Fawaid Hadist #143 | Tanggungan Dosa Pemicu Pembunuhan
Fawaid Hadist #143 | Tanggungan Dosa Pemicu Pembunuhan
Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan serial fawaid hadist, Fawaid Hadist #143 | Tanggungan Dosa Pemicu Pembunuhan. Selamat membaca.
[div class=fawaid-hadis]
وَعَنْ ابْنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْه أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: « لَيْسَ مِنْ نَفْسٍ تُقْتَلُ ظُلْمًا إِلَّا كَانَ عَلَى ابْنِ آدَمَ الِأَوَّلِ كِفْلٌ مِنْ دَمِهَا لِأَنَّهُ كَانَ أَوَّلَ مَنْ سَنَّ الْقَتْلَ » مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
Dari sahabat Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu, dia berkata, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,
“Tidak ada satu jiwa pun yang terbunuh secara zhalim, kecuali bagi anak Adam (Qabil) yang pertama (melakukan pembunuhan), ia menanggung dosa perbuatannya, karena ia orang yang pertama melakukan pembunuhan.”
(HR. Al-Bukhari, no. 3335 dan Muslim, no. 1677).
[/div]FAEDAH HADIST
Hadist ini memberikan faedah – faedah berharga, di antaranya;
- Bahaya dan besarnya dosa membunuh tanpa hak. Hadis ini juga sebagai peringatan dan ancaman bagi siapa saja yang menjadi penyebab, pemicu, pendorong sebuah kejahatan besar seperti membunuh bahwa dia kelak akan ikut juga menanggung dosa tersebut. Seperti yang terjadi dengan dua anak adam yang mana karena hasad pada diri Qabil, ia melawan saudaranya Habil dan membunuhnyaفطوعت له نفسه قتل أخيه فقتله فأصبح من الخسرين
“Maka hawa nafsu Qabil menjadikanya menggangap mudah membunuh saudaranya,sebab itu dibunuhnyalah, maka jadilah ia seorang diantara orang-orang yang merugi.” (QS. Al-Ma’idah : 30)
- Kisah hasadnya Qabil terhadap saudaranya Habil menyebabkan hilangnya nyawa, dan nama Qabil dan Habil di sini adalah berdasarkan riwayat israiliyat, yang nama-nama ini posisinya tidak dibenarkan dan tidak didustakan, hanya boleh diceritakan saja.
- Hendaknya setiap orang berhati-hati dengan setiap perilaku, tabiat dan perbuatannya, jangan sampai ia menjadi contoh dan teladan yang buruk bagi generasi setelahnya.
- Pembunuhan dalam Syariat Islam itu ada banyak macamnya, ada yang dengan kebenaran dan keadilan (syariat Qisas oleh pihak yang berwenang), ada yang karena kezaliman dan melampaui batas. Jadi perlu dibedakan agar tidak salah paham dan persepsi yang bisa berakibat kezaliman yang lain (menyebarkan pemahaman yang buruk lagi jahil terhadap aturan agama Islam yang paripurna).
Wallahu Ta’ala A’lam.
Referensi Utama: Syarah Riyadhus Shalihin karya Syaikh Shalih al Utsaimin, & Kitab Bahjatun Naazhiriin Syarh Riyaadhish Shaalihiin karya Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilaliy.
[div class=fawaid-hadis]
Yuk dukung operasional & pengembangan dakwah Bimbingan Islam, bagikan juga faedah hadist ini kepada kerabat dan teman-teman.
“Demi Allah, jika Allah memberi hidayah kepada satu orang dengan sebab perantara dirimu, hal itu lebih baik bagimu daripada unta-unta merah.” (HR. Bukhari dan Muslim).
*unta merah adalah harta yang paling istimewa di kalangan orang Arab kala itu (di masa Nabiﷺ).
[/div]