Mengqadha Shalat Wajib Selesai Haid
Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan pembahasan mengenai mengqadha shalat wajib selesai haid. Selamat membaca.
Pertanyaan:
Bismillah ustadz, saya mau bertanya terkait apakah ada qadha sholat? Misalnya haid datang, tetapi kita tidak tau persis kapan jam datangnya sedangkan kita belum sholat, misal datang di siang, kita belum sholat dzuhur.
Apakah kita harus mengqadha zuhurnya? Bagaimana caranya? Dan kapan waktunya?
Bagaimana dengan tahun-tahun yang sudah berlalu sebelumnya? Karena haid rata-rata sudah datang sejak usia 12 tahun. Dan baru mendengar qadha ini baru-baru ini. Jazakumullahu khairan.
(Ditanyakan oleh Santri Akademi Shalihah)
Jawaban:
Para ulama berbeda pendapat dalam masalah ini, sebagian menyatakan diqadha’ (diganti shalatnya) ketika sudah suci, sebagian lagi menyatakan tidak ada qadha’. Sebagai bentuk kehati-hatian lebih baik diqadha’ dalam rangka keluar dari ikhtilaf/perbedaan ulama.
Syeikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menyatakan:
المرأة إذا حاضت بعد دخول وقت الصلاة فإنه يجب عليها إذا طهرت أن تقضي تلك الصلاة التي حاضت في وقتها إذا لم تصلها قبل أن يأتيها الحيض ، وذلك لقول النبي صلى الله عليه وسلم : (من أدرك ركعة من الصلاة فقد أدرك الصلاة) . فإذا أدركت المرأة من وقت الصلاة مقدار ركعة ثم حاضت قبل أن تصلي فإنها إذا طهرت لزمها القضاء
“Seorang wanita jika haidh setelah masuknya waktu shalat, maka jika telah suci ia wajib mengqadha’ shalat yang ia haidh di waktu tersebut, jika memang ia belum sempat melakukan shalat sebelum datangnya haidh itu.
Itu berdasarkan sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam: ‘Barangsiapa mendapati satu rakaat dari suatu shalat maka ia dianggap telah mendapatkan shalat tersebut’.
Jika seorang wanita mendapati waktu shalat seukuran satu rakaat. Kemudian ia haidh sebelum ia sempat melakukan shalat maka kelak jika ia telah suci ia wajib mengqadha’nya.”
(Majmu’ Fatawa Syeikh Ibnu Utsaimin : 12/218).
Adapun berkenaan dengan shalat yang telah lalu, dan kita tidak mengetahui hukum yang berkaitan dengan masalah ini, maka semoga Allah Yang Maha Pengasih memberikan ampunan dan maaf-Nya.
Maka wajib bagi kita bertaubat nasuhah, dan bersungguh-sungguh dalam beramal saleh dan memperbanyak kebaikan dengan ketulusan.
Wallahu Ta’ala A’lam.
Silakan baca juga artikel berikut ini: Ketiduran Hingga Lewat Waktu Shalat Lalu Haidh
Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Rabu, 16 Dzulqo’dah 1443 H/ 15 Juni 2022 M
Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Fadly Gugul حفظه الله تعالى klik di sini