
Bagian #1
Para pembaca yang dimuliakan Allah, dalam Al Qur’an Allah ta’ala banyak menyebutkan tentang surga dan menjelaskan dengan detail kenikmatan di dalamnya. Di antara hikmahnya, agar seorang mukmin termotivasi melakukan berbagai macam amal shalih untuk mendapatkan surga dan kenikmatannya.
Seperti yang Allah sebutkan di akhir-akhir surat an Naba. Allah ta’ala berfirman:
{ إِنَّ لِلۡمُتَّقِینَ مَفَازًا (31) حَدَاۤىِٕقَ وَأَعۡنَـٰبࣰا (32) وَكَوَاعِبَ أَتۡرَابࣰا (33) وَكَأۡسࣰا دِهَاقࣰا (34) لَّا یَسۡمَعُونَ فِیهَا لَغۡوࣰا وَلَا كِذَّ ٰبࣰا (35) جَزَاۤءࣰ مِّن رَّبِّكَ عَطَاۤءً حِسَابࣰا (36) }
“Sungguh, orang-orang yang bertaqwa mendapat kemenangan, (yaitu) kebun-kebun dan buah anggur, dan gadis-gadis montok yang sebaya, dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman). Di sana mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia maupun (perkataan dusta). Sebagai balasan dan pemberian yang cukup banyak dari Tuhanmu”. [QS An-Nabaʾ: 31-36]
Dalam rangkaian ayat ini, Allah sebutkan nikmat surga dengan bermacam bentuknya. Masing-masing nikmat tersebut mewakili kenikmatan yang luar biasa. Insya Allah kita akan membahasnya dalam artikel ini.
BALASAN BAGI YANG BERTAKWA
Allah berfirman
{ إِنَّ لِلۡمُتَّقِینَ مَفَازًا
“Sungguh, orang-orang yang bertaqwa mendapat kemenangan,” (QS an Naba: 31)
Allah menyebutkan di ayat ini bahwa orang-orang yang bertaqwa akan mendapatkan balasan berupa tempat yang layak untuk orang-orang yang sukses, yaitu surga.
Aa Sa’di rahimahullah berkata dalam tafsirnya:
أي: الذين اتقوا سخط ربهم، بالتمسك بطاعته، والانكفاف عما يكرهه فلهم مفاز ومنجي، وبعد عن النار.
“Yaitu orang-orang yang takut kemurkaan Rabb mereka dengan senantiasa taat padaNya dan menjaga diri dari apa-apa yang Dia benci, maka akan mendapat tempat kesuksesan dan keberhasilan dan jauh dari neraka” (Tafsir as Sa’di)
Dalam tafsir Al Mukhtasar dijelaskan bahwa yang dimaksud adalah surga:
إن للمتقين ربهم بامتثال أوامره واجتناب نواهيه، مكانَ فوزٍ يفوزون فيه بمطلوبهم وهو الجنة.
“Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa kepada Rabb mereka dengan melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya, tersedia tempat kemenangan, yang di dalamnya mereka memperoleh apa yang mereka inginkan, yaitu surga.” (Tafsir Al Mukhtasar)
Ayat ini juga menunjukkan bahwa surga itu tidak didapat dengan santai-santai, namun didapatkan dengan perjuangan berupa ketakwaan. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
من خافَ أدلَجَ ، ومن أدلَجَ بلغَ المنزلَ ، ألا إنَّ سلعةَ اللَّهِ غاليةٌ ، ألا إنَّ سلعةَ اللَّهِ الجنَّةُ
“Barangsiapa yang takut, ia akan berangkat di awal malam. Dan barangsiapa yang berangkat di awal malam, ia akan sampai ke tempat tujuan. Ketahuilah, sesungguhnya barang dagangan Allah itu mahal. Ketahuilah, sesungguhnya barang dagangan Allah adalah surga.” (HR at Tirmidzi, dishahihkan Al Albani)
SUASANA & MAKANAN SURGA
Allah ta’ala berfirman:
حَدَاۤىِٕقَ وَأَعۡنَـٰبࣰا
“(yaitu) kebun-kebun dan buah anggur” (QS an Naba: 32)
Al Baghawi rahimahullah berkata: يُرِيدُ أَشْجَارَ الْجَنَّةِ وَثِمَارَهَا.
