Sudah Shalat Tarawih Apa Perlu Shalat Tahajud?
Sudah Shalat Tarawih Apa Perlu Shalat Tahajud?
Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang Sudah Shalat Tarawih Apa Perlu Shalat Tahajud?, selamat membaca.
Pertanyaan:
بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Semoga Allah Ta’ala memberikan kesehatan kepada para ustadz. Yang saya ingin tanyakan seumpama kita sudah shalat Sunnah tarawi 8 rakaat dan witir 3 rakat , apakah kita tidak perlu tahajjud lagi atau bagaimana? Soalnya nabi kan shalat Sunnahnya 11 Rakaat dengan witir Baik bulan Ramadhan maupun di luar ramadhan.
جزاك اللهُ خيراً
(Ditanyakan Oleh Mahad Bimbingan Islam)
Jawaban:
وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ
Alhamdulillāh
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in
Menurut jumhur ulama jumlah bilangan shalat malam itu tidak ada batasannya berdasarkan keumuman sabda Nabi Shallallah ‘alaihi wasallam tentang shalat malam.
Imam Ibnu ‘Abdil barr rahimahullah telah menukilkan ijma’ (konsensus) tentang tidak ada batasan maksimal raka’at dari Shalat malam, beliau berkata;
وقد أجمع العلماء على أن لا حد ولا شيء مقدرا في صلاة الليل وأنها نافلة فمن شاء أطال فيها القيام وقلت ركعاته ومن شاء أكثر الركوع والسجود
“Para ulama sepakat tidak ada batas atau ukuran (rakaat) dalam Shalat malam, mereka juga sepakat bahwa Shalat malam sunnah, siapun mau boleh memanjangkan berdiri dan sedikit jumlah rakaatnya, dan siapapun mau boleh memperbanyak ruku’ dan sujud” (lihat Al-Istidzkar 2/102-103).
Juga Imam al Qodhi Iyadh rahimahullah berkata,
ولاَ خِلاَفَ أَنَّهُ لَيْسَ فِي ذَلِكَ حَدٌّ لاَ يُزَادُ عَلَيْهِ وَلاَ يُنْقَصُ مِنْهُ، وَأَنَّ صَلاَةَ اللَّيْلِ مِنَ الْفَضَائِلِ وَالرَّغَائِبِ الَّتِي كُلَّمَا زِيْدَ فِيْهَا زِيْدَ فِي الأَجْرِ وَالْفَضْلِ
“Tidak ada khilaf bahwa tidak ada batasan yang tidak boleh ditambahi dan dikurangi dari raka’at, dan sejatinya Shalat lail (malam) termasuk amalan utama dan dianjurkan, setiap kali ditambah (jumlah raka’at) maka bertambah pula pahala dan keutamaanya.” (lihat Ikmalul Mu’lim Syarh Shahih Muslim 3/48).
Melihat penjelasan para ulama, maka Shalat malam itu tidak ada batasannya, karena berdasarkan keumuman sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam saat ditanya tentang Shalat malam dan tidak membatasi jumlahnya, beliau bersabda :
صَلَاةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى
“Shalat malam itu dua rakaat – dua rakaat.” (Hadits shahih, lihat riwayat lengkapnya dalam shahih Muslim, HR. Muslim, no. 749).
Kesimpulan:
Sehingga bolehkah bangun shalat malam lagi setelah shalat tarawih dan witir? Jawabannya adalah boleh saja, yang penting dia tidak witir dua kali.
Baca selengkapnya: https://bimbinganislam.com/Shalat-malam-bagian-2/
Wallahu Ta’ala A’lam.
Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Fadly Gugul, S.Ag. حافظه الله