Tidak Sengaja Tertidur Padahal Sudah Niat Shalat Malam

Tidak Sengaja Tertidur Padahal Sudah Niat Shalat Malam

Tidak Sengaja Tertidur Padahal Sudah Niat Shalat Malam

Pertanyaan: 

Bismillāh.

Assalāmu’alaikum warahmatullāh wabarakātuh…

Ana mau tanya soal ibadah shalat sehari semalam 40 rakaat yang terdiri dari 17 rakaat sholat fardhu, 12 rakaat rowatib, dan 11 rakaat tahajud ditambah witir. Jika suatu waktu bangun untuk sholat malamnya terlambat /mendekati waktu subuh sehingga kita cuma bisa melakukan 7 rakaat saja, apakah 4 rakaat itu bisa ditutup dengan shalat dhuha atau shalat mutlak atau shalat sunnah lainnya?
Syukron wa Jazākallāhu khairan

Jawaban:

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in.

Wajazakallahu khairan katsiran atas pertanyaan dan do’a yang antum sampaikan,

Jika tidak sengaja tertidur padahal sudah berniat kuat untuk shalat malam sebelas rakaat, namun tidak sengaja terlewat waktunya karena capek, ngantuk dan lain sebagainya berupa unsur ketidak sengajaan diluar batas kemampuan, maka sudah mendapatkan pahala penuh dari apa yang diniatkan sebagaimana sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam berikut :

عن ابن عباس رضي الله عنهما، عن رسول الله صلى الله عليه وسلم فيما يرويه عن ربه تبارك وتعالى قال: فمن هم بحسنة فلم يعملها كتبها الله عنده حسنة كاملة، وإن هم بها فعملها كتبها الله عنده عشر حسنات إلى سبعمائة ضعف إلى أضعاف كثيرة، وإن هم بسيئة فلم يعملها كتبها الله عنده حسنة كاملة وإن هم بها فعملها كتبها الله سيئة واحدة

dari Ibnu Abbas radhiiallāhu ‘anhuma dari Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wa sallam berdasarkan apa yang beliau riwayatkan dari Rabbnya tabāraka wa ta’āla bersabda:

“Barangsiapa memiliki keinginan melakukan kebaikan akan tetapi tidak dia lakukan (karena udzur) maka Allah menulis di sisiNya kebaikan penuh. Dan jika dia memiliki keinginnan melaukan kebaikan, lantas benar-benar dia lakukan, Allah tulis di sisiNya sepuluh kali kebaikan, hingga 700 kali kebaikan hingga berlipat sangat banyak. Dan jika dia memiliki keinginan melakukan keburukan, namun tidak jadi dilakukannya, maka Allah tuliskan di sisiNya satu kebaikan. Dan jika dia memiliki keinginan buruk, kemudian benar-benar dilakukannya, Allah hanya akan menulis di sisiNya satu keburukan”.

HR Muslim : 131

Wallahu a’lam

Dijawab dengan ringkas oleh :
👤 Ustadz Abul Aswad Al Bayati حفظه الله

📆 Kamis, 12 Muharam 1438 H / 13 Oktober 2016

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS