KonsultasiManhaj

Menyikapi Perbedaan Fatwa Ulama di Masa Pandemi

Menyikapi Perbedaan Fatwa Ulama di Masa Pandemi

Pertanyaan:

Bagaimana menyikapi perbedaan fatwa ulama di masa pandemi?

Pandemi COVID-19 ini penyebarannya sangat cepat dan meluas sampai hampir keseluruhan belahan dunia. Sifat ini seperti sifat “al-Masih Dajjal”. Dengan cepatnya berpindah dan hampir seluruh belahan dunia terjamah. Fitnah ini terbilang dahsyat untuk saat ini.

Para ulama sunnah pun banyak terpecah. Ada yang berfatwa tetap sholat berjemaah ke masjid meskipun ada pandemi dan tetap merapatkan shaf, tidak menjaga jarak dan menggunakan masker.

Dan ada yang berfatwa mengikuti anjuran pemerintah untuk sholat di rumah saja atau sholat berjemaah di masjid dengan menjaga jarak. Apakah kemungkinan kita akan berdosa atau bermaksiat kepada Allah dan Rasulnya? Apabila kita mengikuti salah satu fatwa mereka dan ternyata salah/mereka rujuk?

Jawaban:

Menyoal Sikap Muslim Dalam Urusan Keumatan

Untuk berbicara masalah umum, apa pun bentuknya, bahkan urusannya telah meluas secara internasional seperti pandemi COVID-19 saat ini, sangat dibutuhkan sekali ilmu yang dalam dan menyeluruh, bukan berdasarkan perkiraan dan hawa nafsu, apatah lagi hanya sekadar kabar burung. Maka kembalikan semua urusan kaum muslimin kepada yang berhak, ahli, dan pakar di bidangnya, bukan sembarangan orang.
Allah Ta’ala berfirman:

وَإِذَا جَاءَهُمْ أَمْرٌ مِنَ الْأَمْنِ أَوِ الْخَوْفِ أَذَاعُوا بِهِ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَى أُولِي الْأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنْبِطُونَهُ مِنْهُمْ وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ لَاتَّبَعْتُمُ الشَّيْطَانَ إِلَّا قَلِيلًا

“Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalaulah mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil-amri (orang yang memegang urusan) di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil-amri). Kalaulah bukan karena karunia dan rahmat Allah kepada kalian, tentulah kalian mengikut setan, kecuali sebagian kecil saja (di antara kalian).” (QS. An-Nisa’: 83).

Ikut Bersama Keberkahan

Untuk persoalan agama, ikutilah para ulama kibar, ulama senior dari sisi umur dan ilmu, semoga Allah Ta’ala memberikan keberkahan di dalamnya.

Dari sahabat mulia Abdullah bin ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

الْبَرَكَةُ مَعَ أَكَابِرِكُمْ

“Keberkahan ada bersama orang-orang tua di antara kalian.” (HR. Ibnu Hibban no. 559. Ahli hadits Syaikh Al-Albani menghukumi derajat hadits ini ‘shahih’ dalam kitabnya Ash-Shahihah, no. 1778).

Keberkahan ada bersama pada orang-orang tua di antara kalian yang “kaki-kaki” mereka telah “tertancap” pada ilmu, yang masa belajarnya sangat lama untuk mendapatkannya, sehingga mereka memiliki kedudukan tinggi di antara umat, atas apa-apa yang Allah Ta’ala berikan kepada mereka berupa ilmu, hikmah, ketegaran, ketenangan dan kejelian dalam melihat akibat-akibat yang akan terjadi. Dan dari merekalah kita diperintahkan untuk mengambil ilmu.

Bertanya Kepada Ahli Dan Pakar

Bagaimana menyikapi perbedaan fatwa ulama di saat pendemi? Caranya adalah, jangan mudah termakan isu hoax, atau berita yang belum tentu kebenarannya. Tugas orang umum (awam) adalah cukup baginya fatwa ulama terpercaya yang ia ikuti, atau guru ahli yang ia belajar kepadanya.

Allah ‘Azza Wa Jalla berfirman dalam surat An-Nahl ayat 43 dan surat al-Anbiya ayat 7:

فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Maka tanyakanlah kepada orang yang berilmu, jika kamu tidak mengetahui”.

Ini adalah prinsip pokok ajaran Al-Qur’an yang jelas, yang memiliki pengaruh besar dalam meluruskan dan membimbing perjalanan manusia menuju Rabbnya, mengatur ibadah, muamalah, dan perilaku-perilakunya, serta mengetahui apa yang samar atau bermasalah baginya dalam urusan Agamanya.

Dia juga tidak boleh mengikuti pendapat agama yang termudah atau yang disukai nafsunya, atau merasa cocok dengan dengannya demi mencari keringanan atau ingin mengikuti syahwat karena kemudahannya. Ini tidak boleh!

Berusaha Mengikuti Petunjuk Wahyu

Allah Ta’ala berfirman :

اتَّبِعُوا مَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ وَلَا تَتَّبِعُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ ۗ قَلِيلًا مَا تَذَكَّرُونَ

“Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (daripadanya).” (QS. Al A’raf : 3)

Ayat yang mulia ini menjelaskan ‘dalil khithab’ Ikutilah -wahai manusia- kitab suci yang Rabbmu turunkan kepada kalian dan sunah nabi kalian.

Dan janganlah kalian mengikuti hawa nafsu orang-orang yang kalian lihat menjadi teman-teman setan atau pendeta-pendeta yang jahat. Janganlah kalian berteman dekat dengan mereka seraya meninggalkan kitab suci yang diturunkan kepada kalian demi mengikuti kemauan hawa nafsu mereka.

Sesungguhnya kalian jarang sekali mengambil pelajaran. Sebab, sekiranya kalian mau mengambil pelajaran tentu kalian akan lebih memilih kebenaran daripada yang lain. Dan tentu kalian pun akan mengikuti dan mengamalkan agama yang dibawa oleh rasul kalian dan meninggalkan agama lainnya. (lihat Tafsir al Muyassar dalam Surat Al A’raf ayat 3).

Semoga Allah Yang Maha Pemurah memberikan taufiq kepada semuanya.

Wallahu Ta’ala A’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Selasa, 29 Muharram 1443 H/ 7 September 2021 M


Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam

Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Fadly Gugul حفظه الله تعالى klik disini

Baca Juga :  Syarat Rujuk dan Nikah Ulang Setelah Talak Tiga

USTADZ FADLY GUGUL, S.Ag

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2012 – 2016 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Takhosus Ilmi di PP Al-Furqon Gresik Jawa Timur | Beliau juga pernah mengikuti Pengabdian santri selama satu tahun di kantor utama ICBB Yogyakarta (sebagai guru praktek tingkat SMP & SMA) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Dakwah masyarakat (kajian kitab), Kajian tematik offline & Khotib Jum’at

Related Articles

Back to top button