Hapuslah Jejak Dosa Jariyah Anda bimbingan islam
Hapuslah Jejak Dosa Jariyah Anda bimbingan islam

Hapuslah Jejak Dosa Jariyah Anda

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang hapuslah jejak dosa jariyah anda.
selamat membaca.


Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga Ustadz dan keluarga selalu dalam kebaikan dan lindungan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Ustadz, bagaimana jika ada seseorang yang menolak untuk menghapus foto temannya dengan alasan untuk kenangan. Apakah masih termasuk dosa jariyah?

(Disampaikan oleh Fulanah, penanya dari grup Hijrah Diaries Putri)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Bismillah walhamdu lillah wash shalaatu wassalaamu ‘ala Rasulillah wa ‘ala aalihi wa shahbihi waman waalaah.
Amma ba’du,

Taubat Masih Ada Untuk Kita

Termasuk rahmat Allah Tabaaraka wa Ta’ala adalah bahwa Allah menjadikan pintu taubat senantiasa terbuka bagi hamba-hambaNya. Pintu tersebut tidaklah tertutup hingga Matahari terbit dari arah barat dan sebelum ruh sampai kerongkongan. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;

ولا تنقطعُ الهجرةُ ما تُقُبِّلَتِ التَّوبةُ، ولا تزالُ التَّوبةُ مقبولةً حتَّى تطلُعَ الشَّمسُ منَ المغرِبِ، فإذا طلعَت طُبِعَ على كلِّ قَلبٍ بما فيهِ، وَكُفيَ النَّاسُ العَملَ

“Hijrah tidak akan terputus selama taubat masih diterima, dan taubat tetap diterima hingga Matahari terbit dari barat. Jika ia telah terbit (dari barat), maka dikuncilah setiap hati dengan apa yang ada di dalamnya dan dicukupkan bagi manusia amal yang telah dilakukannya.”
[Musnad Imam Ahmad (III/133) tahqiq Ahmad Syakir, beliau berkata, ‘Sanadnya Shahih’]

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;

إِنَّ اللهَ يَقْبَلُ تَوْبَةَ الْعَبْدِ مَا لَمْ يُغَرْغِرْ

“Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba selama ruhnya belum sampai ke kerongkongan.”
[Shahih Tirmidzi no. 3537 dengan derajat Hasan dari Sahabat Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu]

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman;

۞قُلۡ يَٰعِبَادِيَ ٱلَّذِينَ أَسۡرَفُواْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمۡ لَا تَقۡنَطُواْ مِن رَّحۡمَةِ ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَغۡفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًاۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلۡغَفُورُ ٱلرَّحِيم

“Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
[Surat Az-Zumar, Ayat 53]

Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan;

هَذِهِ الْآيَة الْكَرِيمَة دَعْوَة لِجَمِيعِ الْعُصَاة مِنْ الْكَفَرَة وَغَيْرهمْ إِلَى التَّوْبَة وَالْإِنَابَة وَإِخْبَار بِأَنَّ اللَّه تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَغْفِر الذُّنُوب جَمِيعًا لِمَنْ تَابَ مِنْهَا وَرَجَعَ عَنْهَا وَإِنْ كَانَتْ مَهْمَا كَانَتْ وَإِنْ كَثُرَتْ وَكَانَتْ مِثْل زَبَد الْبَحْر

“Ayat yang mulia ini merupakan seruan kepada para pembangkang dari kalangan orang-orang kafir dan yang lainnya agar bertaubat dan kembali kepada-Nya. Dan juga sebagai pemberitahuan bahwa Allah Tabaaraka wa Ta’ala mengampuni semua dosa bagi orang yang mau bertaubat kepada-Nya dan meninggalkan perbuatan-perbuatan dosanya, betapapun banyaknya dosa yang telah dilakukannya dan sekalipun banyaknya bak buih lautan.”
[Tafsir Ibnu Katsir]

Al Hasan Al Basri rahimahullah mengatakan tentang firman Allah Ta’ala;

إِنَّ ٱلَّذِينَ فَتَنُواْ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ وَٱلۡمُؤۡمِنَٰتِ ثُمَّ لَمۡ يَتُوبُواْ فَلَهُمۡ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمۡ عَذَابُ ٱلۡحَرِيقِ

