Berbakti Kepada Orangtua Kafir Yang Masih Hidup Dan Sudah Meninggal

Pertanyaan

بسم اللّه الرحمن الر حيم

السلام عليكم ورحمةالله وبركاته

Ustadz mau bertanya,

1. Amalan apa saja yang harus dilakukan seorang anak terhadap ibunya yang masih hidup tetapi kafir, selain mendoakan supaya mendapatkan hidayah dan membimbing untuk menjadi Islam?
Supaya dikatakan anak yang berbakti terhadap orang tuanya

2. Dan amalan apa yang harus dilakukan kepada ayahnya yang sudah meninggal tetapi kafir?

Mohon pencerahannya Ustadz

(Sahabat BiAS T06 G-XX)

Jawaban

Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh

Sama seperti bakti kita kepada orang tua pada umumnya, kekafiran ibu tidak menjadi penghalang bagi kita untuk berbakti kepadanya, menyayanginya, memuliakannya, memijit kakinya, mengulurkan hadiah kepadanya, mengunjunginya, membuatnya tersenyum bahagia, menuruti semua keinginannya selama tidak bertentangan dengan syariat Islam.

Allah berfirman :

وإن جاهداك على أن تشرك بي ما ليس لك به علم فلا تطعهما وصاحبهما في الدنيا معروفا واتبع سبيل من أناب إلي ثم إلي مرجعكم
فأنبئكم بما كنتم تعملون

“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS.  Lukman : 15).

Disebutkan pula bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan Asma’ bintu Abi Bakar untuk berbakti kepada ibunya yang kafir

وعن أسماء بنت أبي بكر رضي الله عنهما قالت : قدمت عليَّ أمي وهي مشركة في عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم فاستفتيتُ رسول الله صلى الله عليه وسلم ، فقلت : إن أمي قدمت وهي راغبة أفأصلها ؟ قال : ” نعم ، صِلي أمك ” .

“Dari Asma’ bintu Abi Bakar radhiyallahu ‘anhuma ia berkata :

Telah datang ibuku kepadaku di zaman Rasulullah shallalallahu ‘alaihi wa sallam, sedang ia masih musyrik.

Lantas aku bertanya pada beliau : Sesungguhnya ibuku datang dan dia rindu apakah aku boleh menyambung silaturahmi dengannya?

Beliau menjawab :  Iya, sambunglah tali kekerabatan terhadap ibumu”. (HR. Bukhari 2477, Muslim 1003)

Sedangkan ayah yang telah wafat dalam keadaan kafir, maka kita tidak boleh mendo’akannya. Maka dari itu bersungguh-sungguhlah dalam menyelamatkan ibu agar beliau berkenan masuk Islam dengan penuh kerelaan sebelum tiba datangnya ajal yang akan menutup semua peluang.

Wallahu a’lam

Dijawab dengan ringkas oleh :

Ustadz Abul Aswad Al-Bayati حفظه الله

Kamis, 02 Rabi’ul Awwal 1438 H / 01 Desember 2016 M

CATEGORIES
Share This

COMMENTS