Bolehkah Mengucapkan Syahadat Ditambah Nabi Isa Adalah Hamba Allah bimbingan islam
Bolehkah Mengucapkan Syahadat Ditambah Nabi Isa Adalah Hamba Allah bimbingan islam

Bolehkah Mengucapkan Syahadat Ditambah Nabi Isa Adalah Hamba Allah?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang bolehkah mengucapkan syahadat ditambah Nabi Isa Adalah Hamba Allah?
selamat membaca.

Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga Allah ‘Azza wa Jalla selalu menjaga ustadz dan keluarga,

Afwan ustadz, ana ingin bertanya. Bolehkah ketika kita mengajarkan syahadat kepada orang yang ingin masuk islam dengan menambah kalimat “Saya bersaksi bahwa Isa putra Maryam adalah hamba dan rasul Allah?”  

Syukron wa Jazākallāhu khayran.

(Disampaikan oleh Admin BiAS T08)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Jawabannya boleh, ada landasan dalil shohihnya.

Baca:  Sabar Ketika Sakit dan Doa Mengatasi Kecemasan

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَالَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَأَنَّ عِيسَى عَبْدُ اللَّهِ وَابْنُ أَمَتِهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ وَأَنَّ الْجَنَّةَ حَقٌّ وَأَنَّ النَّارَ حَقٌّ أَدْخَلَهُ اللَّهُ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةِ شَاءَ

Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa mengucapkan dua Kalimat Syahadat yaitu: tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Alloh semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan bahwa Muhammad hamba dan Rosul-Nya,
bersaksi bahwa Nabi Isa adalah hamba Alloh, anak hamba-Nya dan kalimat Alloh (Nabi Isa ‘alaihi salaam) yang Dia letakkan pada Maryam dan ruh dari-Nya,
surga itu benar adanya dan neraka itu juga benar adanya, di mana Alloh akan memasukkan mereka yang dikehendaki ke dalam Surga melalui salah satu dari delapan pintu Surga yang dia kehendaki”

[HR Muslim 41]

Baca:  Perlukah Mengulang Syahadatain?

Namun jika diucapkan sesuai keumunan dalil; “Asyhadu an Laa Ilaha Illalloh wa Asyhadu anna Muhammad Rosululloh” juga sudah cukup. Sebagaimana hadits Jibril tentang Islam

اَلإِسْلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَإِ لَهَ إِلاَّ اللهُ وَ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ وَتُقِيْمُ الصَّلاَةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً

”Islam adalah, engkau bersaksi tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Alloh, dan sesungguhnya Muhammad adalah Rosululloh, menegakkan sholat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Romadhon, dan engkau menunaikan haji ke Baitulloh jika telah mampu melakukannya”
[HR Muslim 9]

Nanti penjelasan tentang Nabiyulloh Isa ‘alaihi salaam bisa dengan edukasi yang beriringan dengan makna Syahadat, khususnya rukun Syahadat yakni Peniadaan (bahwa tidak ada yang berhak disembah) dan Penetapan (bahwa hanya Alloh lah yang berhak disembah). Sebab urgensi Syahadat bukan hanya pengucapan saja tapi juga secara pemahaman makna.

Mukjizat Nabi Isa ‘alaihissalam

Wallahu A’lam,
Wabillahittaufiq.

 

Baca:  Tubuh Bertato, Sah Kah Sholatnya

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله
Senin, 05 Sya’ban 1441 H/ 30 Maret 2020 M



Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI IMAM SYAFI’I Kulliyyatul Hadits, dan Dewan konsultasi Bimbingan Islam,
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله  
klik disini