Inilah Maksud Dari Walimatul ‘Urs

Inilah Maksud Dari Walimatul ‘Urs

Inilah Maksud Dari Walimatul ‘Urs

Pertanyaan:

بسم الله الرحمن الر حيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Afwan ustadz mau tanya maksud dari walimatul ‘urs itu apa ya ?
Mohon jawabanya…

جَزَاكَ الله خَيْرًا

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ditanyakan oleh Sahabat BiAS N08

Jawaban:

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ الله وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ الله

Alhamdulillāhi rabbil ālamīn

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi waman tabi’ahum bi ihsānin Ilā yaumil Qiyāmah. Amma ba’du

Afwan Wajazākallāh  khairan katsiran atas pertanyaan dan do’a yang antum sampaikan.

Kita memohon pertolongan kepada Allah, karena tanpa-Nya kita lemah, dan dengan pertolongan-Nya, perkara yang sulit pun bisa jadi mudah.

Maksudnya walimatul ‘urs adalah walimah atau pesta atau syukuran atau makan-makan yang diadakan setelah melaksanakan akad nikah, sebagai bentuk pengumuman bahwa ia telah melaksanakan pernikahan, sehingga tidak muncul prasangka yang tidak-tidak dimasyarakat.

Dan dalilnya tentang walimah adalah hadits Abdurrahman bin Auf radhiallāhu ‘anhu,

قَدِمَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ المَدِينَةَ فَآخَى النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ سَعْدِ بْنِ الرَّبِيعِ الأَنْصَارِيِّ فَعَرَضَ عَلَيْهِ أَنْ يُنَاصِفَهُ أَهْلَهُ وَمَالَهُ، فَقَالَ: عَبْدُ الرَّحْمَنِ بَارَكَ اللَّهُ لَكَ فِي أَهْلِكَ وَمَالِكَ دُلَّنِي عَلَى السُّوقِ، فَرَبِحَ شَيْئًا مِنْ أَقِطٍ وَسَمْنٍ، فَرَآهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، بَعْدَ أَيَّامٍ وَعَلَيْهِ وَضَرٌ مِنْ صُفْرَةٍ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «مَهْيَمْ يَا عَبْدَ الرَّحْمَنِ؟» قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، تَزَوَّجْتُ امْرَأَةً مِنَ الأَنْصَارِ قَالَ: «فَمَا سُقْتَ فِيهَا؟» فَقَالَ: وَزْنَ نَوَاةٍ مِنْ ذَهَبٍ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَوْلِمْ وَلَوْ بِشَاةٍ»

“Ketika Abdurrahman bin ‘Auf tiba di Madinah, Nabi shallallāhu ‘alaihi wa sallam mempersaudarakan dia dengan Sa’ad bin Ar Rabi’ Al Anshari, Sa’ad pun menawarkan membagi dua istri-istri dan hartanya.

Lantas Abdurrahman bin ‘Auf berkata; “Semoga Allah memberkahimu pada keluarga dan hartamu. Beritahukanlah pasarnya kepadaku.”

Lalu dia berjualan dan mendapat keuntungan dari berdagang minyak samin dan keju.

Setelah beberapa hari, Nabi shallallāhu ‘alaihi wa sallam melihatnya dalam keadaan mengenakan baju dan wewangian.

Maka Nabi shallallāhu ‘alaihi wa sallam bertanya kepadanya: “Bagaimana keadaanmu, wahai ‘Abdurrahman?”

Abdurrahman menjawab; “Aku telah menikah dengan seorang wanita Anshar.”

Beliau bertanya lagi: “Berapa jumlah mahar yang kamu berikan padanya?”

Abdurrahman menjawab; “Perhiasan seberat biji emas atau sebiji emas.”

Lalu beliau bersabda: “Adakanlah walimah (resepsi) sekalipun hanya dengan seekor kambing.”

Semoga pembahasan walimatul ‘urs ini bermanfaat, wa akhiru da’wanā anilhamdulillāhi  rabbil ālamīn

Wallāhu a’lam, Wabillāhittaufiq

Dijawab dengan ringkas oleh:
👤 Team Tanya Jawab Bimbingan Islam
📆 Selasa, 10 Rabi’ats Tsani 1440H / 18 Desember 2018M

CATEGORIES
Share This

COMMENTS