Faedah Hadist

Fawaid Hadist #147 | Tolong Menolong Dalam Medan Jihad

Fawaid Hadist #147 | Tolong Menolong Dalam Medan Jihad

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan serial fawaid hadist, Fawaid Hadist #147 | Tolong Menolong Dalam Medan Jihad. Selamat membaca.


[div class=fawaid-hadis]

عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الْجُهَنِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ جهَّزَ غَازِيًا فِي سَبِيْلِ اللهِ فَقَدْ غَزَا، وَمَنْ خَلَفَ غَازِيًا فِي أَهْلِهِ بِخَيْرٍ فَقَدْ غَزَا » مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

Dari Abu Abdirrahman Zaid bin Khalid Al-Juhani radhiyallahu ‘anhu dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

“Barangsiapa yang mempersiapkan bekal untuk orang yang berperang di jalan Allah, maka ia dianggap telah berperang di jalan Allah. Dan barangsiapa yang memberikan nafkah kepada keluarga orang yang ikut berperang di jalan Allah, maka dia juga dianggap telah berperang.” (HR. Al-Bukhari, no. 2843 & Muslim, no. 1895).

[/div]

Faedah Hadist

Hadist ini memberikan faedah – faedah berharga, di antaranya;

  1. Ketika seseorang mempersiapkan diri untuk berperang dan jihad syar’i, yaitu mempersiapkan kendaraan, peralatan dan semua alat persenjataannya, maka ia telah berperang (berjihad fisabilillah), yakni dituliskan baginya pahala berjihad, karena ia telah mempersiapkan kebaikan.
  2. Kemuliaan orang yang menolong keluarga pejuang jihad fisabillah, yang menggantikan dan menanggung segala kebutuhan keluarga pejuang, berarti ia terhitung sudah berperang.
  3. Para ulama menjelaskan bahwa membantu orang yang berperang itu ada dua macam;
    Pertama, membantunya mempersiapkan kendaraan, perlengkapan dan persenjataannya.
    Kedua, membantunya untuk menanggung kebutuhan keluarga yang ditinggalkannya, karena ini termasuk pertolongan yang sangat besar.
  4. Masyarakat islami itu saling melengkapi, peduli sosial, saling tolong-menolong di atas kebaikan dan takwa.
  5. Berjihad di jalan Allah Ta’ala itu butuh modal dan finansial, jadi jangan ingin yang gratis saja dan tidak mau berjuang dalam hal harta.
  6. Tolong menolong dalam medan perjuangan di jalan Allah itu adalah sebuah keniscayaan. Yang egosime dan ingin menang sendiri tidak mendapat dukungan dalam syariat Islam yang mulia.
  7. Syariat islam yang mulia mendorong umatnya untuk berjiwa sosial dan memperhatikan kebutuhan kaum yang lemah di antara mereka.

    Wallahu Ta’ala A’lam.

    Referensi Utama: Syarah Riyadhus Shalihin karya Syaikh Shalih al Utsaimin, & Kitab Bahjatun Naazhiriin Syarh Riyaadhish Shaalihiin karya Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilaliy.


    [div class=fawaid-hadis]

    Yuk dukung operasional & pengembangan dakwah Bimbingan Islam, bagikan juga faedah hadist ini kepada kerabat dan teman-teman.

    “Demi Allah, jika Allah memberi hidayah kepada satu orang dengan sebab perantara dirimu, hal itu lebih baik bagimu daripada unta-unta merah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

    *unta merah adalah harta yang paling istimewa di kalangan orang Arab kala itu (di masa Nabiﷺ).

    [/div]

    Ustadz Fadly Gugul, S.Ag

    Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2012 – 2016 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Takhosus Ilmi di PP Al-Furqon Gresik Jawa Timur | Beliau juga pernah mengikuti Pengabdian santri selama satu tahun di kantor utama ICBB Yogyakarta (sebagai guru praktek tingkat SMP & SMA) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Dakwah masyarakat (kajian kitab), Kajian tematik offline & Khotib Jum’at
    Back to top button