
Dalam Al Qur’an disebutkan bahwa bumi diciptakan 2 hari. Dalam ayat lain disebutkan disempurnakan dalam 4 hari. Kemudian langit diciptakan 2 hari. Padahal total penciptaan langit & bumi: 6 hari. Mana yang benar? Apa hikmahnya?
Bisa dibaca terjemahan artikel Syaikh Dr. Muhammad ad Duuri berikut ini.
Ketika aku sedang membaca tafsir Surah Fushshilat pada firman Allah:
وَجَعَلَ فِیهَا رَوَ ٰسِیَ مِن فَوۡقِهَا وَبَـٰرَكَ فِیهَا وَقَدَّرَ فِیهَاۤ أَقۡوَ ٰتَهَا فِیۤ أَرۡبَعَةِ أَیَّامࣲ سَوَاۤءࣰ لِّلسَّاۤىِٕلِینَ
“Dan Dia menjadikan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya, Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya berbagai sumber rezekinya dalam 4 hari, sebagai jawaban bagi orang-orang yang bertanya.” (QS Fushshilat: 10)
Tiba-tiba terlintas dalam benakku tentang sebab disebutkannya 4 hari, padahal sebelumnya telah disebutkan penciptaan bumi dalam 2 hari, dalam firman-Nya:
قُلۡ أَىِٕنَّكُمۡ لَتَكۡفُرُونَ بِٱلَّذِی خَلَقَ ٱلۡأَرۡضَ فِی یَوۡمَیۡنِ
“Katakanlah: Apakah benar kalian kafir kepada Dia yang menciptakan bumi dalam dua hari?” (QS Fushshilat: 9)
Lalu aku meneliti hal itu hingga menemukan bahwa seorang ahli tafsir, Ibrahim al-Biqa’i menyebutkan sebabnya dengan jawaban yang indah. Aku menukilkannya di sini agar bermanfaat. Beliau berkata:
“Kemudian Allah menyebutkan ringkasan penciptaan bumi dan isinya dengan firman-Nya: ‘dalam 4 hari’. Jumlah ini didapat dengan menggabungkan 2 hari yang telah disebut sebelumnya dengan 2 hari penentuan rezeki, yaitu hari Selasa dan Rabu. Sehingga maknanya: penyempurnaan penciptaan bumi berlangsung hingga genap 4 hari.
Hal ini tak boleh dipahami secara terpisah sehingga menjadi 6 hari untuk bumi saja, karena nanti akan disebutkan bahwa langit diciptakan dalam 2 hari. Jika dipahami demikian jumlahnya menjadi delapan hari, dan itu akan bertentangan dengan ayat dalam Surat As-Sajdah:
ٱللَّهُ ٱلَّذِی خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَ ٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ وَمَا بَیۡنَهُمَا فِی سِتَّةِ أَیَّامࣲ
“Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya dalam 6 hari.” [QS As-Sajdah: 4]
Allah merinci berapa lama bumi diciptakan dan berapa lama penentuan rezeki serta berbagai manfaat di dalamnya: agar diketahui bahwa masing-masing urusan tersebut berlangsung 2 hari.
Disebutkannya 2 hari pertama secara khusus lebih menunjukkan kekuasaan Allah, sehingga celaan kepada mereka yang menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya menjadi lebih tepat.
Hal itu lebih menunjukkan besarnya kekuasaan Allah karena penciptaan benda-benda nyata dari ketiadaan. Berbeda dengan keberkahan dan penentuan rezeki yang tidak berdiri sendiri.
Oleh karena itu 2 hari yang terakhir tidak disebut secara terpisah, tetapi disebut mengikuti penciptaan bumi, sebagaimana apa yang ditentukan di dalamnya juga mengikuti.
Allah tidak menciptakan semua itu dalam sekejap mata, padahal Dia Maha Kuasa untuk melakukannya. Hal itu agar lebih menunjukkan adanya kehendak dan pilihan, sekaligus menjadi ujian dan seleksi bagi manusia sehingga dengan itu banyak orang tersesat dan banyak pula yang mendapat petunjuk. Dengan demikian pahala orang-orang yang taat menjadi lebih besar, karena itu menunjukkan ketundukan mereka.
Lamanya penciptaan bumi dijadikan dua kali lebih lama daripada penciptaan langit, padahal bumi lebih kecil. Hal ini menunjukkan bahwa bumi memang menjadi tujuan utama, karena di dalamnya terdapat dua makhluk yang besar: manusia dan jin.
Bumi juga memiliki lebih banyak manfaat, beragam jenis kejadian, serta berbagai unsur dan sifat yang berbeda-beda. Semua itu merupakan bentuk nikmat bagi para penghuninya dan bukti perhatian terhadap mereka dan terhadap bumi itu sendiri.
Selain itu, di dalamnya terdapat berbagai ujian: adanya sarana menuju maksiat, adanya perjuangan, kesulitan, dan usaha yang karenanya para makhluk di alam atas saling berlomba dan berselisih pendapat.
Semua ini menunjukkan bahwa lamanya masa penciptaan bumi bukan karena kekurangan kemampuan, tetapi untuk menampakkan hikmah-hikmah besar dalam ciptaan dan keajaiban-keajaiban yang ada di dalamnya.
Adapun penciptaan langit, yang lebih besar, lebih kokoh, lebih indah, dan lebih banyak manfaatnya, dalam waktu yang lebih singkat daripada bumi menjelaskan bahwa penciptaan bumi dalam masa tersebut bukan karena ketidakmampuan untuk menciptakannya lebih cepat, melainkan karena hikmah-hikmah yang akal manusia tidak mampu sepenuhnya menjangkaunya.
Barangkali pula dikhususkannya langit dengan masa yang lebih singkat karena menyesuaikan dengan kebiasaan yang kita kenal: bahwa membangun atap lebih ringan daripada membangun rumah. Ini sebagai isyarat bahwa Allah menjadikan urusan dunia kita berjalan melalui sebab-sebab, untuk mengajarkan ketenangan, sikap tidak tergesa-gesa, dan menjauhkan manusia dari sikap terburu-buru.”
Tulisan Syaikh Dr. Muhammad ad Duuri
Diterjemahkan oleh: Ustadz Amrullah Akadhinta, S.T.
Link: https://x.com/i/status/2022270315800211683