
ADA KHAMR DI SURGA, TAPI TIDAK MEMABUKKAN
Allah ta’ala berfirman tentang minuman di surga:
وَكَأۡسࣰا دِهَاقࣰا
“Dan gelas-gelas yang penuh berisi minuman” (QS an Naba: 34)
“Al Ka’s” adalah gelas minuman yang biasa digunakan untuk minum khamr. Adapun “Dihaaqa”, Ibnu Katsir rahimahullah meriwayatkan perkataan Ibnu Abbas radhiallahu anhu
قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: مَمْلُوءَةٌ مُتَتَابِعَةٌ
“Yaitu penuh dan terus berdatangan” (tafsir Ibnu Katsir)
Tentunya, khamr di surga tidaklah membawa keburukan dan rasa mabuk bagi yang meminumnya, sehingga yang tersisa adalah kelezatannya. Di ayat lain Allah berfirman
{ مَّثَلُ ٱلۡجَنَّةِ ٱلَّتِی وُعِدَ ٱلۡمُتَّقُونَۖ فِیهَاۤ أَنۡهَـٰرࣱ مِّن مَّاۤءٍ غَیۡرِ ءَاسِنࣲ وَأَنۡهَـٰرࣱ مِّن لَّبَنࣲ لَّمۡ یَتَغَیَّرۡ طَعۡمُهُۥ وَأَنۡهَـٰرࣱ مِّنۡ خَمۡرࣲ لَّذَّةࣲ لِّلشَّـٰرِبِینَ وَأَنۡهَـٰرࣱ مِّنۡ عَسَلࣲ مُّصَفࣰّىۖ
“Perumpamaan taman surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa; di sana ada sungai-sungai yang airnya tidak payau, dan sungai-sungai air susu yang tidak berubah rasanya, dan sungai-sungai khamr yang lezat rasanya bagi peminumnya, dan sungai-sungai madu yang murni.” [QS Muḥammad: 15]
SUASANA DAMAI DI SURGA & PENGHUNINYA
Kenikmatan yang kita rasakan, tentunya akan terasa lebih nikmat jika diiringi dengan kebersamaan & kedamaian. Begitulah penghuni surga satu sama lain. Allah ta’ala berfirman:
لَّا یَسۡمَعُونَ فِیهَا لَغۡوࣰا وَلَا كِذَّ ٰبࣰا (35)
“Di sana mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia maupun perkataan dusta”. (QS an Naba: 35)
Al Qurthubi rahimahullah berkata:
اللَّغْوُ: الْبَاطِلُ، وَهُوَ مَا يُلْغَى مِنَ الْكَلَامِ وَيُطْرَحُ، وَمِنْهُ الْحَدِيثُ: [إِذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ أَنْصِتْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَالْإِمَامُ يَخْطُبُ فَقَدْ لَغَوْتَ [وَذَلِكَ أَنَّ أَهْلَ الْجَنَّةِ إِذَا شَرِبُوا لَمْ تَتَغَيَّرْ عُقُولُهُمْ، وَلَمْ يَتَكَلَّمُوا بِلَغْوٍ، بِخِلَافِ أَهْلِ الدُّنْيَا. وَلا كِذَّاباً: تَقَدَّمَ، أَيْ لَا يُكَذِّبُ بَعْضُهُمْ بَعْضًا، وَلَا يَسْمَعُونَ كَذِبًا.
“Laghwu adalah perkataan yang batil/tidak berguna, yaitu ucapan yang tak dianggap dan dibuang karena tidak ada manfaatnya. Diantaranya disebutkan dalam hadis:
“Apabila engkau berkata kepada temanmu, ‘Diamlah!’ pada hari Jumat sementara imam sedang berkhutbah, maka sungguh engkau telah melakukan laghwu.”
Hal itu karena penduduk surga, ketika mereka minum khamr, akal mereka tidak berubah dan mereka tidak mengucapkan perkataan yang sia-sia, berbeda dengan penduduk dunia.
وَلَا كِذَّابًا — “dan tidak pula perkataan dusta.”
Penjelasannya telah disebutkan sebelumnya, yaitu mereka tidak saling mendustakan satu sama lain dan mereka tidak mendengar perkataan yang mengandung kedustaan”. (Tafsir Al Qurthubi)
BALASAN ALLAH ATAS AMAL MANUSIA
Allah ta’ala berfirman:
جَزَاۤءࣰ مِّن رَّبِّكَ عَطَاۤءً حِسَابࣰا (36) }
“Sebagai balasan dan pemberian yang cukup banyak dari Tuhanmu”. [QS An-Nabaʾ: 31-36]
Semua balasan terbaik & kenikmatan surga yang disebutkan sebelumnya adalah dari Allah, Rabb Yang menciptakan kita dan memberi taufik pada kita untuk melakukan kebaikan. Balasan tersebut bukan sekedar balasan yang sama, namun jauh lebih banyak dari amal yang dilakukan manusia. Jika seorang insan sujud seumur hidupnya , niscaya dia hanya berhak mendapatkan surga sepanjang umur hidupnya. Namun tidak demikian balasan Allah, amalan yang sedikit, diberikan balasan yang tak terhingga. Dengan rahmatNya, Allah pun memberikan balasan dengan balasan yang besar pada mereka.
As Sa’di rahimahullah berkata
وإنما أعطاهم الله هذا الثواب الجزيل [من فضله وإحسانه]. ﴿جَزَاءً مِنْ رَبِّكَ﴾ لهم ﴿عَطَاءً حِسَابًا﴾ أي: بسبب أعمالهم التي وفقهم الله لها، وجعلها ثمنا لجنته ونعيمها .
“Dan sesungguhnya Allah memberikan kepada mereka pahala yang besar ini semata-mata karena karunia dan kemurahan-Nya.
“Sebagai balasan dari Rabbmu kepada mereka,”
“sebagai pemberian yang cukup dan berlimpah.”
Yakni, disebabkan amal-amal mereka yang Allah beri taufik untuk mereka kerjakan, dan Allah jadikan amal-amal tersebut sebagai sebab untuk memperoleh surga-Nya dan kenikmatannya.”
Dalam hadits, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda
لَن يُدخِلَ أحَدًا عَمَلُه الجَنَّةَ. قالوا: ولا أنتَ يا رَسولَ اللهِ؟ قال: لا، ولا أنا، إلَّا أن يَتَغَمَّدَني اللهُ بفَضلٍ ورَحمةٍ؛ فسَدِّدوا وقارِبوا،
“Tidaklah amal seseorang akan memasukkannya ke dalam surga.”
Para sahabat bertanya, “Tidak juga engkau, wahai Rasulullah?”
Beliau ﷺ menjawab, “Tidak juga aku, kecuali karena Allah melimpahkan kepadaku karunia dan rahmat-Nya. Maka, berusahalah untuk berlaku lurus dan benar, serta mendekatilah kesempurnaan (sesuai kemampuan).” (HR Bukhari Muslim)
Semoga Allah senantiasa memberikan taufikNya pada kita dalam kebaikan sehingga kita pun dimasukkan dalam surgaNya.
Semoga bermanfaat baarakallahu fikum
Ditulis oleh Ustadz : Amrullah Akadhinta, S.T.