FiqihWanita

Ketiduran Hingga Lewat Waktu Shalat Lalu Haidh

Ketiduran Hingga Lewat Waktu Shalat Lalu Haidh

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan Ketiduran Hingga Lewat Waktu Shalat Lalu Haidh, selamat membaca.


Pertanyaan:

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bismillah.. Semoga Allah selalu melindungi dan menjaga Ustadz, aamiin. Afwan izin bertanya, sebelum waktu duhur datang, ana ketiduran menemani anak tidur, pas bangun sudah terlewat waktu duhur dan saat akan berwudhu ternyata haid, apakah shalat duhur yang terlewat tersebut dihukumi qodo? Dan apakah diperbolehkan menambah hafalan al-quran saat sedang haid?

جزاك الله خيرا

(Dari Fulanah Anggota Grup Whatsapp Sahabat BiAS)


Jawaban:

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Para ulama berbeda pendapat dalam masalah ini sebagian menyatakan diqadha’ jika sudah suci sebagian lagi menyatakan tidak ada qadha’.

Sebagai bentuk kehati-hatian lebih baik diqadha’ dalam rangka keluar dari ikhtilaf/perbedaan ulama. Syeikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menyatakan:

Baca Juga :  Kurban Di Luar Kota

المرأة إذا حاضت بعد دخول وقت الصلاة فإنه يجب عليها إذا طهرت أن تقضي تلك الصلاة التي حاضت في وقتها إذا لم تصلها قبل أن يأتيها الحيض ، وذلك لقول النبي صلى الله عليه وسلم : (من أدرك ركعة من الصلاة فقد أدرك الصلاة) . فإذا أدركت المرأة من وقت الصلاة مقدار ركعة ثم حاضت قبل أن تصلي فإنها إذا طهرت لزمها القضاء

“Seorang wanita jika haidh setelah masuknya waktu shalat, maka jika telah suci ia wajib mengqadha’ shalat yang ia haidh di waktu tersebut, jika memang ia belum sempat melakukan shalat sebelum datangnya haidh itu.

Itu berdasarkan sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam: ‘Barangsiapa mendapati satu rakaat dari suatu shalat maka ia dianggap telah mendapatkan shalat tersebut’.

Jika seorang wanita mendapati waktu shalat seukuran satu rakaat. Kemudian ia haidh sebelum ia sempat melakukan shalat maka kelak jika ia telah suci ia wajib mengqadha’nya.”

(Majmu’ Fatawa Syeikh Ibnu Utsaimin : 12/218)

Pertanyaan kedua seorang wanita haidh diperbolehkan untuk membaca maupun menghafal Al Quran. Sebagian ulama menyatakan tidak boleh menyentuh mushaf sebagian lagi memperbolehkan menyentuh mushaf.

Pendapat kedua ini dipilih oleh Syeikh Muhammad Nasirudin Al Albani rahimahullah. Di antara dalilnya adalah riwayat sebagai berikut:

حَدَّثَنَا عَبْدُاللهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ عَبْدِالرَّحْمَنِ بْنِ الْقَاسِمِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ رَضِي اللهُ عَنْهَا أَنَّهَا قَالَتْ قَدِمْتُ مَكَّةَ وَأَنَا حَائِضٌ وَلَمْ أَطُفْ بِالْبَيْتِ وَلاَ بَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ قَالَتْ فَشَكَوْتُ ذَلِكَ إِلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ افْعَلِي كَمَا يَفْعَلُ الْحَاجُّ غَيْرَ أَنْ لاَ تَطُوفِي بِالْبَيْتِ حَتَّى تَطْهُرِي

Abdullah bin Yusuf telah menceritakan kepada kami, Malik telah mengkhabarkan kepada kami, dari Abdurrahman bin Al-Qasim, dari ayahnya, dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa ia berkata :

“Aku datang ke Mekkah sedangkan aku dalam keadaan haidh dan aku belum thawaf di Ka’bah dan juga belum (sa’i) antara Shafa dan Marwa.” Aisyah sberkata: “Maka aku adukan hal tersebut kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam,” lalu beliau bersabda: “Lakukanlah apa-apa yang dilakukan oleh orang yang berhaji selain thawaf di Ka’bah.”

(HR Bukhari : 1650).

Wallahu a’lam

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, BA. حفظه الله
Kamis, 19 Rabiul Akhir 1443 H/ 25 November 2021 M


Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, BA.
Dewan konsultasi Bimbingan Islam (BIAS), alumni MEDIU, dai asal klaten
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Abul Aswad Al-Bayati حفظه الله klik disini

Ustadz Abul Aswad Al Bayati, BA.

Beliau adalah Alumni S1 MEDIU Aqidah 2008 – 2012 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Dauroh Malang tahunan dari 2013 – sekarang, Dauroh Solo tahunan dari 2014 – sekarang | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Koordinator Relawan Brigas, Pengisi Kajian Islam Bahasa Berbahasa Jawa di Al Iman TV

Related Articles

Back to top button