Fawaid Hadist #118 | Agama Islam Itu Mudah
Fawaid Hadist #118 | Agama Islam Itu Mudah
Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan serial fawaid hadist, Fawaid Hadist #118 | Agama Islam Itu Mudah. Selamat membaca.
[div class=fawaid-hadis]
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِنَّ الدِّيْنَ يُسْرٌ، وَلَنْ يُشَادَّ الدِّيْنُ إِلَّا عَلَبَهُ فَسَدِّدُوْا وَقَارِبُوْا وَأَبْشِرُوْا، وَاسْتَعِينُوْا بِالْغَدْوَةِ وَالرَّوْحَةِ وَشَيْءٍ مِنَ الدُّلْجَةِ » رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ.
وَفِي رِوَايَةٍ لَهُ « سَدِّدُوا وَقَارِبُوا وَاغْدُوْا وَرُوْحُوا، وَشَيْءٌ مِنَ الدُّلْجَةِ، الْقَصْدَ الْقَصْدَ تَبْلُغُوا
.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
“Sesungguhnya agama (Islam) itu mudah, dan tidaklah agama itu dilakukan dengan memaksakan diri, melainkan akan mengalahkan pelakunya (tidak mampu melaksanakannya). Oleh karena itu, lakukan ibadah itu dengan lurus (benar, bersahaja, dan tidak berlebihan), mendekatlah pada kesempurnaan (lakukanlah semaksimal mungkin jika tidak sanggup menyempurnakannya) dan bergembiralah kalian, serta pergunakanlah waktu pagi, petang serta sebagian dari waktu malam (sebagai penopang untuk beribadah kepada Allah)!” (HR. Al-Bukhari, no. 39).
Dalam riwayat lainnya, “Lakukanlah ibadah itu dengan lurus (benar, bersahaja, dan tidak berlebihan), mendekatlah pada kesempurnaan (lakukanlah semaksimal mungkin jika tidak sanggup menyempurnakannya), pergunakanlah waktu pagi, petang dan sebagian dari waktu malam (sebagai penopang untuk beribadah kepada Allah) serta bersikaplah pertengahan (sederhana) niscaya akan sampai ke tujuan.” (HR. Al-Bukhari, no. 6463).
[/div]Faedah Hadist
Hadist ini memberikan faedah – faedah berharga, di antaranya;
1. Islam itu adalah agama yang mudah, tidak sulit dan sesuai dengan fitrah manusia. Allah ‘Azza wa Jalla menghendaki kemudahan kepada umat manusia dan tidak menghendaki kesusahan kepada mereka. Allah ‘Azza wa Jalla mengutus Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai rahmat.
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ
“Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS. Al-Anbiyaa/21: 107).
2. Allah ‘Azza wa Jalla menurunkan syariat Islam yang mulia untuk membimbing manusia kepada kemudahan, keselamatan, kebahagiaan dan tidak membuat manusia celaka, sebagaimana firman Allah Ta’ala :
مَا أَنزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لِتَشْقَىٰ إِلَّا تَذْكِرَةً لِّمَن يَخْشَىٰ تَنزِيلًا مِّمَّنْ خَلَقَ الْأَرْضَ وَالسَّمَاوَاتِ الْعُلَى
“Kami tidak menurunkan Al-Qur-an ini kepadamu (Muhammad) agar engkau menjadi susah; melainkan sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah), diturunkan dari (Allah) yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi.” (QS. Thaha/20: 2-4).
3. Setiap hamba bisa mengambil keringanan dan rukhshah pada tempatnya; misalkan Orang sakit tetap wajib shalat, tapi boleh sambil duduk atau berbaring jika tidak mampu berdiri. Apabila tidak ada air (untuk bersuci), maka dibolehkan tayammum. Bagi para musafir dianjurkan mengqashar (meringkas) shalat dan boleh menjama’ (menggabung) dua shalat apabila dibutuhkan, seperti shalat Zhuhur dengan ‘Ashar, dan Maghrib dengan ‘Isya’ dan contoh lainnya yang sangat banyak.
4. Sederhana dalam ibadah akan mengantarkan kepada keridaan Allah Ta’ala, langgeng dan terus-menerus dalam menjalankan peribadatan.
5. Kemudahan dalam ajaran Islam itu adalah yang sesuai tuntunan syariat, bukan keinginan dan paksaan dari hawa nafsu dan syubhat.
Wallahu Ta’ala A’lam.
Referensi Utama: Syarah Riyadhus Shalihin karya Syaikh Shalih al Utsaimin, & Kitab Bahjatun Naazhiriin Syarh Riyaadhish Shaalihiin karya Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilaliy.
[div class=fawaid-hadis]
Yuk dukung operasional & pengembangan dakwah Bimbingan Islam, bagikan juga faedah hadist ini kepada kerabat dan teman-teman.
“Demi Allah, jika Allah memberi hidayah kepada satu orang dengan sebab perantara dirimu, hal itu lebih baik bagimu daripada unta-unta merah.” (HR. Bukhari dan Muslim).
*unta merah adalah harta yang paling istimewa di kalangan orang Arab kala itu (di masa Nabiﷺ).
[/div]