Jalan Pintas Menuju Surga

Jalan Pintas Menuju Surga

Sebut saja si fulan…, safar ke kota seberang. Berhubung tidak tahu  rutenya, bingung mau ambil arah sebelah mana, ujung-ujungnya berhentiin kendaran, “Permisi  pak mau nanya rute nih!”.
Bahkan ia harus beberapa kali memutar balik kendaraannya karena terlewat satu gang atau salah jalan.

Sehingga perjelanannya tadi itu ditempuh dengan waktu yang lama dengan kondisi kelelahan.
Baru setelah tahu rutenya ia berucap, “Ternyata cuma 3 Km, gak jauh-jauh amat”
Pertanyaannya, berapa kali pembaca mengalami hal yang serupa?

Saudaraku…
Kurang lebih demikian analogi sederhananya.
Jarak yang dekat akan menjadi jauh  dan jarak yang jauh akan menjadi lebih jauh karena ketidak tahuan rute sebagaimana mengetahui rute itu merubah  jarak yang dekat menjadi lebih dekat dan singkat.

Lantas bagaimana dengan kita tatkala kita semua juga dalam perjalanan menuju surga?
Sudahkah kita tau rutenya? Rute tercepat, bahkan?
Karena tempat terakhir di akhirat kelak antara dua; surga atau neraka.
Sangat menyedihkan kalau tersesat dari surga dan masuk ke dalam neraka. Kesengsaraan bertindih kepedihan.
Akankah kita bersantai?

Saudaraku…
Nabi Muhammad shalallahu’alaihi wasallam telah menyerukan isyarat bahwa ada rute terpintas lagi sangat mudah menuju surga Allah. Yaitu tholabul Ilmi (menuntu ilmu)

?Sebagaimana hadits yang diriwayatkan  oleh Sahabat Abu Darda’ radhiallahu’anhu, bahwa Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam bersabda,

«من سلك طريقاً يبتغي فيه علماً سلك الله له به طريقاً إلى الجنة».

“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan tunjuki jalan ke surga baginya.” (Tuhfatul Akhwadzi no. 2682)

?Juga diriwayatkan oleh Sahabat Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Rasulallah shalallahu’alaihi wasallam bersabda,

«من سلك طريقاً يلتمس فيه علماً سهل الله له به طريقاً إلى الجنة»

“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan jalan ke surga baginya.” (HR. Muslim no. 4867)

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah menjelaskan:

“Jenis jalan yang dimaksud bersifat umum (segala wasilah yang menghantarkan kepada ilmu), baik itu

=》Jalan Hissiy (ditempuh menggunakan kedua kaki)
seperti; berangkat dari rumah menuju ke sekolah,  atau ke masjid atau ke halaqah ilmu dan semisalnya.
=》Jalan Maknawi (tercapainya sebuah pemahaman) seperti; talaqqi (berdiam diri mencermati guru secara tatap muka) Menghafal ilmu, mengulang hafalan, membaca buku ilmiah, penelitian ilmiah atau mendengarkan rekaman-rekaman ilmu dan seterusnya.”
Ilmu dunia atau agama?

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah melanjutkan:

“والمراد بالعلم هنا علم الشريعة وما يسانده من علوم العربية والتاريخ وما أشبه ذلك.
أما العلوم الدنيوية المحضة كالهندسة وشبهها فلا تدخل في هذا الحديث.”

“Ilmu yang dimaksud adalah ilmu syariah (agama) dan seperangkatnya termasuk ilmu bahasa arab, sejarah islam dsb. Adapun ilmu keduniaan seperti arsitektur dan yang semisal, tidak termasuk dalam kandungan hadits.” (Lihat Syarah Arbain An Nawaaiyyah Li Ibni Utsaimin 1/357-363)

DR. Khalid Al Muslih mengatakan:

وذلك أن الوصول إلى الله تعالى يكون بطرق كثيرة أقربها وأيسرها وأسهلها وأنجعها في إصابة المقصود ونيل المراد، أن يطلبه الإنسان من طريق العلم الذي جاءت به الرسل.

“Olehkarena itu, (ketahuilah) bahwasannya jalan menuju Allah berbilang banyak. Sedangkan jalan terpintas, termudah dan paling menyampaikan kepada tujuan adalah menuntut ilmu yang sesuai dengan ajaran para rasul.” (http://www.almosleh.com/ar/index-ar-show-29003.html)

Maka tidak sepatutnya kita berhenti menuntut ilmu, apalagi sampai mementingkan ilmu kedunian di atas  ilmu agama.
Atau bermalas- malasan setelah tahu rute tercepatnya. Apa gerangan yang membuat kita menunda-nunda?
Segera tempuh jalan pintasmu menuju jannah…!
? Semoga Allah menjadikan kita penuntut ilmu yang rabbani ?

–{Beranjak dari lontaran sebuah pertanyaan, berharap penanya juga diberi kebaikan yang melimpah}–

✍? Wisma Cinta Sedekah, Ragunan.
 Ahad 11 Muharrom 1439
Ustadz Fachrurozi
Mahasiswa Lipia Progam Takmili 1

CATEGORIES
Share This

COMMENTS