Home Konsultasi Aqidah Apa Itu Millah Ibrahim?

Apa Itu Millah Ibrahim?

Apa Itu Millah Ibrahim
yang dimaksud dengan “millah ibrahim” dia adalah “al-hanifiah” yaitu agama Allah yang lurus, merupakan ideologi Nabi Ibrahim alaihissalam, dan juga aqidah seluruh Nabi dan Rasul, dan keduanya adalah Islam itu sendiri, ajaran yang dibawa oleh Rasul Muhammad sallallahu alaihi wa sallam yang menyerukan pada pengesaan ibadah kepada Allah dan menjauhi segala bentuk kesyirikan dan kekufuran

Pengertian Millah Ibrahim dalam Al-quran

Lafadz millah Ibrahim sering kita dapati dalam teks ayat-ayat al-Quran, kadang kita penasaran dengan makna dari lafadz tersebut maksudnya bagaimana, lantas, kira-kira maknanya apa ya? Kita akan sedikit mengulik penjelasan tentang ungkapan “millah ibrahim”, lafadz tersebut ada beberapa kali disebutkan dalam al-Quran, diantaranya dalam beberapa ayat berikut:

وَقَالُوا كُونُوا هُودًا أَوْ نَصَارَىٰ تَهْتَدُوا ۗ قُلْ بَلْ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا ۖ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

“Dan mereka berkata: “Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk”. Katakanlah: “Tidak, melainkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus. Dan bukanlah dia (Ibrahim) dari golongan orang musyrik”. (al-Baqarah:135).

قُلْ صَدَقَ اللَّهُ ۗ فَاتَّبِعُوا مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

“Katakanlah: “Benarlah (apa yang difirmankan) Allah”. Maka ikutilah agama Ibrahim yang lurus, dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang musyrik”. (Ali Imron:95)

وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَاتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا ۗ وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا

“Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya”. (al-Nisa:125)

Barangsiapa memperhatikan dengan seksama ayat-ayat di atas, dia akan tahu bahwa millah ibrahim yang dimaksud adalah “agama Ibrahim” yang lurus, yang lempeng dan tidak bengkok, itulah agama “hanifiah” yaitu yang lurus dan benar, itu semua sebenarnya adalah sinonim dari tauhid, berserah diri kepada Allah azza wa jalla dengan melemparkan segala amalan kesyirikan, kekufuran dan setiap apa saja yang diibadahi selain Allah ta’ala, inilah hakikat dari agama seluruh nabi, ideologi semua rasul, tidak ada perbedaan diantara mereka melainkan hanya pada sisi syariat dan hukum-hukum yang ada, adapun dalam sisi aqidah dan iman kesemuanya sama di atas tauhid.

Baca Juga:  Hukum-hukum Terkait Sholat Para Lansia

Syaikh Abdurrahman bin Nashir al-Sa’dy menjelaskan makna surat al-Baqarah ayat 135:

(مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا) أي: مقبلا على الله، معرضا عما سواه، قائما بالتوحيد، تاركا للشرك والتنديد.
فهذا الذي في اتباعه الهداية، وفي الإعراض عن ملته الكفر والغواية

“Millah Ibrahim/agama Ibrahim yang lurus, maksudnya: menuju pada Allah, dan berpaling dari yang selain-Nya, mendirikan tauhid, menjauhi segala bentuk kesyirikan dan tandingan. Inilah perkara yang jika diikuti adalah sebuah hidayah/petunjuk, dan ketika berpaling dari agamanya merupakan bentuk kekufuran dan kesesatan”. (Taisiru al-Kariimi al-Rahman fi Tafsiiri Kalami al-Mannan hal:67)

Apa itu Millah Ibrahim?

Dari tafsiran Syaikh Sa’di di atas, kita katakan bahwa millah Ibrahim itu sejatinya adalah agama islam itu sendiri, keduanya bersinonim, karena hakikatnya islam adalah berserah diri kepada Allah dengan mentauhidkan-Nya, tunduk kepada Allah dengan ketaatan, dan berlepas diri dari kesyirikan dan pelaku kesyirikan. Di sini kita lihat bahwa millah ibrahim sama persis dengan ajaran yang dibawa oleh nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wa sallam.

Baca Juga:  Munculnya Sungai-Sungai Baru Di Sekitar Mekkah Dan Madinah

Jadi lafadz millah ibrahim, hanifiah, dan juga islam itu sebenarnya hanyalah lafadz yang berbeda namun sama dalam makna dan hakikat, dan termasuk yang menegaskan bahwa “hanifiah” adalah “islam” kesemuanya sama adalah keterangan beberapa dalil berikut:

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ ٱللَّهِ ٱلَّتِى فَطَرَ ٱلنَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ ٱللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. (al-Rum:30)

Oleh karenanya Nabi sallallahu alaihi wa sallam mengabarkan bahwa tidaklah beliau diutus melainkan dengan millah/agama yang lurus “al-millah al-hanifiah” :

عن عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : (إِنِّي أُرْسِلْتُ بِحَنِيفِيَّةٍ سَمْحَةٍ)
رواه أحمد في المسند (24334)

Dari ‘aisyah rodiyallahu anha beliau berkata, Rasul sallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya aku diutus dengan membawa hanifiah (agama yang lurus) lagi penuh toleransi”. (H.R Ahmad dalam musnadnya no:24334).

Baca Juga:  Menanggapi Pertanyaan Tentang Nama-Nama Syetan

Nabi juga mengabarkan bahwa al-hanifiah itu adalah jalan/metode terbaik yang dicintai oleh Allah ta’ala, Ibnu Abbas berkata:

( قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْأَدْيَانِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ قَالَ الْحَنِيفِيَّةُ السَّمْحَةُ. (رواه أحمد

“Ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, ‘Agama manakah yang paling dicintai oleh Allah?’ Beliau bersabda, ‘Alhanifiyyah Assamhah (yang lurus lagi toleran).” (H.R Ahmad no 2108).

Kesimpulan arti Millah Ibrahim 

Kesimpulannya adalah bahwa apa yang dimaksud dengan “millah ibrahim” dia adalah “al-hanifiah” yaitu agama Allah yang lurus, merupakan ideologi Nabi Ibrahim alaihissalam, dan juga aqidah seluruh Nabi dan Rasul, dan keduanya adalah Islam itu sendiri, ajaran yang dibawa oleh Rasul Muhammad sallallahu alaihi wa sallam yang menyerukan pada pengesaan ibadah kepada Allah dan menjauhi segala bentuk kesyirikan dan kekufuran, demikian,

wallahu a’lam.

Artikel ini di tulis oleh:
Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله



Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله
Beliau adalah Alumnus S1 Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta dan S2 Hukum Islam di Universitas Muhammadiyah Surakarta
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله  
klik disini