Adab & Akhlak

Sibuklah dengan Hal Positif, Nonton Drama Korea Bikin ‘Halu’

Sibuklah dengan Hal Positif, Nonton Drama Korea Bikin ‘Halu’

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan: Sibuklah dengan Hal Positif, Nonton Drama Korea Bikin ‘Halu’. Selamat membaca.


Pertanyaan:

Bismillaah. Assalamu’alaikum warahmatullaah wabarakaatuh. Baarakallaahufiikum Ustadz.

Ana 18 tahun. Akhir-akhir ini di pikiran ana sering bermunculan imajinasi terkait hal yang dilarang agama khususnya romantisme, seperti membayangkan berpacaran saat SMA, membayangkan memiliki suami yang shalih dan sangat sayang dengan ana bahkan membayangkan ana merancang sebuah film korea di mana terjadi berbagai drama di dalamnya.

Apakah ini penyakit Ustadz? Ana berusaha untuk mengontrol pikiran ana tetapi rasanya sulit. Mohon nasihat dan solusinya Ustadz. Jazaakumullaahu khairan.

(Ditanyakan oleh Santri Kuliah Islam Online Bimbingan Islam)


Jawaban:

Waalaikumsaalamwarahmatullah wabarokatuh

Hukum Berpikiran Kotor

Pikiran dan imajinasi manusia sering kali terbawa kepada sesuatu yang melanggar nilai dan norma syar`i, itulah yang digambarkan dalam firman Allah ta`alaa,”

وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِي إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي إِنَّ رَبِّي غَفُورٌ رَحِيمٌ

“Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Yusuf: 53).

Begitulah setan yang terus menerus untuk menyeret anak manusia kepada lubang kemaksiatan yang tidak Allah ridhai, sebagaimana firman Allah ta`ala:

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ﴿١٦﴾ ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ ۖ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

Iblis menjawab, ‘Karena Engkau telah menghukumku tersesat, maka saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan-Mu yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.” [Al-A’râf/7:16-17]

Apakah pikiran kotor dihitung menjadi dosa karena ia bagian dari perbuatan jelek?

Tidaklah dianggap dosa dan perbuatan jelek suatu pikiran manusia sampai ia melayani pikiran tersebut dalam bentuk perbuatan atau aktivitas nyata, misal dengan menggerakkan bagian tubuh untuk melampiaskan pikiran kotornya, bergerak kepada arah atau tempat tersebut untuk melakukan apa yang dipikirkan dan seterusnya. Namun, bila sebatas pikiran terlintas yang kemudian dia melawannya, tidak membayangkan terlalu dalam dari adegan-adegan yang terlarang, atau dengan  mengalihkan kepada pikiran lain yang baik, maka insyaallah hal ini tidak berdosa. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِنَّ اللهَ تَجَاوَزَ لأُمَّتِيْ مَا حَدَثَتْ يِهِ أَنْفُسُهَا مَا لَمْ يَتَكَلَّمُوْا أَوْ يَعْمَلُوْا بِهِ

“Sesungguhnya Allah telah mengganggap lewat (boleh dan tidak tercatat dosa/memaafkan) dari umatku hal-hal yang dibisikkan oleh jiwa mereka selama mereka tidak berbicara tentangnya (membeberkannya) atau melakukannya.” [Muttafaq ‘Alaih; Shahih al-Bukhari; (5269); Shahih Muslim:Iman (127).]

Dan sabda beliau yang lain (hadits Qudsi-penj.),

مَنْ هَمَّ بِسَيِّئَةٍ وَلَمْ يَعْمَلْهَا لَمْ أَكْتُبْهَا عَلَيْهِ

“Barangsiapa yang berkeinginan untuk melakukan suatu kejahatan sedangkan dia tidak melakukannya, niscaya Aku (Allah) tidak mencatatkan (dosa) atasnya.” [Shahih Muslim, kitab al-Iman (128)]

Sibuklah dengan Hal yang Positif

Berdoa dan terus mengisi waktu dengan kesibukan, terutama banyak membaca al-quran dan hal yang lainnya, insyaallah Allah berikan kemampuan untuk mengendalikan pikiran yang melanggar atau sesuatu yang tidak manfaat. Wallahu a`lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Mu’tashim, Lc. MA. حفظه الله
Jumat, 30 Rabiul Awal 1443 H/ 5 November 2021 M


Ustadz Mu’tashim Lc., M.A.
Dewan konsultasi BimbinganIslam (BIAS), alumus Universitas Islam Madinah kuliah Syariah dan MEDIU
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Mu’tashim Lc., M.A. حفظه الله klik disini 

Baca Juga :  Langkah/Cara Agar Istiqomah

Ustadz Mu’tasim, Lc. MA.

Beliau adalah Alumni S1 Universitas Islam Madinah Syariah 2000 – 2005, S2 MEDIU Syariah 2010 – 2012 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Syu’bah Takmili (LIPIA), Syu’bah Lughoh (Universitas Islam Madinah) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Taklim di beberapa Lembaga dan Masjid

Related Articles

Back to top button