Selalu Mengedepankan Sikap Optimis bimbingan islam
Selalu Mengedepankan Sikap Optimis bimbingan islam

Selalu Mengedepankan Sikap Optimis

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang selalu mengedepankan sikap optimis.
selamat membaca.


Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga Allah senantiasa menjaga ustadz dan keluarga serta semua kaum muslimin dimanapun ia berada. Aamiin.

Ustadz mau nanya, terkait tentang “Tes MBTI 16 karakter kepribadian” yang marak akhir akhir ini, bagaimana hukumnya terkait hasil tesnya yang mencocoki dari hasil riset survey?
Apakah dibolehkan dan sama halnya seperti tes psikotes, dan tes tes lainnya, atau justru haram sama hal nya ramalan ramalan zodiak dan yang semisalnya?
Moga bisa terjawab ustadz. Jazakallah khaira.

(Disampaikan Fulanah di media sosial bimbingan islam)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Setelah memperhatikan beberapa informasi dari beberapa sumber terkait tes kepribadian yang pada kenyataannya membawa seseorang kepada pandangan dan arah tertentu seakan tidak ada pilihan selain itu, maka kami menyampaikan, bahwa sebaiknya tidak melakukan tes itu agar dirinya tidak ditimpa pesimis, di samping itu tes tersebut mirip ramalan zodiak yang menerangkan sifat dan keadaan seseorang yang akibatnya seseorang merasa pesimis, merendahkan dirinya, dan selainnya.

Baca:  Masih Tetap Harus Qadha' Puasa Meski Sudah Bayar Fidyah?

Oleh karena itu, sebagai bentuk wara (kehati-hatian) terhadap perkara haram hendaknya seseorang meninggalkannya. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اَلْحَلَالَ بَيِّنٌ, وَإِنَّ اَلْحَرَامَ بَيِّنٌ, وَبَيْنَهُمَا مُشْتَبِهَاتٌ, لَا يَعْلَمُهُنَّ كَثِيرٌ مِنْ اَلنَّاسِ, فَمَنِ اتَّقَى اَلشُّبُهَاتِ, فَقَدِ اِسْتَبْرَأَ لِدِينِهِ وَعِرْضِهِ, وَمَنْ وَقَعَ فِي اَلشُّبُهَاتِ وَقَعَ فِي اَلْحَرَامِِ

“Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas dan di antara keduanya ada masalah-masalah yang samar, yang tidak diketahui oleh kebanyakan orang. Barang siapa yang menjaga dirinya dari syubhat maka sungguh ia telah memelihara agama dan kehormatannya, dan barang siapa yang jatuh ke dalam syubhat maka ia akan jatuh kepada yang haram.”
(Hr. Bukhari dan Muslim)

Baca:  Allah Bersifat Bosan & Capek?

Beliau juga bersabda,

الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلَا تَعْجَزْ وَإِنْ أَصَابَكَ شَيْءٌ فَلَا تَقُلْ لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا وَلَكِنْ قُلْ قَدَّرَ اللَّهُ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ

“Orang mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah, namun pada keduanya ada kebaikan. Bersegeralah untuk mengerjakan yang memberikan manfaat buatmu dan mintalah pertolongan kepada Allah.
Janganlah bersikap lemah, jika kamu tertimpa sesuatu maka jangan katakan, “Kalau seandainya aku kerjakan ini dan itu tentu akan jadi begini dan begitu,” tetapi katakalah, “Allah telah takdirkan dan apa yang dikehendaki-Nya Dia perbuat,” karena kata ‘seandainya’ membuka pintu amal setan.”
(HR. Muslim)

Baca:  Apa Tingkat Hadits Puasa Di Hari Rabu, Kamis, Dan Jum'at?

Dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu anhu ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

لاَ طِيَرَةَ، وَخَيْرُهَا الفَأْلُ

“Tidak ada thiyarah (merasa sial dengan sesuatu), dan yang terbaik adalah fa’l (bersikap optimis).”

Para sahabat bertanya, “Apa itu fa’l?”

Beliau bersabda,

الكَلِمَةُ الصَّالِحَةُ يَسْمَعُهَا أَحَدُكُمْ

“Kata-kata yang baik yang didengar oleh salah seorang di antara kamu.”
(Hr. Bukhari dan Muslim)

Wallahu A’lam,
Wabillahittaufiq.

 

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Marwan Hadidi, M.Pd.I حفظه الله
Senin, 15 Dzulqadah 1441 H/ 06 Juli 2020 M



Ustadz Marwan Hadidi, M.Pd.I حفظه الله
Beliau adalah Alumni STAI Siliwangi Bandung & Pascasarjana di Universitas Islam Jakarta jurusan PAI.
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Mardan Hadidi, M.PD.I حفظه الله  
klik disini