Musibah yang Berujung Nikmat

Musibah yang Berujung Nikmat

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Alhamdulillāh
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in.

Saudaraku sekalian yang mencintai sunnah dan dicintai oleh Alloh, tatkala musibah mendera, sering kali kita mengeluh dan bad mood, bahkan marah-marah. Padahal dibalik itu semua ada potensi nikmat yang besar jika kita bisa memanfaatkannya. Maka sebuah nasihat yang tampak klise; “Jangan berkecil hati & tetaplah berbaik sangka kepada Allah ta’ala”.

Percayalah, bila kita tabah menerima musibah tanpa keluh kesah sembari tetap berbaik sangka kepadaNya, niscaya Ia akan memberikan jalan keluar terbaik bagi kita. Bahkan, musibah tersebut dapat berubah menjadi nikmat. Lha kok?

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوفْ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الأَمَوَالِ وَالأنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ   {155} الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُواْ إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّـا إِلَيْهِ رَاجِعونَ {156} أُولَـئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَـئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.” Mereka itulah yang mendapatkan pujian dan rahmat dari Rabbnya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”  (QS Al-Baqarah 155-157)

Saudaraku..

Ummu Salamah rodhiallohu ‘anha pernah mengisahkan : Aku pernah mendengar Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa ditimpa musibah, selanjutnya ia berkata:

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أْجُرْنِى فِى مُصِيبَتِى وَأَخْلِفْ لِى خَيْرًا مِنْهَا

“Niscaya Alloh melimpahkan pahala kepadanya dalam musibah yang menimpanya itu dan menggantikannya dengan yang lebih baik dari apa yang telah sirna darinya.” Dan tatkala suamiku Abu Salamah meninggal dunia, akupun mengucapkan ucapan itu, sebagaimana yang diajarkan oleh Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam, dan ternyata Alloh menggantikanku dengan yang lebih baik dari Abu Salamah, yaitu Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam.” [HR Muslim 1532]

Dan benar, setelah masa ‘iddah Ummu Salamah selesai, Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam mengutus utusan untuk melamar Ummu Salamah untuk dijadikan sebagai istri beliau sholallohu ‘alaihi wasallam. Allahu Akbar! Maa Syaa Alloh..!! Benar-benar pengganti yang lebih baik kan??

Karena itu saudaraku sekalian yang mencintai sunnah dan dicintai oleh Alloh, mari kita praktekkan do’a ini saat musibah mendera kita…

Wallohu A’lam
Wabillahit Taufiq

Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله
(Dewan Konsultasi Bimbinganislam.com)

TAUSIYAH
Bimbinganislam.com

CATEGORIES
Share This

COMMENTS