Mencegah Kesyirikan Masuk ke Dalam Keluarga bimbingan islam
Mencegah Kesyirikan Masuk ke Dalam Keluarga bimbingan islam

Mencegah Kesyirikan Masuk ke Dalam Keluarga 

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang mencegah kesyirikan masuk ke dalam keluarga.
selamat membaca.

Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga Allah ‘Azza wa Jalla selalu menjaga ustadz dan keluarga,

Ustadz izin bertanya.
Apakah ada sumber artikel shahih bagaimana mengatasi kecurigaan syirik terhadap kita?
Kasusnya adalah mertua adik saya yang sepertinya melakukan syirik tersebut ke orang pintar (dukun dan semacamnya), karena tidak sengaja terceplos dari dia sendiri, bagaimana membantu adik saya terlepas dari kemungkinan pengaruh  sirih dan dukun tersebut secara shahih sesuai ajaran agama Islam?
apakah boleh melakukan ruqyah ustadz?

Mohon nasehatnya ustadz, jazaakumullohu khoiron.

(Disampaikan oleh Admin BiAS T07-G46)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Sebagaimana kita tahu bersama bahwa Tauhid adalah prioritas utama dalam dakwah, maka memulainya pun yang pertama dari keluarga, atau orang-orang terdekat kita. Alloh Ta’ala berfirman

وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ

“Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat”
(QS Asy-Syu’ara 214)

Ditempat lain Alloh menyerukan dengan tegas,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَة

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu”
(QS At-Tahrim 6)

Juga sesuai dengan sabda Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ 

“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya”
[HR Bukhori 844]

Semua dalil diatas menunjukkan tentang pentingnya dakwah pada keluarga, bahwa tanggung jawab kita kepada mereka bukan hanya nafkah dunia tapi juga keselamatan akhirat yang berujung pada surga.

Lalu bagaimana jika ada diantara keluarga yang tidak tersentuh dakwah, bahkan cacat dalam hal yang utama yakni syirik?
Tidak ada acara lain kecuali mendakwahinya, mendoakannya, dan memintanya untuk bertaubat.

Tapi dakwah pada keluarga bukan hal yang mudah apalagi kepada orangtua, lebih baik dimulai dengan pendekatan adab dan akhlaq yang baik, tabayyun dulu siapa tau ia melakukan hal tersebut karena jahil atau kebodohan ilmu agama.

Dan bagaimana agar adik anda tidak terpengaruh sihir serta dukun tersebut?
Tidak ada benteng terbaik kecuali ilmu, pahamkan keutamaan Tauhid padanya, pahamkan bahwa ahli ilmu itu lebih utama daripada ahli ibadah.

Apakah solusinya ruqyah?
Jika maksud ruqyah disini orang lain yang membacakan ayat-ayat suci kepadanya maka tidak tepat, sebab adik tidak sedang sakit, kesurupan, atau kena ‘ain.
Tapi jika maksud ruqyah disini adalah ruqyah mandiri Insya Alloh benar.

Bagaimana bentuk ruqyah mandiri atau ruqyah pribadi?
Ingatkan adik untuk merutinkan;

  1. Dzikir pagi petang
  2. Sholat malam
  3. Baca Quran
  4. Ikut dan dengan kajian
  5. Berkumpul dengan orang-orang sholih untuk menambah iman

Semoga Alloh jaga diri kita dan keluarga dari segala hal penyimpangan Tauhid.

Wallahu A’lam,
Wabillahittaufiq.

 

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله
Senin, 05 Sya’ban 1441 H/ 30 Maret 2020 M



Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI IMAM SYAFI’I Kulliyyatul Hadits, dan Dewan konsultasi Bimbingan Islam,
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله  
klik disini