Hukum Mengkonsumsi Makanan Balut

Hukum Mengkonsumsi Makanan Balut

Terdapat pertanyaan masuk di BiASQA (forum tanya jawab member BiAS) mengenai hukum makan makanan Balut (makanan khas filipina berupa telur yang berisi embrio itik yang hampir sempurna bentuknya). Berikut penjelasannya:

Hukum Mengkonsumsi Makanan Balut

Tanya Jawab Grup WA Admin Akhwat Bimbingan Islam

Pertanyaan:

بسم اللّه الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمةالله وبركاته

Pertanyaan dari Sahabat BiAS;

Saya mau bertanya, bagi umat Muslim bagaimana hukumnya memakan balut (makanan khas filipina berupa telur yang berisi embrio itik yang hampir sempurna bentuknya)?

جَزَاك الله خَيْرًا

(Disampaikan: admin BiAS)

Jawaban:

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Alhamdulillāh, was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Sebagaimana ditanyakan bahwa Balut adalah kuliner ala Philipina yang disifati oleh banyak kalangan sebagai salah satu kuliner extrim karena menurut banyak orang itu adalah makanan yang menjijikan.

Disebutkan di dalam wikipedia definisi tentang Balut ini:

Balut (yang dalam bahasa Vietnam Trứng vịt lộn atau Hột vịt lộn, Pong tea khon dalam bahasa Kamboja) adalah telur itik atau ayam yang berisi embrio itik yang hampir sempurna yang direbus dan dimakan. Makanan ini sangat sering ditemukan di Asia Tenggara, seperti Filipina, Kamboja, dan Vietnam.

Makanan ini dipercayai sebagai afrodisiak dan dianggap berprotein tinggi, balut dapat ditemukan di toko kaki lima pada malam hari. Makanan ini kadang disajikan dengan bir. Dalam bahasa bahasa Tagalog dan bahasa Melayu (termasuk bahasa Indonesia), balut (balot) berarti membungkus.

Sumber: wikipedia

Dan status mengkonsumsi makanan ini telah dijelaskan oleh para ulama diantaranya disebutkan dalam salah satu fatwa:

لاحظنا عند زيارتنا لـ “الفلبين” أن أهل تلك البلاد ينتشر بينهم تناول وجبة غذائية يسمونها “بالتوت” ، وهي عبارة عن : بيض دجاج يوضع في حاضنات البيض حتى تخلق على شكل فرخ صغير بكامل صورته ، وقبل أن يفقس البيض بثلاثة أيام يطبخون البيض في الماء حتى ينضج ، ثم يكسرون البيض ويأكلون الفرخ الذي بداخله 

أفتونا في حكم أكل هذه الوجبة مأجورين 

الجواب

“إن كان الواقع كما ذكر : فإن الفرخ يعتبر ميتة لا يجوز أكله ؛ لأنه تخلَّق في البيضة ، وتحريم الميتة مما هو معلوم من الدين بالضرورة”

Artinya:

“Kami mendapati ketika berkunjung ke Philipina bahwa penduduk asli sana memperjual-belikan makanan yang diberi nama ’Balut.’ Ia adalah telur ayam yang diletakkan di mesin penetas telur sampai terbentuk sebuah janin unggas kecil yang sempurna.

Dan tiga hari sebelum menetas, mereka merebus telur ini di dalam air sampai matang. Kemudian mereka memecah telur dan memakan unggas kecil yang ada di dalam telur itu.

Berikanlah kami fatwa tentang status hukum mengkonsumsi makanan ini, semoga Allah senantiasa memberikan pahala kepada antum semua.

Jawab:

”Apabila kenyataanya sama seperti yang disebutkan, maka janin unggas kecil tadi statusnya sama seperti bangkai dan tidak boleh dimakan. Karena ia telah terbentuk menjadi unggas di dalam telur. Dan pengharaman bangkai di dalam agama kita adalah sesuatu yang sudah sangat difahami oleh semua kalangan.”

(Fatawa Al-Lajnah Ad-Da’imah : 22/305).

Wallahu a’lam, wabillahittaufiq.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Abul Aswad Al-Bayati حفظه الله
Senin, 14 Muharram 1440 H / 24 September 2018 M



Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, BA.
Dewan konsultasi Bimbingan Islam (BIAS), alumni MEDIU, dai asal klaten
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Abul Aswad Al-Bayati حفظه الله  
klik disini

CATEGORIES
Share This

COMMENTS