Fawaid Hadits #199| Tiga ciri munafik merusak iman

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:
آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ
Tanda orang munafik ada tiga: apabila berbicara ia berbohong, apabila berjanji ia mengingkari, dan apabila diberi amanah ia berkhianat.
Riwayat lain:
وَإِنْ صَامَ وَصَلَّى وَزَعَمَ أَنَّهُ مُسْلِمٌ
“Walaupun ia berpuasa, shalat, dan mengaku sebagai muslim.”
[HR. Bukhari no 33, dan Muslim no 59, 107, 109. Hadits ini disepakati kesahihannya oleh Bukhari dan Muslim]
*Penjelasan Kosakata:*
Lafaz _“ayatun” «آيَةٌ»_ artinya tanda atau ciri. Lafaz _“akhlafa”«أَخْلَفَ»_ artinya sengaja menyalahi janji dengan niat tidak menepatinya sejak awal. Namun apabila ia berniat menepati janji, lalu ada halangan, maka ia tidak berdosa.
*Pelajaran yang Dapat Dipetik dari Hadits:*
- *Kemunafikan ada dua macam: kemunafikan dalam amalan dan kemunafikan dalam keyakinan.*
- *Peringatan keras terhadap dusta, ingkar janji, dan khianat.* Tiga sifat ini termasuk dosa besar dan termasuk ciri kemunafikan dalam amalan. Sifat ini umumnya akan menyeret pelakunya kepada kemunafikan dalam keyakinan, sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Al-Qayyim rahimahullah.
- *Ibadah lahiriah tidak cukup tanpa perbaikan batin.* Seseorang yang shalatnya, puasanya, dan pengakuan keislamannya tidak mencegahnya dari sifat munafik, maka hendaknya ia segera mengoreksi hati dan ibadahnya.
[Referensi utama : Kitab Riyadhus shalihin Wa ma’ahu hasyiyatul Fawaid. Hal. 178]
Wallahu a’lam
👤 Ditulis oleh Ustadz : Nurhadi Nugroho, Hafidzhohulloh