Puasa Asyuro Pada Hari Sabtu ?

Puasa Asyuro Pada Hari Sabtu ?
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ikhwan fillah mohon informasi berkenaan dengan puasa Asyuro di tahun ini. InsyaAllah 10 Muharram akan jatuh pada hari Sabtu 30 September 2017 , dimana ada dalil dalil yang shahih tentang larangan puasa di hari sabtu kecuali puasa wajib / Ramadhan. Apakah kita tetap melakukan shaum di hari tersebut atau hanya di 9 dan 11 Muharram saja

Jazakumullah Khayran

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Alhamdulillāh
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in.

Berkenaan dengan puasa Asyuro yang pada tahun 1439H ini jatuh pada hari sabtu besok, muncul keraguan tentang pengamalannya, dan sebab munculnya keraguan adalah karena hadits dari Abdulloh bin Bisr yang diriwayatkan oleh Ashhabus-Sunan kecuali Imam An-Nasai;

لا تَصُومُوا يَوْمَ السَّبْتِ إِلا فِيمَا افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ ، فَإِنْ لَمْ يَجِدْ أَحَدُكُمْ إِلا لِحَاءَ عِنَبَةٍ ، أَوْ عُودَ شَجَرَةٍ فَلْيَمْضُغْهُ

“Janganlah kalian berpuasa pada sabtu, kecuali untuk puasa yang Alloh wajibkan. Jika kalian tidak memilliki makanan apapun selain kulit anggur atau batang kayu, hendaknya dia mengunyahnya” [HR Tirmidzi 744, Abu Daud 2421, dan Ibnu Majah 1726]
Imam Tirmidzi mengatakan hadits ini adalah Hadits Hasan, beliau jg menjelaskan dalam Jami’ Tirmidzi mengenai sebab pelarangannya ;

هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ ، وَمَعْنَى كَرَاهَتِهِ فِي هَذَا أَنْ يَخُصَّ الرَّجُلُ يَوْمَ السَّبْتِ بِصِيَامٍ لأَنَّ الْيَهُودَ تُعَظِّمُ يَوْمَ السَّبْتِ

Hadis ini hasan. Makna larangan beliau  صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّم di sini adalah seseorang mengkhususkan puasa di hari sabtu. Karena orang yahudi mengagungkan hari sabtu.

Dsisi lain, islam pun melarang puasa di hari agungnya ummat islam, yaitu hari jum’at kecuali jika diiringi sehari sebelum atau setelahnya, sebagaimana dalam hadits Abu Huroiroh rodhiallohu ‘anhu dri Imam Bukhori & Muslim;

لا يَصُومَنَّ أَحَدُكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ إِلا يَوْمًا قَبْلَهُ أَوْ بَعْدَه

“Janganlah kalian melakukan puasa pada hari jumat saja, kecuali jika dia iringi dengan puasa sehari sebelumnya atau setelahnya” [Muttafaqun ‘Alaihi]

Hadits diatas menjelaskan tentang bolehnya berpuasa di hari setelah Jumat, yakni sabtu, sekaligus bantahan terhadap kesimpulan sebagian orang dari hadits Abdulloh bin Bisr yang menjelaskan bolehnya puasa pada hari sabtu untuk puasa wajib saja, alias puasa romadhon saja. Karena dalam hadits Abu Huroiroh tidak dikatakan dalam bulan romadhon.

Karenanya kita bisa simpulkan makna lafal hadits Janganlah kalian berpuasa pada sabtu, kecuali untuk puasa yang Alloh wajibkan
Adalah puasa yang Alloh & RosulNya syari’atkan, serta bukan dalam rangka mengagungkan hari sabtu sebagaimana kebiasaan Yahudi.

Jadi ketika didapati seseorang puasa pada hari sabtu karena bertepatan dengan puasa 2 bulan berturut-turut dalam rangka membayar kafaroh berhubungan intim siang hari saat romadhon, atau puasa daud yang jadwalnya bertepatan dengan hari sabtu, atau puasa asyuro esok yang juga bertepatan hari sabtu..

Bukanlah sesuatu yang salah, dan bukan dalam rangka melanggar hadits Nabi صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّم tentang larangan puasa pada hati sabtu. Itu semua lebih pada pengamalan syariat lain yg memang ada sumber hukumnya.

Kesimpulannya, pada tanggal 10 muharrom esok yang jatuh pada hari sabtu tetap dianjurkan untuk puasa.
Bagi yang ingin berpuasa sejak tanggal 9 muharrom boleh, sebagaimana Hadits Ibnu ‘Abbas

فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ

“Jika sampai tahun depan, Insya Alloh kita akan puasa tanggal 9 (Muharram)”  [HR Muslim 1916]

Pun bagi orang yang ingin berpuasa di tanggal 10 muharrom saja atau di hari sabtu esok juga boleh, sebab yang membuat kita puasa bukanlah hari sabtunya, melainkan 10 muharrom nya. Sesuatu yang ada dasarnya.

Wallohu A’lam
Wabillahit Taufiq

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Rosyid Abu Rosyidah , حفظه الله

Tanya Jawab
Bimbinganislam.Com

CATEGORIES
Share This

COMMENTS