“Maksudnya pohon-pohon surga adalah taman dan buahnya adalah anggur” (Tafsir Al Baghawi)
Ibnu Asyur rahimahullah menjelaskan lebih detail:
والحَدائِقُ: جَمْعُ حَدِيقَةٍ وهي الجَنَّةُ مِنَ النَّخِيلِ والأشْجارِ ذَواتِ السّاقِ المَحُوطَةِ بِحائِطٍ أوْ جِدارٍ أوْ حَضائِرَ. والأعْنابُ: جَمْعُ عِنَبٍ وهو اسْمٌ يُطْلَقُ عَلى شَجَرَةِ الكَرْمِ ويُطْلَقُ عَلى ثَمَرِها.
“Al-hadaa’iq (الحدائق) adalah bentuk jamak dari hadīqah (حديقة), yaitu kebun yang ditanami pohon-pohon kurma dan pepohonan yang memiliki batang, yang dikelilingi oleh pagar, tembok, atau pembatas.
Sedangkan al-a‘naab (الأعناب) adalah bentuk jamak dari ‘inab (عنب), yaitu kata yang digunakan untuk menyebut pohon anggur, dan juga digunakan untuk menyebut buah anggur.”
Ini semua menggambarkan bagaimana indahnya suasana surga, berada di taman-taman yang indah dan membuat hati merasa tenang dan nyaman. Dari masa ke masa, manusia menamai tempat-tempat wisata dan healing dengan “taman”, bahkan komplek perumahan pun banyak disebut dengan “taman”, untuk menunjukkan keindahan & kenyamanan tempat tersebut.
Adapun anggur dan pohonnya adalah di antara buah yang disebut di surga. Di dunia, kita tahu buah anggur memiliki berbagai kelebihan. Rasanya segar, mudah dimakan, mudah dipetik dan mengandung banyak vitamin. Adapun anggur di surga, tentu jauh lebih baik daripada anggur dunia.
{ وَبَشِّرِ ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ أَنَّ لَهُمۡ جَنَّـٰتࣲ تَجۡرِی مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَـٰرُۖ كُلَّمَا رُزِقُوا۟ مِنۡهَا مِن ثَمَرَةࣲ رِّزۡقࣰا قَالُوا۟ هَـٰذَا ٱلَّذِی رُزِقۡنَا مِن قَبۡلُۖ وَأُتُوا۟ بِهِۦ مُتَشَـٰبِهࣰاۖ وَلَهُمۡ فِیهَاۤ أَزۡوَ ٰجࣱ مُّطَهَّرَةࣱۖ وَهُمۡ فِیهَا خَـٰلِدُونَ }
“Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, bahwa untuk mereka (disediakan) surga-surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai. Setiap kali mereka diberi rezeki buah-buahan dari surga, mereka berkata, Inilah rezeki yang diberikan kepada kami dahulu. Mereka telah diberi (buah-buahan) yang serupa. Dan di sana mereka (memperoleh) pasangan-pasangan yang suci. Mereka kekal di dalamnya.” [QS Al-Baqarah: 25]
TEMAN HIDUP DI SURGA
Allah ta’ala berfirman:
وَكَوَاعِبَ أَتۡرَابࣰا (33)
“dan gadis-gadis montok yang sebaya” (QS an Naba: 33)
Setelah menyebutkan tentang keindahan dan makanan surga, untuk lebih menyempurnakan kenikmatan, Allah sebutkan pula pendamping di surga berupa gadis-gadis yang menarik dan berumur sebaya.
Ath Thabari rahimahullah berkata menafsirkan ayat ini:
يقول: ونواهد في سنّ واحدة.
“Maknanya: wanita yang besar dadanya dan berumur sebaya.” (Tafsir ath Thabari)
Berapa umur penduduk surga? Dalam satu hadits dari Mu’adz bin Jabal radhiallahu anhu bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
يدخل أهل الجنة الجنة جرداً مرداً مكحلين أبناء ثلاثين أو ثلاث وثلاثين سنة
“Penduduk surga akan masuk ke dalam surga dalam keadaan kulit yang mulus, tidak berbulu, bercelak, dan berusia 30 atau 33 tahun.” (HR Tirmidzi, dishahihkan Al Albani)
SIAPA PASANGAN WANITA PENGHUNI SURGA?
