Faedah Hadist

Fawaid Hadist #189| “Pelajaran dari Terbukanya Tembok Ya’juj Ma’juj”

عَنْ أُمِّ المُؤْمِنِينَ أُمِّ الحَكَمِ زَيْنَبَ بِنْتِ جَحْشٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا: أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ دَخَلَ عَلَيْهَا فَزِعًا، يَقُولُ: «لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَيْلٌ لِلْعَرَبِ مِنْ شَرٍّ قَدِ اقْتَرَبَ، فُتِحَ اليَوْمَ مِنْ رَدْمِ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ مِثْلُ هَذِهِ»، وَحَلَّقَ بِأُصْبُعِهِ الإِبْهَامِ وَالَّتِي تَلِيهَا، فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، أَنَهْلِكُ وَفِينَا الصَّالِحُونَ؟ قَالَ: «نَعَمْ، إِذَا كَثُرَ الخَبَثُ». [البخاري (3346)، ومسلم (2880)]

Dari Ummul Mukminin Ummul Hakam Zainab bintu Jahsy radhiyallahu ‘anha, bahwa Nabi ﷺ masuk ke rumahnya dalam keadaan kaget dan gelisah sambil berkata: “Laa ilaaha illallah, celaka bagi bangsa Arab dari keburukan yang telah dekat. Hari ini telah dibuka dari bendungan Ya’juj dan Ma’juj sebesar ini.”_ Beliau membuat lingkaran dengan jari jempol dan jari telunjuknya. Aku bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah kita akan binasa padahal di antara kita ada orang-orang shalih?” Beliau menjawab: “Ya, jika keburukan dan kemaksiatan sudah merajalela.” (HR. Bukhari dan Muslim) 

Penjelasan Kata Sulit

  • Al-Khabats*: Perbuatan fasik, maksiat, dan kekejian.

Pelajaran Penting Dari Hadits Ini

1. Betapa terkejutnya Nabi ﷺ dan peringatan beliau kepada umatnya dari fitnah yang menyeluruh

Ini menunjukkan tanda kuatnya iman dan hidupnya hati beliau. Beliau sangat takut dan sangat peduli agar umatnya selamat dari fitnah dan pintu-pintunya.  

Hadits ini juga menjadi arahan bagi setiap mukmin: ketika fitnah datang dan mulai tampak, segeralah kembali kepada Allah dengan berdzikir, berdoa, dan mengakui sepenuhnya bahwa hanya Allah yang mengatur segala urusan. Dia-lah yang mengurus semua perkara sendirian, dan hanya kepada-Nya semua urusan dikembalikan.

2. Hadits ini berisi peringatan dan ancaman bagi bangsa Arab

Sebab mereka adalah pembawa panji Islam dan orang-orang pertama yang masuk Islam.  

Peringatannya adalah: jika fitnah sudah terjadi, maka kebinasaan akan datang lebih cepat kepada mereka.

3. Menjelaskan buruknya akibat maksiat, dan dorongan untuk mengingkarinya  

Juga peringatan bahwa jika maksiat sudah menyebar luas, itu bisa menyebabkan kebinasaan secara umum, meskipun masih ada orang-orang shalih di tengah mereka.

4. Peringatan keras bagi orang-orang berakal 

Bahwa jika perbuatan buruk dan keji sudah banyak terjadi di masyarakat dan tidak ada yang mengingkarinya, maka itu adalah jalan menuju kebinasaan mereka.

[Refrensi utama : Kitab Riyadhus shalihin Wa ma’ahu hasyiyatul Fawaid. Hal 170-171]

 Wallahu a’lam

👤 Ditulis oleh Ustadz : Nurhadi Nugroho hafidzhohulloh

Back to top button