Faedah Hadist

Fawaid Hadist #141 | Mempersiapkan Khutbah Dengan Sebaik-Baiknya

Fawaid Hadist #141 | Mempersiapkan Khutbah Dengan Sebaik-Baiknya

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan serial fawaid hadist, Fawaid Hadist #141 | Mempersiapkan Khutbah Dengan Sebaik-Baiknya. Selamat membaca.


[div class=fawaid-hadis]

وَعَنْ جَابِرٍ، رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِذَا خَطَبَ احْمَرَّتْ عَيْنَاهُ، وَعَلَا صَوْتُهُ، وَاشْتَدَّ غَضَبُهُ، حَتَّى كَأَنَّهُ مُنْذِرُ جَيْشٍ يَقُولُ:‏ «‏ صَبَّحَكُمْ وَمَسَّاكُمْ‏ » وَيقُولُ‏:‏ ‏« ‏بُعِثْتُ أَنَا وَلسَّاعَةُ كَهَاتَيْنِ ‏»‏ وَيَقْرِنُ بَيْنَ أُصْبُعَيْهِ اَلسَّبَابَةِ وَالْوُسْطَى، وَيَقُولُ‏:‏ ‏« ‏أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمَّدٍ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرّالْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ بِدْعَةِ ضَلَالَةٌ‏ » ثُمَّ يَقُولُ‏:‏ ‏« ‏أَنَا أَوْلَى بِكُلِ مُؤْمِنٍ مِنْ نَفْسِهِ‏.‏ مَنْ تَرَكَ مَالًا فَلأَهْلِهِ، وَمَنْ تَرَكَ دَيْنًا أَوْ ضَيَاعًا، فَإلَيَّ وَعَلَىَّ »‏ ‏رَوَاهُ مُسْلِم‏‌‏.‏

Dari Jabir radhiyallahu anhu dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berkhutbah maka kedua matanya matanya memerah, lantang suaranya dan kelihatan sangat marah seakan-akan baginda seorang panglima yang sedang memperingatkan pasukannya, beliau bersabda,

“Berhati-hatilah! Dari pagi sampai petang terhadap musuh yang mengancam kalian,” dan baginda bersabda, “Diutusnya aku dan hari kiamat seperti dua jari ini.” Baginda merapatkan antara dua jarinya yaitu jari telunjuk dan jari tengah.

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amma Ba’du, sesungguhnya sebaik-baiknya perkataan adalah Kitab Allah dan sebaik-baiknya petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sejelek-jeleknya perkara adalah perkara yang diada-adakan (dalam agama) dan setiap bid’ah itu adalah sesat,” kemudian beliau bersabda lagi, “Aku lebih utama bagi setiap mukmin dari dirinya. Barangsiapa yang meninggalkan harta, maka harta itu untuk keluarganya dan barangsiapa yang meninggalkan utang serta sesuatu yang hilang, maka akulah wali dan penanggung jawabnya.”

(HR. Muslim, no. 867).

[/div]

FAEDAH HADIST

Hadist ini memberikan faedah – faedah berharga, di antaranya;

  1. Semangatnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berkhutbah, suaranya lantang dan berwibawa. Beliau melakukan hal ini agar pengaruhnya lebih kuat terhadap jama’ah atau para pendengar khutbah, semuai ini untuk kemaslahatan. Jika tidak, maka sebagaimana telah diketahui bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling baik akhlaknya dan paling lembut perilakunya. Setiap tempat itu pasti ada bahasanya sendiri-sendiri, sesuaikan dengan situasi dan kondisi yang tepat.
  2. Khutbah atau ceramah itu hendaknya mampu menggerakkan hati dan mempengaruhi jiwa dalam setiap materi dengan retorikanya. Manfaatkan kesempatan itu dengan performa terbaik dan mempersiapkan khutbah dengan sebaik-baiknya untuk mendorong manusia semakin bertakwa kepada Allah Ta’ala.
  3. Diutusnya Rasul terakhir dan hari kiamat seperti dua jari, yaitu antara jari telunjuk dan jari tengah,” yakni di antara dua jari. Tidak ada celah di antara jari tengah dan telunjuk kecuali hanya sedikit, seukuran kuku atau setengahnya. Artinya bahwa masa (akhir) dunia ini begitu dekat, tidaklah jauh.
  4. Bahaya perkara bid’ah dalam agama, dan wajib bagi setiap muslim untuk memperingatkan umat akan mudaratnya bagi kehidupan beragama.
  5. Keagungan dan kemuliaan sifat kasih sayang dan cintanya Rasul terhadap umatnya.
  6. Disyariatkannya hukum waris sesuai dengan hukum Islam.
  7. Wajibnya para pemimpin muslim untuk memperhatikan anak-anak yatim dan orang-orang yang sangat lemah di antara mereka, serta mengambil kebutuhan pokok mereka dari _baitul mal_ (gudang harta) kaum muslimin.

Wallahu Ta’ala A’lam.

Referensi Utama: Syarah Riyadhus Shalihin karya Syaikh Shalih al Utsaimin, & Kitab Bahjatun Naazhiriin Syarh Riyaadhish Shaalihiin karya Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilaliy.


[div class=fawaid-hadis]

Yuk dukung operasional & pengembangan dakwah Bimbingan Islam, bagikan juga faedah hadist ini kepada kerabat dan teman-teman.

“Demi Allah, jika Allah memberi hidayah kepada satu orang dengan sebab perantara dirimu, hal itu lebih baik bagimu daripada unta-unta merah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

*unta merah adalah harta yang paling istimewa di kalangan orang Arab kala itu (di masa Nabiﷺ).

[/div]

Ustadz Fadly Gugul, S.Ag

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2012 – 2016 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Takhosus Ilmi di PP Al-Furqon Gresik Jawa Timur | Beliau juga pernah mengikuti Pengabdian santri selama satu tahun di kantor utama ICBB Yogyakarta (sebagai guru praktek tingkat SMP & SMA) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Dakwah masyarakat (kajian kitab), Kajian tematik offline & Khotib Jum’at
Back to top button