“Sungguh, orang-orang yang mendatangkan cobaan (membunuh, menyiksa) orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan lalu mereka tidak bertaubat, maka mereka akan mendapat adzab jahannam dan mereka akan mendapat adzab (neraka) yang membakar.”
[Surat Al-Buruj, Ayat 10]

اُنْظُرُوا إِلَى هَذَا الكَرَمِ! عَذَّبُوا أَْوْلِيَاءَهُ وَفَتَنُوْهُمْ، ثُمَّ هُوَ يَدْعُوْهُمْ إِلَى التَّوْبَةِ

“Perhatikanlah olehmu kemurahan ini! mereka telah membunuh, menyiksa kekasih-kekasihNya. Walaupun demikian, Dia menyeru mereka untuk bertaubat dan meraih ampunan-Nya.”
[Tafsir Ibnu Katsir]

Hilangkan Jejak Dosa Jariyah

Maka bertaubat adalah tugas seumur hidup bagi seorang hamba. Bila anda mampu untuk menghilangkan bekas kemaksiatan maka lakukanlah. Dan bilamana tidak, maka perbanyaklah amal saleh, doakan kebaikan untuk orang-orang yang telah melihat foto anda, senantiasalah berhusnudzan kepada Allah bahwa pintu rahmat-Nya senantiasa terbuka, bahwa rahmat-Nya mendahului murka-Nya, dan perbanyaklah istighfar. Allah Ta’ala berfirman;

إِنَّ ٱلۡحَسَنَٰتِ يُذۡهِبۡنَ ٱلسَّيِّـَٔاتِۚ ذَٰلِكَ ذِكۡرَىٰ لِلذَّٰكِرِينَ

“Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan.”
[Surat Hud, Ayat 114]

Disebutkan dalam Tafsir Al Muyassar;

إنَّ فِعْلَ الخيرات يكفِّر الذنوب السالفة ويمحو آثارها

“Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik itu menghapus dosa-dosa yang telah lalu dan membersihkan bekas-bekasnya”.

Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَا مِنِ امْرِئٍ مُسْلِمٍ تَحْضُرُهُ صَلاَةٌ مَكْتُوبَةٌ فَيُحْسِنُ وُضُوءَهَا وَخُشُوعَهَا وَرُكُوعَهَا إِلاَّ كَانَتْ كَفَّارَةً لِمَا قَبْلَهَا مِنَ الذُّنُوبِ مَا لَمْ يُؤْتِ كَبِيرَةً وَذَلِكَ الدَّهْرَ كُلَّهُ

‘Tidaklah seorang muslim ketika tiba waktunya shalat wajib lalu ia membaguskan wudhunya, ia khusyu’ dalam shalatnya, dan menyempurnakan ruku’nya melainkan itu menjadi penghapus dosa-dosa sebelumnya selama tidak dilakukannya dosa besar, dan itu di keseluruhan masa.”
[HR. Muslim no. 228 dari Sahabat Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu.]

Allah Ta’ala berfirman;

فَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ بِالْعَشِيِّ وَالْإِبْكَارِ 

“Maka bersabarlah kamu, karena sesungguhnya janji Allah itu benar, dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Rabb-mu di waktu petang dan pagi.”
[Surat Ghafir, Ayat 55]

Dan dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu yang berkata,

إِنْ كُنَّا لَنَعُدُّ لِرَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمَجْلِسِ الْوَاحِدِ مِائَةَ مَرَّةٍ، رَبِّ اغْفِرْلِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ تَوَّابُ الرَّحِيْمُ

“Kami pernah menghitung bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di satu majelis mengucapkan 100 kali (ucapan), ‘Ya Rabb-ku, ampunilah aku dan aku bertaubat kepada-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.”
[HR. At-Tirmidzi, no. 3434, Abu Dawud no. 1516 dan Ibnu Majah no. 3814. Lihat Shahih Sunan at-Tirmidzi no. 2731].

BACA JUGA

Semoga bermanfaat.
Wallahu Tabaaraka wa Ta’ala A’lam.
Wa Akhiru da’waanaa anil hamdu lillahi Rabbil ‘aalamin.

 

Dijawab oleh:
Ustadz Fajar Basuki, Lc. حفظه الله
Senin, 15 Dzulqa’dah 1441 H/ 06 Juli 2020 M



Ustadz Fajar Basuki, Lc. حفظه الله
Beliau adalah Alumnus Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam and Arab (LIPIA) Jakarta
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Fajar Basuki, Lc. حفظه الله 
klik disini