Fiqih

Setelah Shalat, Sampai Kapan Imam Menghadap Jamaah?

Setelah Shalat, Sampai Kapan Imam Menghadap Jamaah?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan Setelah Shalat, Sampai Kapan Imam Menghadap Jamaah? selamat membaca.


Pertanyaan:

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ustadz. Izin bertanya.
Saat shalat berjama’ah sebagai imam, kita disunnahkan untuk menghadap jama’ah setelah selesai shalat. Pertanyaan saya, sebagai imam sampai kapan kita menghadap jamaah ustadz? Apakah sampai selesai dzikir atau bagaimana ustadz? Jazakallahu khairan

جزاك الله خيرا

(Dari Fulan Anggota Grup Whatsapp Sahabat BiAS)


Jawaban:

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du., selamat membaca.

Wa’alaikumussalam Warahmatullah Wabarakatuh

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam biasanya bila telah selesai shalat, setelah salam, beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam menghadapkan wajahnya yang mulia kearah jama’ah shalat (makmum), dan tidak terus menghadap kiblat, dasarnya adalah riwayat dari sahabat Samurah bin Jundab radhiallahu ‘anhu, ia menceritakan:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ إِذَا صَلَّى صَلَاةً أَقْبَلَ عَلَينَا بِوَجْهِهِ

Kebiasaan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bila selesai shalat, Beliau menhadapkan wajahnya kepada kami. (HR. Al-Bukhâri, no. 845).

Baca Juga :  Baru Belajar, Menjawab “Tak Tahu”, Menyembunyikan Ilmu?

Dalam riwayat lain, dari sahabat al-Barra’ bin ‘Azib radhiyallahu anhu, ia meriwayatkan kisah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam;

كُنَّا إِذَا صَلَّيْنَا خَلْفَ رَسُولِ الله صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ أَحْبَبْنَا أَنْ نَكُونَ عَنْ يَمِيْنِهِ يُقْبِلُ عَلَيْنَا بِوَجْهِهِ

Kami apabila shalat di belakang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam , kami lebih memilih di sebelah kanannya, karena beliau (setelah shalat) menghadapkan wajahnya yang mulia ke arah kami. (HR. Muslim, no. 709).

Setelah Shalat, Kapan Imam Menghadap Makmum?

Imam menghadap jama’ah shalat sesaat setelah salam, yaitu setelah membaca dzikir istighfar 3x dan doa “Allahumma antas salaam …”

Dari sahabat Tsauban radhiallahu’anhu, Rasul Shallallahu ‘alaihi Wasallam pernah bersabda:

كانَ رَسولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ، إذَا انْصَرَفَ مِن صَلَاتِهِ اسْتَغْفَرَ ثَلَاثًا وَقالَ: اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ، تَبَارَكْتَ ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ

“Biasanya Rasulullah Shallallahu ’alaihi wasallam jika selesai shalat, beliau beristighfar 3x, lalu membaca doa:

(Ya Allah Engkau-lah as salam, dan keselamatan hanya dari-Mu, Maha Suci Engkau wahai Dzat yang memiliki semua keagungan dan kemulian)” (HR. Muslim, no. 591).

Sampai Kapan Imam Menghadap Jamaah?

Dalam masalah ini ada keluasan, namun secara zahir, imam menghadap makmum sampai selesai zikir lebih diutamakan, karena beberapa catatan, di antaranya;

  1. agar makmum yang ketinggalan shalat berjama’ah (masbuk) tidak salah paham bahwa shalat belum selesai. Jika tidak mengubah posisi imam, bisa jadi makmum yang tertinggal begitu masuk shalat langsung duduk tasyahud. Padahal imam sedang dzikir,
  2. agar makmum dapat bangkit keluar dari shaf berjama’ah, di mana tidak dianjurkan bagi makmum bangkit keluar masjid sebelum imam menghadap kepadanya menurut salah satu pendapat terkuat,
  3. status imam telah selesai/gugur setelah dia mengucapkan salam. Sehingga tidak berhak lagi berada dalam posisi imam.

Juga mayoritas ulama menghukumi makruh, bila Imam menghadap kiblat selamanya, tetapi hendaknya dipersingkat sekadar membaca istighfâr tiga kali dan Allahumma antassalâm wa minkassalâm tabârokta ya dzal jalâli wal ikrâm, kemudian berpaling (menghadap jama’ah). Inilah yang sunnah (dianjurkan). (lihat Syarhul Mumti’, 4/305-306, disadur dengan ringkas).

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah pernah menjelaskan,

ولم يمكث مستقبِلَ القِبلة إلا مقدارَ ما يقولُ ذلك ، بل يُسرع الانتقالَ إلى المأمومين ، وكان ينفتِل عن يمينه وعن يساره

Beliau tidak lama ketika duduk menghadap kiblat (setelah shalat, pent) kecuali membaca dzikir yang pendek (yang telah disebutkan). Bahkan beliau segera berpindah ke barisan makmum. Beliau terkadang menghadap makmum dengan memutar ke sisi kanan atau terkadang ke sisi kiri. (lihat Zaadul Ma’ad, hal. 91).

Wallahu Ta’ala A’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Kamis, 19 Rabiul Akhir 1443 H/25November 2021 M


Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam

Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Fadly Gugul حفظه الله تعالى klik disini

Ustadz Fadly Gugul, S.Ag

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2012 – 2016 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Takhosus Ilmi di PP Al-Furqon Gresik Jawa Timur | Beliau juga pernah mengikuti Pengabdian santri selama satu tahun di kantor utama ICBB Yogyakarta (sebagai guru praktek tingkat SMP & SMA) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Dakwah masyarakat (kajian kitab), Kajian tematik offline & Khotib Jum’at

Related Articles

Back to top button