Sikap Muslim Sejati Terhadap Wabah Corona Atau COVID-19 bimbingan islam
Sikap Muslim Sejati Terhadap Wabah Corona Atau COVID-19 bimbingan islam

Sikap Muslim Sejati Terhadap Wabah Corona Atau COVID-19

Para pembaca Bimbinganislam.com yang mencintai Allah ta’ala berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang sikap muslim sejati terhadap wabah corona atau covid-19.
selamat membaca.

Pertanyaan :

بسم اللّه الرحمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Semoga ustadz dan admin serta kita semua dijaga Allah.

Mengenai pandemi virus corona baru-baru ini. sebenarnya bagaimana sikap muslim yang sesuai al quran dan sunnah terhadap orang-orang kafir yang terkena bencana tersebut?
Karena memang tidak dipungkiri terlihat seperti azab yang terjadi setelah apa yang mereka lakukan terhadap muslim uyghur.

Apakah kita perlu menunjukkan keprihatinan? atau sebaliknya? atau kita hanya perlu diam dan mengakui dalam hati ini adalah azab? atau bagaimana yang merupakan akhlak yang baik dan benar?

(Disampaikan oleh Fulan, Sahabat BiAS)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du

Virus Corona tidak hanya menimpa negeri kafir, ia juga menimpa hampir seluruh negara negara di dunia, termasuk negeri-negeri kaum muslimin, termasuk negeri kita Indonesia.

Baca:  Penjelasan Ringkas Mudharabah atau Bagi Hasil

Adapun sikap kita terhadap keberadaan virus ini adalah kita hendaknya meyakini bahwa wabah tersebut bisa jadi merupakan azab dan hukuman dari Allah jika ia menimpa orang orang kafir dan ahli maksiat.

Akan tetapi tatkala ia menimpa seorang yang muslim, mukmin dan taat beribadah, penuntut ilmu Al Quran dan As Sunnah maka itu sebagai bentuk ujian dari Allah untuk meninggikan derajatnya.

Nabi shalallahu alaihi wa sallam bersabda dalam salah satu riwayat ;

عَنْ عَائِشَةَ -رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا-، أَنَّهَا قَالَتْ : سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الطَّاعُونِ، فَأَخْبَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” أَنَّهُ كَانَ عَذَابًا يَبْعَثُهُ اللَّهُ عَلَى مَنْ يَشَاءُ، فَجَعَلَهُ رَحْمَةً لِلْمُؤْمِنِينَ، فَلَيْسَ مِنْ رَجُلٍ يَقَعُ الطَّاعُونُ، فَيَمْكُثُ فِي بَيْتِهِ صَابِرًا مُحْتَسِبًا يَعْلَمُ أَنَّهُ لَا يُصِيبُهُ إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ، إِلَّا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ الشَّهِيدِ “

Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, bahwasanya dia berkata, Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang wabah (tha’un), maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan kepadaku :
“Bahwasannya wabah (tha’un) itu adalah azab yang Allah kirim kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah jadikan sebagai rahmat bagi orang-orang beriman.
Tidaklah seseorang yang ketika terjadi wabah, dia tinggal di rumahnya, bersabar dan berharap pahala (di sisi Allah) dia yakin bahwasanya tidak akan menimpanya kecuali apa yang ditetapkan Allah untuknya, maka dia akan mendapatkan seperti pahala syahid”.
(Sanadnya shahih sesuai dengan syarat Bukhari. Dikeluarkan oleh Bukhari : 3474, An-Nasa’i dalam As-Sunan Al-Kubra : 3527, Ahmad : 26139, dan lafadz ini adalah lafadz riwayat Ahmad).

Baca:  Imam Benar-Benar Lupa Wudhu Apakah Shalatnya Sah ?

Imam Ibnu Hajar Al Asqallani menyatakan tatkala menjelaskan makna hadits ini ;

اقتضى منطوقه أن من اتصف بالصفات المذكورة يحصل له أجر الشهيد وإن لم يمت

“Secara eksplisit hadits ini memberikan konsekuensi bahwa siapa yang memiliki kriteria sebagaimana tersebut dalam hadits ini maka ia akan mendapatkan pahala mati syahid meskipun ia tidak mati.”
(Fathul Bari ; 10/194).

Kita berdoa kepada Allah ta’ala agar lekas mengangkat wabah ini dari negeri-negeri kaum muslimin serta menganugrahkan kesyahidan bagi kaum muslimin baik yang sudah wafat maupun yang masih hidup. Serta agar Allah taala menganugrahkan bagi kita tambahan hidayah, kekuatan iman dan Islam.

BACA JUGA
Baca:  Apakah Boleh Adzan Dengan Dilagukan?

Semoga bermanfaat,
Wallahu ta’ala a’lam.

 

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Abul Aswad Al Bayati حفظه الله
Senin, 28 Rajab 1441 H / 23 Maret 2020 M



Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, BA.
Dewan konsultasi Bimbingan Islam (BIAS), alumni MEDIU, dai asal klaten
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Abul Aswad Al-Bayati حفظه الله  
klik disini