Faedah Hadist

Fawaid hadist #148 | Berbagi Pahala Di Medan Jihad Fisabilillah

Fawaid hadist #148 | Berbagi Pahala Di Medan Jihad Fisabilillah

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan serial fawaid hadist, Fawaid hadist #148 | Berbagi Pahala Di Medan Jihad Fisabilillah. Selamat membaca.


[div class=fawaid-hadis]

وَعَنْ أَبِي سَعِيْدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، بَعَثَ بَعْثًا إِلَى بَنِي لِحْيَانَ مِنْ هُذَيْلٍ فَقَالَ: « لِيَنْبَعِثْ مِنْ كُلِّ رَجُلَيْنِ أَحَدُهُمَا وَاْلأَجْرُ بَيْنَهُمَا » رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

Dari Abu Said Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus pasukan tentera ke Bani Lihyan dari Kabilah Hudzail, baginda bersabda,

“Hendaknya tiap dua orang dalam satu keluarga, yang satu keluar, yang satu menjaga keluarganya, niscaya pahalanya dibagi antara keduanya.” (HR. Muslim, no. 1896).

[/div]

Faedah Hadist

Hadist ini memberikan faedah – faedah berharga, di antaranya;

  1. Tatkala perintah jihad telah dikumandangkan oleh pemimpin negeri tertinggi di sebuah wilayah tertentu, maka hendaknya tidak semua prianya berangkat ke medan juang fisabilillah. Harus ada orang yang menjaga dari dalam, memenuhi kebutuhan keluarga yang ditinggalkan, dan melindungi mereka jika ada serangan dari luar. Inilah keadilan syariat Islam yang melihat dari berbagai sisi sudut pandang dan menunjukkan kesempurnaannya.
  2. Dalam satu keluarga, orang yang berangkat jihad, ataupun yang tidak karena alasan menjaga keluarga dan memenuhi kebutuhan mereka, pahala mereka itu dibagi bersama, artinya yang tidak berangkat mendapat setengah pahala jihad.
  3. Wajibnya tolong menolong dalam menyukseskan jihad kaum muslimin ke medan juang fisabilillah dan berusaha memudahkan urusan mereka secara lahir maupun batin.
  4. Wajib menjaga keluarga para mujahidin, menjaga kehormatan mereka, serta mempermudah hajat hidup mereka selama masa perang sedang berlangsung.
  5. Keutamaan keluarga yang siap siaga dalam berjuang untuk meninggikan agama Allah Ta’ala.
  6. Setiap orang yang berpartisipasi dan ikut ambil bagian dalam kebajikan, maka baginya ada pahala dari Allah Ta’ala, dan kebaikan mereka tidak akan disia-siakan.
  7. Panglima tertinggi perang berhak memutuskan siapa saja yang berangkat perang dan siapa yang tinggal dan menjaga keamanan dalam negeri.

Wallahu Ta’ala A’lam.

Referensi Utama: Syarah Riyadhus Shalihin karya Syaikh Shalih al Utsaimin, & Kitab Bahjatun Naazhiriin Syarh Riyaadhish Shaalihiin karya Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilaliy.


[div class=fawaid-hadis]

Yuk dukung operasional & pengembangan dakwah Bimbingan Islam, bagikan juga faedah hadist ini kepada kerabat dan teman-teman.

“Demi Allah, jika Allah memberi hidayah kepada satu orang dengan sebab perantara dirimu, hal itu lebih baik bagimu daripada unta-unta merah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

*unta merah adalah harta yang paling istimewa di kalangan orang Arab kala itu (di masa Nabiﷺ).

[/div]

Ustadz Fadly Gugul, S.Ag

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2012 – 2016 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Takhosus Ilmi di PP Al-Furqon Gresik Jawa Timur | Beliau juga pernah mengikuti Pengabdian santri selama satu tahun di kantor utama ICBB Yogyakarta (sebagai guru praktek tingkat SMP & SMA) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Dakwah masyarakat (kajian kitab), Kajian tematik offline & Khotib Jum’at
Back to top button