Pertanyaan

بسم اللّه الرحمن الر حيم

السلام عليكم ورحمةالله وبركاته

Ustadz, ana mau tanya
Ada seorang ibu yang mudah tersulut emosi, sedikit-sedikit menyalahkan anak bahkan terkadang mengucapkan doa/ kata -kata yang kurang baik untuk anaknya.

Kemudian bila beliau didiamkan, maka ibu tersebut selalu merasa paling benar. Bila diingatkan agar tidak mengeluarkan kata-kata buruk,  beliau kian bertambah emosi.

Dalam hal ini….
?Apakah doa buruk ibu tersebut tetap dikabulkan oleh Allah Ustadz?
?Apa yang harus dilakukan seorang anak dalam menghadapi ibu yang mudah emosi seperti ini?

Mohon pencerahannya Ustadz.  Jazakallahu khairan

(Sahabat BiAS T06 G-12)

Jawaban

Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh

Ini kasus sepihak ya, saya tidak mengetahui benar dan tidaknya kisah ini, atau terkadang beliau memiliki alasan kenapa beliau marah dengan alasan yang terkadang tidak bisa diterima akal si anak.

Kasus dua arah seperti ini harus ditimbang dari dua arah pula, info juga harus dari dua arah.

Ala kullin, sikap kita sebagai anak bagaimanapun keadaan orang tua kita, mereka tetap orang tua kita yang memiliki banyak fadhl/keutamaan serta memiliki banyak hak terhadap kita.

Terhadap akhlak buruk keduanya kita harus banyak-banyak bersabar, biarlah hati kita sakit, biarlah air mata kita berlinang, biarlah kita dicaci maki orang tua kita, biarlah hati kita teriris pedih, biarlah…, biarlah…

Niatkan itu semua demi untuk mentaati perintah Allah, untuk tidak durhaka terhadap kedua orang tua kita.

Dan ingatlah kelak dengan semua kesakitan ini, dengan semua kepedihan ini yang tidak lama, yang hanya sebentar, kelak Allah ta’ala akan menganugerahkan kepada kita anak-anak yang berbakti kepada kita, anak-anak yang juga bersabar saat kita murka, anak-anak yang tetap mencintai serta mendo’akan kita, bagaimanapun perilaku kita.

Belum lagi jika Allah ta’ala memasukkan kita ke dalam syurga karena bakti kita

Bersabar sebentar adalah sebuah kebijaksanaan dan kemenangan, semua akan terbayar lunas, tidak ada yg sia-sia, tidak ada pengorbanan yang tak berarti, kelak kita akan berbagia dan tidak ada penyesalan atas semua yang menimpa kita.

Namun ingat, tapi camkan baik-baik dan jangan dilupakan barang sejenak, sekali saja kita tidak bisa mengendalikan emosi kita ketika dimarahi orang tua sehingga kita berbuat atau berucap sesuatu yang membuat mereka kalah, terhina dan kita merasa puas lagi menang

Kelak Allah akan mengutus anak-anak kepada kita yang akan jauh lebih bengis memperlakukan kita dimasa kita tak lagi berjaya.

Saat itulah timbul penyesalan, dan penyesalan terbesar adalah saat kita menatap tempat kembali kita di neraka, serta saat menyandang gelar anak durhaka.

Tetap bertutur katalah yang baik dihadapan mereka…diamlah ketika mereka marah dan jangan dibantah ucapan mereka.

Do’akan keduanya dengan tulus ikhlas serta rasa cinta, jika tak ada rasa cinta dalam hati kita kepada mereka, ingat-ingatlahlah jasa kebaikan mereka kepada kita.

Ulurkan hadiah yang membuat mereka tersenyum, dan teruuuusss do’akan kebaikan agar Allah ta’ala menambahkan hidayah, kelembutan serta hikmah dan kasih sayang kepada keduanya, sebagaimana keduanya telah menyayangi kita di waktu kita kecil.

Apakah do’a buruk orang tua akan dikabulkan oleh Allah?. Tidak insyaAllah, jika orang tua mengucapkannya semena-mena padahal si anak tidak bersalah dan tetap berbakti kepada ibu bapaknya.

Wallahu a’lam

Dijawab dengan ringkas oleh :

Ustadz Abul Aswad Al-Bayati حفظه الله

Kamis, 02 Rabi’ul Awwal 1438 H / 01 Desember 2016 M