Faedah Hadist

Fawaid Hadist #51 | Manusia Termulia

Fawaid Hadist #51 | Manusia Termulia

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan serial fawaid hadist, Fawaid Hadist #51 | Manusia Termulia. Selamat membaca.


[div class=”fawaid-hadis”]

عَنْ أبي هُرَيْرَةَ رضي اللَّهُ عنه قال : قِيلَ : يا رسولَ اللَّهِ مَن أَكْرَمُ النَّاسِ ؟ قال : « أَتْقَاهُمْ » فقَالُوا : لَيْسَ عَنْ هَذا نَسْأَلُكَ ، قَالَ : « فيُوسُفُ نَبِيُّ اللَّهِ ابن نَبِيِّ اللَّهِ ابن نَبيِّ اللَّهِ ابنِ خَلِيلِ اللَّهِ » . قَالُوا : لَيْسَ عن هَذَا نَسْأَلُكَ ، قال : فعَنْ مَعَادِنِ الْعَرَب تسْأَلُونِي ؟ خِيَارُهُمْ في الْجاهِليَّةِ خِيَارُهُمْ في الإِسلامِ إذَا فَقُهُوا »

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, “Siapakah orang yang paling mulia?” “Yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa di antara mereka”, jawab Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Orang tersebut berkata, “Bukan itu yang kami tanyakan”. “Manusia yang paling mulia adalah Yusuf, nabi Allah, anak dari Nabi Allah, anak dari nabi Allah, anak dari kekasih-Nya”, jawab beliau. Orang tersebut berkata lagi, “Bukan itu yang kami tanyakan”. “Apa dari keturunan Arab?”, tanya beliau. Mereka menjawab, “Iya betul”. Beliau bersabada, “Yang terbaik di antara kalian di masa jahiliyah adalah yang terbaik dalam Islam jika dia itu fakih / paham agama.”

(HR. Bukhari, no. 3353, & Muslim, no. 2378)

[/div]

Faedah Hadist

Hadist ini memberikan faedah-faedah berharga, di antaranya;

1. Penjelasan bahwa sesungguhnya manusia yang paling mulia di sisi Allah Ta’ala adalah yang paling tinggi takwanya, yaitu dengan menunaikan berbagai kewajiban dan menjauhi maksiat. Bukanlah yang paling mulia dilihat dari kekayaannya yang megah atau berasal dari keturunan yang mulia.

2. Penjelasan tentang ragam manusia, ada yang mulia berdasarkan keturunan dan nasab, dan ada juga selain itu

3. Mulianya nasab itu akan diakui dan dimuliakan dalam Islam, bila disertai dengan ketakwaan dan rasa takut kepada Allah ‘Azza wa Jalla.

4. Manusia mulia dengan takwanya kepada Allah Ta’ala, banyak kebaikan dan kebajikannya di dunia dan tinggi derajatnya di akhirat.

5. Kemuliaan seorang insan yang bertakwa akan semakin bertambah, bila bapak, kakek dan nenek moyangnya juga berada dalam jalan ketakwaan yang sama.

6. Penjelasan tentang keutamaan Nabi Yusuf ‘alaihissalam, beliau mengumpulkan akhlak dan budi pekerti yang luhur, keutamaan risalah kenabian, dan berasal dari nasab yang mulia, serta cerdas dalam mengatur urusan kepemerintahan politik di bawah naungan wahyu.

7. Pelajaran berharga bahwa ilmu agama itu lebih mulia dari harta, jabatan, dan nasab di sisi Allah Yang Maha Berilmu.

8. Bagaimanapun mereka yang terbaik dalam kebaikan dan ranah kecerdasan itu akan maksimal potensinya jika berada pada jalan dan keadaan yang paling baik, bila semuanya dibarengi dengan pemahaman ilmu agama yang baik pula.

Wallahu Ta’ala A’lam.

Referensi: Syarah Riyadhus Shalihin karya Syaikh Shalih al Utsaimin rahimahullah dan Kitab Bahjatun Naadziriin Syarh Riyaadhish Shaalihiin karya Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilaliy.


[div class=”fawaid-hadis”]

Yuk dukung operasional & pengembangan dakwah Bimbingan Islam, bagikan juga faedah hadist ini kepada kerabat dan teman-teman.

“Demi Allah, jika Allah memberi hidayah kepada satu orang dengan sebab perantara dirimu, hal itu lebih baik bagimu daripada unta-unta merah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

*unta merah adalah harta yang paling istimewa di kalangan orang Arab kala itu (di masa Nabi ﷺ).

[/div]

Ustadz Fadly Gugul, S.Ag

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2012 – 2016 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Takhosus Ilmi di PP Al-Furqon Gresik Jawa Timur | Beliau juga pernah mengikuti Pengabdian santri selama satu tahun di kantor utama ICBB Yogyakarta (sebagai guru praktek tingkat SMP & SMA) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Dakwah masyarakat (kajian kitab), Kajian tematik offline & Khotib Jum’at
Back to top button