FiqihKonsultasi

Imam Naik ke Rakaat Kelima, Makmum Bagaimana?

Imam Naik ke Rakaat Kelima, Makmum Bagaimana?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang mencintai Allah ta’ala berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang imam naik ke rakaat kelima, makmum bagaimana?
Selamat membaca.

Pertanyaan :

بسم اللّه الرحمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Semoga ustadz dan keluarga selalu dalam lindungan Allah dan diberi Rahmat Nya.

Ana mau bertanya, waktu itu ana ikut sholat ashar berjamaah di sekolah. Yang menjadi imam adalah guru di sekolah ana. Lalu sepertinya beliau lupa rakaat sholat, wallahu ta’ala a’lam.
Yang pasti di rakaat ketiga beliau mengulangi duduk diantara dua sujud, dan ana sebagai makmum mengikutinya (sudah sempat mengacungkan jari telunjuk).
Lalu beliau berdiri dan melanjutkan rakaat keempat, namun setelah itu beliau berdiri kembali. Jadi shalat asharnya 5 rakaat. Namun diakhir sebelum salam, beliau tidak sujud syahwi dan ana sebagai makmum juga mengikutinya.

Baca Juga :  Cara Ihram dan Umrah di Masa Pandemi

Pertanyaan ana, bagaimana hukum sholat yang ana kerjakan? Apakah dihukumi sah?

(Sahabat BiAS T10-046)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du

Seorang makmum yang yakin bahwa imam menambah rakaat sholat, tidak boleh dia mengukuti imam, wajib baginya untuk mengingatkan imam dan apabila imam tetap berdiri maka dia harus tetap duduk tahiyyat akhir dan menunggu imam dan salam bersama imam.

Jika makmun tersebut tetap  mengikuti imam ketika ke rakaat ke lima, maka batal sholatnya dan wajib dia ulangi, karena dia sengaja menambah rakaat sholat.

Berbeda halnya jika dia juga ragu seperti imam, maka dia tetap mengikuti imam, dan disyariatkan dia untuk sujud sahwi.

Bagaimana apabila imam dan makmum tidak sujud sahwi?
Maka tidak mengapa, karena sujud sahwi hukumnya sunnah, dan ini adalah madzhab syafi’i. Dalilnya adalah sabda rasululullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

…والسجدتان نافلة

“Dan sujud sahwi itu menjadi nafilah (mendapatkan pahala sunnah) untuknya.”
(HR. Abu dawud : 1024).

Wallahu a’lam

 

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله
Selasa, 17 Jumadal Akhirah 1441 H / 11 Februari 2020 M



Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى 
klik disini

Baca Juga :  Perbedaan Amalan Dan Pahala yang Terhapus

Ustadz Muhammad Ihsan, S.Ag., M.HI.

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2011 – 2015, S2 Universitas Muhammadiyah Surakarta Hukum Islam 2016 – 2021 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Dauroh Syaikh Sulaiman & Syaikh Sholih As-Sindy di Malang 2018, Beberapa dars pada dauroh Syaikh Sholih Al-’Ushoimy di Masjid Nabawi, Dauroh Masyayikh Yaman tahun 2019, Belajar dengan Syaikh Labib tahun 2019 – sekarang | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Kegiatan bimbingan islam

Related Articles

Back to top button