Ibadah

Petaka Rusak Niat, Ibadah Ternoda Niat Duniawi

Petaka Rusak Niat, Ibadah Ternoda Niat Duniawi

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan: Petaka Rusak Niat, Ibadah Ternoda Niat Duniawi. Selamat membaca.


Pertanyaan:

Bismillah. Baarakallahu fiik Ustadz.

Akhir-akhir ini saya sering mengikuti info-info metode kesehatan terutama tentang menurunkan & mempertahankan berat badan. Kebanyakan menyarankan puasa.

Pertanyaan saya, apakah boleh saya meluruskan niat melakukan puasa Daud dengan mengharap pahala dari Allah sekaligus membayar hutang-hutang puasa yang dahulu belum terbayar.

Sedangkan pada awalnya saya terdorong untuk melakukan puasa itu untuk menjaga kesehatan.

شُكْرًا جزاك الله خيرا

(Dari Fulan Anggota Grup Whatsapp Sahabat BiAS)


Jawaban:

Membahas niat yang ikhlas berarti membicarakan dan mengkaji suatu amalan hati yang paling berat untuk dilakukan seorang manusia, karena besarnya dominasi ambisi nafsu manusia yang sangat bertentangan dengan keikhlasan dalam niat, kecuali bagi orang-orang beriman yang diberi kemudahan oleh Allah Ta’ala dalam semua kebaikan.

Di antara penyimpangan niat yang banyak menimpa manusia adalah terselipnya niat dan keinginan duniawi pada amal ibadah yang dikerjakan manusia. Perkara ini sangat berbahaya, di mana seseorang sering tidak menyadari terselipnya niat tersebut, padahal ini termasuk bentuk kesyirikan yang bisa menodai bahkan merusak amal kebaikan seorang hamba.

Ibadah Ternoda Dengan Niat Duniawi

Allah ‘Azza Wa Jalla berfirman:

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لا يُبْخَسُونَ. أُولَئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الآخِرَةِ إِلا النَّارُ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya kami berikan kepada mereka balasan amal perbuatan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Merekalah orang-orang yang di akhirat (kelak) tidak akan memperoleh (balasan) kecuali neraka dan lenyaplah apa (amal kebaikan) yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka lakukan.” (QS Huud: 15-16).

Dalam ayat yang lain,

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَاءُ لِمَنْ نُرِيدُ ثُمَّ جَعَلْنَا لَهُ جَهَنَّمَ يَصْلاهَا مَذْمُومًا مَدْحُورًا

Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa (balasan dunia) yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami inginkan, kemudian Kami jadikan baginya neraka Jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.” (QS. Al-Israa’: 18).

Di antara maksud dua ayat di atas; siapa saja yang menginginkan balasan duniawi dengan amal shaleh yang dilakukannya, maka Allah Ta’ala akan memberikan balasan duniawi yang diinginkannya jika Allah Ta’ala menghendaki, dan terkadang dia tidak mendapatkan balasan duniawi yang diinginkannya karena Allah Ta’ala tidak menghendakinya. (Lihat Kitab, “Fathul Majiid Syarh Kitabu Tauhid,” hal. 452).

Hukum Beramal Ibadah dengan Niat Dunia

Maka bagaimana hukumnya, jika seseorang beramal dengan sebuah ibadah tertentu, sejak awal niatnya adalah dunia semata?

Tentu dia telah jatuh dalam perbuatan syirik , dan hal ini sangat mengkhawatirkan sekali, sebab bisa mengeluarkan pelakunya dari agama Islam.

Wajib Merubah Niat dari Awal Ibadah

Menjawab pertanyaan saudara/i, semua ibadah itu hanya untuk Allah Ta’ala semata. Wajib bagi Anda untuk mengubah niat sejak awal untuk puasa, yaitu hanya untuk ibadah kepada Allah Ta’ala saja. Anda turun berat badan, sehat atau tidak, itu adalah urusan lain, tidak ada hubungan dengan penghambaan kepada Allah Ta’ala.

Jika sejak awal puasa, niatnya hanya untuk kesehatan saja, maka amalan ini tidak bernilai di sisi Allah Ta’ala, bahkan berdosa besar, serta tidak ada gunanya mengubah niat di pertengahan amal, karena asalnya sudah rusak niat.

Wallahu Ta’ala A’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Jumat, 6 Rabiul Akhir1443 H/ 12 November 2021 M


Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam

Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Fadly Gugul حفظه الله تعالى klik disini

Baca Juga :  Adakah Doa yang Disunnahkan Dibaca Saat Cuaca Sangat Dingin atau Panas?

Ustadz Fadly Gugul, S.Ag

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2012 – 2016 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Takhosus Ilmi di PP Al-Furqon Gresik Jawa Timur | Beliau juga pernah mengikuti Pengabdian santri selama satu tahun di kantor utama ICBB Yogyakarta (sebagai guru praktek tingkat SMP & SMA) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Dakwah masyarakat (kajian kitab), Kajian tematik offline & Khotib Jum’at

Related Articles

Back to top button