Penjelasan Pahala Meninggal di Hari Jumat

Penjelasan Pahala Meninggal di Hari Jumat

Penjelasan Pahala Meninggal di Hari Jumat

Para pembaca Bimbinganislam.com yang berakhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang pahala meninggal di hari jumat, selamat membaca.

Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ustadz, mau tanya,
yang dimaksud meninggal di hari jum’at itu dia tidak mendapat siksa (kubur), itu maksudnya hari jumat aja atau sampai hari kiamat?

جزاك الله خيراً

(Disampaikan oleh Fulan, Sahabat BiAS)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

إنِ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

Hadits – hadist yang berkaitan dengan keutamaan meninggal pada hari jumat, dipersilisihkan oleh para ulama, sebagian mereka ada yang melemahkannya, namun ada juga yang mengatakan haditsnya naik ke derajat hasan karena diperkuat oleh jalur yang banyak, sehingga bisa diyakini dan diamalkan.

Adapun makna dari hadits tersebut adalah terjaganya seseorang dari pertanyaan nanti di alam barzakh, sehingga selamat dari adzab kubur.

hadits tersebut redaksinya – ed

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلاَّ وَقَاهُ اللَّهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ

“Setiap muslim yang meninggal di hari jumat atau malam jumat, maka Allah akan memberikan perlindungan baginya dari fitnah kubur.”
(HR. Turmudzi 1074 dan dihasankan al-Albani)
Imam Al-Mubarakfury berkata :

 أي عذابه وسؤاله , وهو يحتمل الاطلاق والتقييد , والأول هو الأولى بالنسبة إلى فضل المولى , وهذا يدل على أن شرف الزمان له تأثير عظيم كما أن فضل المكان له أثر جسيم

maksudnya adalah: “Akan terjaga dari azab dan pertanyaan di alam kubur, ada kemungkinan selamanya, bisa juga dimaknai terikat dengan waktu, kemungkinan pertama (selamanya) lebih pas, melihat kepada kebaikan Allah ﷻ. Ini menunjukkan terkadang kemulian waktu bisa memberikan pengaruh kepada seseorang sebagaimana kemuliaan sebuah tempat.”
(Tuhfatul Ahwadzy: 4/150).

Namun, poin penting yang harus diingat, keistiqamahan dan keimanan seorang hambalah yang paling berperan dalam menyelamatkan dirinya dari azab Allah, maka kalau seandainya ada orang kafir, meninggal pada hari jumat, maka doa tidak masuk dalam hadits ini.

 

Wallahu a’lam,
Wabillahit taufiq.

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله
Selasa, 16 Muharram 1441 H / 16 September 2019 M



Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى 
klik disini

CATEGORIES
Share This

COMMENTS