KonsultasiTafsir

Malaikat Hafazhah yang Menjaga Manusia

Malaikat Hafazhah yang Menjaga Manusia

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan: Malaikat Hafazhah yang Menjaga Manusia. Selamat membaca.


Pertanyaan:

Bismillah. Assalamualaikum Ustadz, mohon izin bertanya. Dalam materi aqidah (yaitu pelajaran di Mahad BIAS -ed) tentang malaikat, disampaikan bahwa Allah mengutus malaikat kepada manusia yaitu 2 malaikat di kanan dan kiri untuk mencatat amal baik dan amal buruk. Kemudian ada 2 malaikat lagi di depan dan belakang untuk menjaga kita.

Apa makna menjaga di sini ustad? Apakah bisa dimaknai secara harfiah seperti menjaga kita dari setan atau bahaya? Jazaakallahu khayran

(Ditanyakan oleh Santri Mahad BIAS)


Jawaban:

Bismillah, wallaikumsalam warahmatullah wabarokatuh

Sebagaimana firman Allah ta`alaa,”

لَهُۥ مُعَقِّبَٰتٌ مِّنۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِۦ يَحْفَظُونَهُۥ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ ۗ

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah.” (QS. Ar Ra’d: 11).

Dari ayat di atas dipahami bahwa setiap manusia ada beberapa malaikat yang menjaganya secara bergiliran di malam dan siang hari, dan ada pula beberapa malaikat yang mencatat amalan-amalannya.

Didapatkan malaikat yang menjaga secara bergiliran, yaitu malaikat hafazhah, baik menjaga badan maupun ruhnya, dari makhluk yang hendak berbuat buruk kepadanya seperti jin, manusia dan lainnya. Mereka juga menjaga semua amalnya.

Sebagaimana yang disebutkan di dalam kitab Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili ketika menjelaskan ayat di atas menjelaskan, “Baginya,” yaitu bagi manusia “ada yang selalu mengikutinya bergiliran,” dari kalangan malaikat, mereka silih berganti di malam dan siang hari “di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah,” maksudnya memelihara jasmani dan nyawanya dari setiap orang yang ingin berbuat buruk padanya. Mereka memelihara amalan-amalannya, selalu menyertainya terus menerus. Sebagaimana juga ilmu Allah meliputinya, maka Allah pun telah mengutus para malaikat penjaga kepada hamba-hambaNya, di mana hal itu menjadikan kondisi-kondisi dan amalan-amalan mereka tidak tersembunyi, juga tidak dilupakan sedikit pun darinya

Di dalam kitab Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, disebutkan di dalamnya,”

{ لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ }

“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah” barang siapa yang senantiasa menjaga Allah, niscaya Allah akan menjaganya bahkan sampai ketika binatang buas akan membahayakan dirinya, dan barang siapa yang selalu menyempitkan hak Allah, sungguh ia akan disempitkan pula di antara makhluk-Nya; bahkan dari sesuatu yang ia harapkan kebaikan darinya akan menjadi malapetaka baginya.

Juga Syaikh Shalih bin Abdullah bin Humaid di dalam kitab Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh menyebutkan,”

Dan setiap manusia memiliki malaikat-malaikat yang silih berganti untuk menjaganya, mereka menjaganya dengan perintah Allah dan menghitung segala amal perbuatannya, baik itu amal kebaikan maupun keburukan. Allah tidak mengubah kenikmatan yang diberikan kepada suatu kaum, melainkan jika mereka mengubah perintah Allah dengan melanggarnya. Dan jika Allah hendak menguji suatu kaum dengan musibah maka tidak ada yang mampu menghalangi hal itu, dan mereka tidak memiliki penolong selain Allah dalam mencari kebaikan atau menjauhi keburukan.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah () bersabda:

“Para malaikat malam dan para malaikat siang silih berganti menjaga kalian, dan mereka berkumpul pada shalat ashar dan shalat subuh. Kemudian malaikat yang menjaga pada malam hari naik ke langit, lalu Allah menanyai mereka -dan Allah lebih mengetahui tentang mereka-: “Bagaimana kalian tinggalkan hamba-hamba-Ku?” Mereka menjawab: “Kami meninggalkan mereka dalam keadaan shalat dan kami mendatangi mereka ketika mereka dalam keadaan shalat.” (Shahih Bukhari 13/426 no. 4729, kitab tauhid, bab firman Allah

تعرج الملائكة والروح إليه

dan diriwayatkan Imam Muslim dalam Kitab Shahihnya 1/439, kitab masjid-masjid, bab keutamaan shalat subuh dan ashar no. 632).

Sehingga dari penjelasan beberapa penafsiran di atas dapat dipahami bahwa ada para malaikat yang menjaga manusia, dari marabahaya yang telah Allah takdirkan, bila Allah takdirkan tidak terjadi maka atas izin Allah Malaikat tersebut yang akan menjaganya dan bila Allah takdirkan terjadi bahaya atas dirinya, maka malaikat tersebut akan menyingkir atas perintah Allah pula. Wallahu a’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
USTADZ MU’TASIM, Lc. MA. حفظه الله
Senin, 12 Shafar 1443 H/ 20 September 2021 M


Ustadz Mu’tashim Lc., M.A.
Dewan konsultasi Bimbingan Islam (BIAS), alumus Universitas Islam Madinah kuliah Syariah dan MEDIU
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Mu’tashim Lc., M.A. حفظه الله 
klik disini

Baca Juga :  Hukum Menerima Fee

USTADZ MU’TASIM, Lc. MA.

Beliau adalah Alumni S1 Universitas Islam Madinah Syariah 2000 – 2005, S2 MEDIU Syariah 2010 – 2012 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Syu’bah Takmili (LIPIA), Syu’bah Lughoh (Universitas Islam Madinah) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Taklim di beberapa Lembaga dan Masjid

Related Articles

Back to top button