Sholat Subuh yang Kesiangan dan Sholat Tahiyatul Masjid

Sholat Subuh yang Kesiangan dan Sholat Tahiyatul Masjid

Sholat Subuh yang Kesiangan dan Sholat Tahiyatul Masjid

Pertanyaan :

بسم اللّه الرحمن الر حيم

السلام عليكم ورحمةالله وبركاته

Semoga Allah ‘Azza wa Jalla selalu menjaga ustadz dan keluarga,

1. Ustadz, apabila seseorang bangun kesiangan dan mandi dulu karena gerah takut ndak khusyu’ sholat, kemudian setelah itu baru sholat subuh, dalam hal ini sholat subuhnya jadi jam 7. Apakah shalat tersebut masih bisa diterima?

2. Ustadz, apabila seseorang ke mesjid dan langsung duduk tanpa sholat tahiyatul masjid apakah itu boleh? Dikarenakan sholat tersebut sunnah dan terkadang malas juga untuk sholat, terlebih jika datang terlambat pas kajian.

Jazākallāhu khayran.

Tanya Jawab AISHAH – akademi shalihah
(Disampaikan Oleh Fulanah – SahabatAISHAH Pekanbaru)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

alhamdulillāh wa shalātu wa salāmu ‘alā rasūlillāh.

Sholat Subuh Kesiangan

Pertama, Mayoritas Ulama mewajibkan seseorang yang ketiduran, sehingga terlewatkan waktu sholat, agar langsung mengerjakan sholat tersebut ketika dia bangun dan tidak menunda – nundanya, kecuali disebabkan udzur, seperti : buang hajah, mandi apabila dia junub, berwudhu. Adapun yang bukan udzur maka tidak diperbolehkan baginya untuk menunda mengerjakan sholat.

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam :

مَنْ نَسِيَ صَلَاةً فَلْيُصَلِّهَا إِذَا ذَكَرَهَا لَا كَفَّارَةَ لَهَا إِلَّا ذَلِكَ

“Barangsiapa lupa shalat, hendaklah ia tunaikan ketika ingat, tidak ada kafarat atas shalatnya selain menunaikannya.”
(HR Muslim : 1099)

Hukum Sholat Tahiyyatul Masjid

Kedua, Hukum sholat dua rakaat tahiyyatul masjid adalah sunnah muakkadah menurut mayoritas ulama, bahkan ada ulama yang menukilkan kesepakatan akan hal tersebut, Berkata imam nawawi:

فَأَجْمَعَ الْعُلَمَاءُ عَلَى اسْتِحْبَابِ تَحِيَّةِ الْمَسْجِدِ وَيُكْرَهُ أَنْ يَجْلِسَ مِنْ غَيْرِ تَحِيَّةٍ بِلَا عُذْرٍ لِحَدِيثِ أَبِي قَتَادَةَ الْمُصَرِّحِ بِالنَّهْيِ وَسَوَاءٌ عِنْدَنَا دَخَلَ فِي وَقْتِ النَّهْيِ عَنْ الصَّلَاةِ أَمْ فِي غَيْرِهِ

“Ulama sepakat dianjurkannya sholat tahiyyatul masjid, dan makruhnya seseorang duduk tanpa tahiyyatul masjid kecuali ada udzur, berdasarkan hadits abu qatadah yang secara gamblang menyebutkan larangannya (langsung duduk), sama saja pada waktu terlarang atau pada waktu lainnya menurut madzhab kami (madzhab syafi’i)”
(Majmu’ 4/52)

Oleh karenanya, sudah sepantasnya bagi seorang muslim/muslimah ketika memasuki masjid yang notabane adalah rumah Allah, untuk sholat dua rakaat sebelum duduk sebagai bentuk penghormatan kepada Allah, dan jangan merasa malas, kalau seandainya kita tidak suka ada orang masuk rumah kita dan langsung duduk tanpa izin, lalu bagaimana halnya dengan rumah allah.

 

Wallahu a’lam,
Wabillahit taufiq.

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله
Jum’at, 01 Dzulhijjah 1440 H / 02 Agustus 2019 M



Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى 
klik disini

CATEGORIES
Share This

COMMENTS