Faedah Hadist

Fawaid Hadist #179| “Bijak Bertanya, Lurus Bersikap

وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ لَقِيَ رَكْبًا بِالرَّوْحَاءِ فَقَالَ: «مَنِ القَوْمُ؟» قَالُوا: المُسْلِمُونَ، فَقَالُوا: مَنْ أَنْتَ؟ قَالَ: «رَسُولُ اللهِ» فَرَفَعَتْ إِلَيْهِ امْرَأَةٌ صَبِيًّا فَقَالَتْ: أَلِهَذَا حَجٌّ؟ قَالَ: نَعَمْ، وَلَكِ أَجْرٌ 

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah ﷺ bertemu dengan suatu kafilah di Rauha’. Beliau bertanya: “Siapakah kalian?” Mereka menjawab: “Kaum Muslimin.” Lalu mereka balik bertanya: “Siapa Anda?” Beliau menjawab: “Rasulullah.” Kemudian seorang wanita mengangkat anak kecilnya kepada beliau dan bertanya: “Apakah anak ini mendapat pahala haji?” Beliau menjawab: “Ya, dan engkau mendapat pahala.” (HR. Muslim) 

Penjelasan kata:

Ar-Rauḥā’: sebuah tempat berjarak sekitar 36 mil dari Madinah ke arah Makkah.

*Pelajaran Penting dari Hadits ini*

  1. Pelajaran bagi seseorang untuk bertanya tentang hal yang tidak ia ketahui jika memang diperlukan. Sebagaimana Rasul ﷺ pernah bertanya kepada suatu kaum karena khawatir mereka adalah musuh yang akan berkhianat dan berbuat curang.
  2. Boleh menyebutkan kelebihan diri selama tidak untuk sombong, tapi sekadar memperkenalkan diri atau menjelaskan keadaan.
  3. Haji anak kecil sah, dan ia mendapat pahala. Namun, itu belum menggugurkan kewajiban haji ketika ia sudah baligh nanti.
  4. Para sahabat radhiyallahu ‘anhum sangat semangat dalam kebaikan, termasuk mengajak dan membiasakan anak-anak mereka untuk beribadah. 
  5. Mengajari anak untuk memanfaatkan adanya orang berilmu di tengah mereka

Wallohu a’lam
[Referensi utama : Kitab Riyadhus shalihin Wa ma’ahu hasyiyatul Fawaid. Hal 161-162]

 👤 Ustadz Nurhadi Nugroho

Back to top button