Kalau laki-laki mendapatkan pasangan yang cantik di surga, maka bagaimana dengan wanita penduduk surga, siapa yang menemaninya? Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah pernah ditanya bagaimana pasangan para wanita di surga? Beliau rahimahullah menjawab:
Segala puji bagi Allah, Rabb seluruh alam. Allah Tabaraka wa Ta‘ala berfirman tentang kenikmatan penghuni surga:
وَلَكُمۡ فِیهَا مَا تَشۡتَهِیۤ أَنفُسُكُمۡ وَلَكُمۡ فِیهَا مَا تَدَّعُونَ (31) نُزُلࣰا مِّنۡ غَفُورࣲ رَّحِیمࣲ (32) }
“Dan bagi kalian di dalamnya apa saja yang kalian inginkan, dan bagi kalian di dalamnya apa saja yang kalian minta, sebagai hidangan dari Dzat Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Fushshilat: 31, 32)
Allah Ta‘ala juga berfirman:
وَفِیهَا مَا تَشۡتَهِیهِ ٱلۡأَنفُسُ وَتَلَذُّ ٱلۡأَعۡیُنُۖ وَأَنتُمۡ فِیهَا خَـٰلِدُونَ }
“Dan di dalamnya terdapat apa saja yang diinginkan oleh jiwa dan yang menyejukkan pandangan, dan kalian kekal di dalamnya.” (QS. Az-Zukhruf: 71)
Sudah diketahui bahwa pernikahan merupakan salah satu kenikmatan yang paling diinginkan oleh manusia. Karena itu, pernikahan juga terdapat di surga bagi para penghuni surga, baik laki-laki maupun perempuan.
Seorang wanita akan dinikahkan oleh Allah ta‘ala di surga dengan suaminya ketika di dunia. Sebagaimana Allah Ta‘ala berfirman:
{ رَبَّنَا وَأَدۡخِلۡهُمۡ جَنَّـٰتِ عَدۡنٍ ٱلَّتِی وَعَدتَّهُمۡ وَمَن صَلَحَ مِنۡ ءَابَاۤىِٕهِمۡ وَأَزۡوَ ٰجِهِمۡ وَذُرِّیَّـٰتِهِمۡۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلۡعَزِیزُ ٱلۡحَكِیمُ }
“Wahai Rabb kami, masukkanlah mereka ke dalam surga ‘Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka, dan orang-orang yang saleh di antara bapak-bapak mereka, istri-istri mereka, dan keturunan mereka. Sesungguhnya Engkau Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al Mukmin: 8)
Jika seorang wanita memiliki 2 orang suami ketika di dunia, maka pada hari kiamat ia diberi pilihan di antara keduanya untuk menjadi suaminya di surga.
Adapun jika seorang wanita tidak pernah menikah di dunia, maka Allah Ta‘ala akan menikahkannya dengan seseorang yang dengannya ia memperoleh ketentraman dan kesejukan pandangan di surga.
Jadi, kenikmatan di surga tidak hanya untuk laki-laki, tetapi juga untuk laki-laki dan perempuan. Salah satu bentuk kenikmatan tersebut adalah pernikahan.
Namun, mungkin ada yang bertanya: “Allah Ta‘ala menyebutkan hur ‘ain (bidadari) sebagai pasangan bagi laki-laki, tetapi mengapa Allah tidak menyebutkan pasangan bagi para wanita?”
Maka kita jawab: Allah menyebutkan para pasangan wanita untuk para lelaki karena laki-lakilah yang menjadi pihak yang mencari dan menginginkan wanita. Oleh karena itu, pasangan wanita disebutkan ketika berbicara tentang laki-laki di surga, sementara pasangan laki-laki bagi wanita tidak disebutkan secara khusus.
Namun, bukan berarti para wanita tidak memiliki suami. Mereka juga akan memiliki suami dari kalangan manusia (Bani Adam).
Link Fatwa Syaikh Ibnu Utsaimin :
Bersambung ke bagian #2
Ditulis oleh Ustadz : Amrullah Akadhinta, S.T.