Faedah Hadist

Fawaid Hadist #140 | Bahaya Bid’ah Dalam Agama Islam

Pendaftaran Grup WA Madeenah

Fawaid Hadist #140 | Bahaya Bid’ah Dalam Agama Islam

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan serial fawaid hadist, Fawaid Hadist #140 | Bahaya Bid’ah Dalam Agama Islam. Selamat membaca.


[div class=fawaid-hadis]

عَنْ عَائِشَةَ، رَضِيَ اللهُ عَنْهَا، قَالَتْ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم‏ :‏ « ‏مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ.‏ » مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ‏‌‏.‏
وَفيِ رِوَايَةٍ لِمُسُلِمٍ: مَنْ عَمِلَ عمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ.

Dari Aisyah ­radhiyallahu ‘anha ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa membuat sesuatu yang baru dalam perkara kami (agama) ini yang tidak termasuk darinya, maka hal itu tertolak.”

(HR. Al-Bukhari, no. 2697 dan Muslim, no. 1718).

Dalam riwayat Muslim, “Barangsiapa melakukan perbuatan yang tidak kami perintahkan (maksudnya perintah agama) atasnya, maka perkara itu tertolak.”

[/div]

FAEDAH HADIST

Hadist ini memberikan faedah – faedah berharga, di antaranya;

  1. Maksud “Fi Amrina (Pada Perintah Kami)” dalam hadits ini adalah pada agama dan syariat Allah. Barangsiapa yang memperbaharuinya dengan sesuatu yang bukan bagian darinya, maka hal tersebut tertolak. Dalam hadits ini juga terdapat dalil yang sangat jelas bahwa ibadah jika tidak kita ketahui dari agama Allah secara jelas, maka ibadah tersebut tertolak.
  2. Faedah berharga dalam hadits ini bahwa segala sesuatu dalam ibadah itu harus berdasarkan ilmu, karena ibadah mencakup syarat dan rukunnya atau perkiraan terkuat. Jika seseorang tidak memiliki pengetahuan, seperti pada beberapa hal, Misalnya shalat, jika anda ragu pada bilangannya, sedangkan perkiraan anda tertuju (yakin) pada bilangan yang lain, maka laksanakanlah apa yang anda yakini. Ataupun pada bilangan thawaf yang tujuh kali putaran, jika ragu, maka laksanakanlah pada bilangan yang anda yakini. Demikian juga dalam thaharah (bersuci), jika anda yakin bahwa anda telah menyempurnakan wudhu, maka hal itu sudah cukup bagi anda.
  3. Syarat diterimanya amalan itu ada dua yaitu ikhlas dan ittiba’ (mengikuti tuntunan). Syarat ikhlas ini yang dibahas dalam hadits “innamal a’maalu bin niyaat”. Sedangkan ittiba’ ini yang dibahas dalam hadits kali ini. Hadits “innamal a’maalu bin niyaat” adalah timbangan untuk amalan batin, sedangkan hadits ini adalah timbangan untuk amalan lahiriyah.
  4. Kalimat “man ahdatsa” berarti mengadakan amalan yang baru dalam agama atau dikenal dengan istilah bid’ah.
  5. Secara asal semua bid’ah itu madzmumah (tercela), tidak diterima di sisi Allah Ta’ala. Sehingga pembagian bid’ah menjadi bid’ah hasanah dan bid’ah sayyi’ah atau membaginya menjadi lima sesuai dengan hukum taklif (wajib, sunnah, haram, makruh, dan mubah) adalah kurang tepat. Ditambah lagi dalam hadits lain yang sahih disebutkan celaan pada setiap macam _bid’ah_ di mana disebut “kullu bid’atin dhalalah”, setiap bid’ah itu sesat. Kata “kullu” di sini maknanya umum, artinya semua _bid’ah_ itu tercela.

Wallahu Ta’ala A’lam.

Referensi Utama: Syarah Riyadhus Shalihin karya Syaikh Shalih al Utsaimin, & Kitab Bahjatun Naazhiriin Syarh Riyaadhish Shaalihiin karya Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilaliy.


[div class=fawaid-hadis]

Yuk dukung operasional & pengembangan dakwah Bimbingan Islam, bagikan juga faedah hadist ini kepada kerabat dan teman-teman.

Demi Allah, jika Allah memberi hidayah kepada satu orang dengan sebab perantara dirimu, hal itu lebih baik bagimu daripada unta-unta merah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

*unta merah adalah harta yang paling istimewa di kalangan orang Arab kala itu (di masa Nabiﷺ).

[/div]

Ustadz Fadly Gugul, S.Ag

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2012 – 2016 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Takhosus Ilmi di PP Al-Furqon Gresik Jawa Timur | Beliau juga pernah mengikuti Pengabdian santri selama satu tahun di kantor utama ICBB Yogyakarta (sebagai guru praktek tingkat SMP & SMA) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Dakwah masyarakat (kajian kitab), Kajian tematik offline & Khotib Jum’at

Related Articles

Back to top button