله 
klik disini

Ustadz Mu’tasim, Lc. MA.

Beliau adalah Alumni S1 Universitas Islam Madinah Syariah 2000 – 2005, S2 MEDIU Syariah 2010 – 2012 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Syu’bah Takmili (LIPIA), Syu’bah Lughoh (Universitas Islam Madinah) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Taklim di beberapa Lembaga dan Masjid

Related Articles

Back to top button