IbadahManhaj

Tidak Perlu Tahlilan, Cukupkan Saja dengan Ajaran Nabi (ﷺ)

Tidak Perlu Tahlilan, Cukupkan Saja dengan Ajaran Nabi (ﷺ)

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan: Tidak Perlu Tahlilan, Cukupkan Saja dengan Ajaran Nabi (ﷺ) . Selamat membaca.


Pertanyaan:
Bismillah. Semoga Ustadz senantiasa dalam lindungan Allah. Saya mau bertanya Ustadz,
1. Bagaimana hukumnya mengadakan acara tahlilan bagi keluarga yang meninggal yang biasanya ada yang melakukan sampai 3 malam, 7 malam, dan 40 malam, bahkan ada yang memperingati hari ke 100?
2. Bolehkah membantu kegiatan tahlilan tersebut?
3. Apakah benar jika dalam 40 hari si mayit masih ada di sekitar keluarganya, menyaksikan kegiatannya, jika benar bagaimana dengan pertanyaan malaikat di dalam kubur jika si ruh si mayit masih berada di sekitar keluarganya? Jazaakallah khair


Jawaban:

Hukum Tahlilan

Bismillah, hukumnya tidak boleh, karena Islam tidak mengajarkannya, di samping para sahabat dan generasi tabi`in dan tabiut tabi`in tidak pernah menjalankannya. Dengan penekanan sebagian saudara kita, yang seolah mewajibkan ritual ini padahal tidak ada riwayat satu pun yang jelas yang menyebutkan amalan ini pernah dilakukan. Walaupun mungkin berbagai hujjah di katakan untuk membenarkan ritual ibadah tahlilan, maka mencukupkan diri dengan apa yang dicontohkan oleh Nabi (ﷺ) dan para pengikutnya tentunya lebih baik dan menentramkan.

Bila ada yang mencela dari pelaku tahlilan terhadap orang yang tidak mengikutinya, pada hakikatnya ia sedang menuduh para pendahulu dari Nabi (ﷺ) dan pengikutnya tidak mengajarkan kepada umat setelahnya. Berharap kita menjadi umat yang mulia yang selalu mengikuti dan mencukupkan diri dengan segala Sunnah dan ajaran Nabi Muhammad (ﷺ), dan tidak perlu untuk berkreasi di dalam masalah syariat dan Sunnah Nabi (ﷺ), terlebih bila berani menghukumi acara tahlilan adalah bagian dari kewajiban, yang tidak melakukannya akan dihukumi sesat dan keluar dari ahlussunnah. Allahu musta`aan.

Begitu juga tidak benarnya penyataan yang mengatakan bahwa arwah masih berada di sekitar kita/dunia selama 40 hari, karena beberapa sebab: tidak adanya dalil dalam hal ini, karena ini perkara yang gaib, yang harus dengan dalil, juga karena bertentangan dengan dalil yang menyatakan bahwa ruh seseorang yang telah meninggal berada di alam lain ( alam barzah), dimana alam barzah berbeda dengan alam dunia.

Wallahu a`lam.

Baca Juga:

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Mu’tashim, Lc. MA. حفظه الله
Senin, 26 Shafar 1443 H/ 4 Oktober 2021 M


Ustadz Mu’tashim Lc., M.A.
Dewan konsultasi Bimbingan Islam (BIAS), alumus Universitas Islam Madinah kuliah Syariah dan MEDIU
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Mu’tashim Lc., M.A. حفظه الله 
klik disini

Baca Juga :  Inilah 5 Amalan Senilai Pahala Haji dan Umrah

Ustadz Mu’tasim, Lc. MA.

Beliau adalah Alumni S1 Universitas Islam Madinah Syariah 2000 – 2005, S2 MEDIU Syariah 2010 – 2012 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Syu’bah Takmili (LIPIA), Syu’bah Lughoh (Universitas Islam Madinah) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Taklim di beberapa Lembaga dan Masjid

Related Articles

Back to top button