Faedah Hadist

Fawaid Hadist #122 | Berikan Hak Kepada Pemiliknya

Fawaid Hadist #122 | Berikan Hak Kepada Pemiliknya

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan serial fawaid hadist, Fawaid Hadist #122 | Berikan Hak Kepada Pemiliknya. Selamat membaca.


[div class=fawaid-hadis]

وَعَنْ أَبِيْ جُحَيْفَةَ وَهْبِ بْنِ عَبْدِ اللهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: آخَى النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَ سَلْمَانَ وَأَبِي الدَّرْدَاءِ، فَزَارَ سَلْمَانُ أَبَا الدَّرْدَاءِ، فَرَأَى أُمَّ الدَّرْدَاءِ مُتَبَذِّلَةً فَقَالَ: مَا شَأْنُكِ؟ قَالَتْ: أَخْوكَ أَبُو الدَّرْدَاءِ لَيْسَ لَهُ حَاجَةٌ فِي الدُّنْيَا. فَجَاءَ أَبُو الدَّرْدَاءِ فَصَنَعَ لَه طَعَامًا، فَقَالَ لَهُ: كُلْ فَإِنِّي صَائِمٌ، قَالَ: مَا أَنَا بِآكِلٍ حَتَّى تَأْكُلَ، فَأَكَلَ، فَلَّمَا كَانَ اللَّيْلُ ذَهَبَ أَبُو الدَّرْدَاءِ يَقُومُ فَقَالَ لَهُ: نَمْ فَنَام، ثُمَّ ذَهَبَ يَقُوْمُ فَقَالَ لَهُ: نَمْ فَلَمَّا كَانَ مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ قَالَ سَلْمَانُ: قُمِ الْآنَ، فَصَلَّيَا جَمِيْعًا، فَقَالَ لَهُ سَلْمَانُ: إِنَّ لِرَبِّكَ علَيْكَ حَقًّا، وَإِنَّ لِنَفْسِكَ عَلَيْكَ حَقًّا، وَلِأَهْلِكَ عَلَيْكَ حَقًّا، فَأَعْطِ كُلَّ ذِي حَقٍّ حَقَّهُ، فَأَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: « صَدَقَ سَلْمَانُ »

Dari Abu Juhaifah Wahab bin Abdullah radhiyallahu “anhu dia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mempersaudarakan Salman dan Abu Darda radhiyallahu anhuma, kemudian Salman mengunjungi rumah Abu Darda, dan ia melihat Ummu Darda (istri Abu Darda) dengan pakaian yang lusuh, lalu dia bertanya kepadanya, “Kenapa dengan kamu?”

Dia menjawab, “Saudaramu, Abu Darda tidak mengambil lagi bagiannya dari keperluan dunia.”

Kemudian setelah Salman datang Abu Darda membuat makanan, kemudian ia mempersilakan, “Makanlah!

Abu Darda menjawab, “Aku sedang berpuasa.”

Salman berkata, “Aku tidak akan makan sehingga engkau juga makan.”

Akhirnya Abu Darda pun ikut makan. Kemudian pada tengah malam hari, Abu Darda bangun untuk shalat lalu Salman berkata kepadanya, “Teruskan tidur!” maka dia pun tidur lagi. Kemudian ia bangun sekali lagi dan Salman kembali memerintahkan untuk tidur, “Tidurlah!, setelah akhir malam Salman berkata, “Sekarang bangunlah!”

Kemudian keduanya shalat bersama-sama, setelah itu Salman berkata kepada Abu Darda, “Sesungguhnya Rabbmu memiliki hak atasmu, dan dirimu memiliki hak atasmu, dan keluargamu juga memiliki hak atasmu maka berikanlah hak itu kepada pemiliknya.”

Kemudian Abu Darda menemui Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu dia menceritakan hal itu. Maka baginda bersabda, “Salman benar.” (HR. Al-Bukhari, no. 1968).

[/div]

Faedah Hadist

Hadist ini memberikan faedah – faedah berharga, di antaranya;

1. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mempersaudarakan sesama muslim karena Allah Ta’ala.

2. Keutamaan memiliki sahabat yang shaleh lagi baik

3. Dianjurkan bertandang (berziarah) ke saudara muslim dan bermalam di sana.

4. Bolehnya berbicara dengan wanita non mahram ketika ada hajat.

5. Boleh bertanya perkara yang mengandung maslahat walaupun tidak ada sangkut pautnya dengan kepentingan orang yang bertanya.

6. Sesama muslim hendaklah saling menasehati apalagi ketika melihat saudaranya keliru atau lalai dari ketaatan.

7. Keutamaan shalat sunnah di akhir malam.

8. Istri memiliki hak yang mesti dijalani suami yaitu hubungan interaksi yang baik, termasuk pula dalam hal hubungan intim, bagian istri pun mesti diberikan.

9. Bolehnya melarang melakukan perkara sunnah jika sampai terjerumus dalam kekeliruan atau lalai melakukan hal yang wajib.

10. Larangan menyusah-nyusahkan dan memberatkan diri dalam ibadah.

11. Bolehnya membatalkan puasa sunnah. Inilah pendapat mayoritas ulama dan tidak ada kewajiban qadha’ (menggantinya) jika puasa tersebut ditinggalkan.

Wallahu Ta’ala A’lam.

Referensi Utama: Fathul Bari Syarah Shahih Bukhari karya Al Hafiz Ibnu Hajar As Qalaniy, Syarah Riyadhus Shalihin karya Syaikh Shalih al Utsaimin, & Kitab Bahjatun Naazhiriin Syarh Riyaadhish Shaalihiin karya Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilaliy.


[div class=fawaid-hadis]

Yuk dukung operasional & pengembangan dakwah Bimbingan Islam, bagikan juga faedah hadist ini kepada kerabat dan teman-teman.

“Demi Allah, jika Allah memberi hidayah kepada satu orang dengan sebab perantara dirimu, hal itu lebih baik bagimu daripada unta-unta merah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

*unta merah adalah harta yang paling istimewa di kalangan orang Arab kala itu (di masa Nabiﷺ).

[/div]

Ustadz Fadly Gugul, S.Ag

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2012 – 2016 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Takhosus Ilmi di PP Al-Furqon Gresik Jawa Timur | Beliau juga pernah mengikuti Pengabdian santri selama satu tahun di kantor utama ICBB Yogyakarta (sebagai guru praktek tingkat SMP & SMA) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Dakwah masyarakat (kajian kitab), Kajian tematik offline & Khotib Jum’at
Back to top button