https://socialbarandgrill-il.com/ situs togel dentoto https://dentoto.cc/ https://dentoto.vip/ https://dentoto.live/ https://dentoto.link/ situs toto toto 4d dentoto https://vlfpr.org/ http://jeniferseo.my.id/ https://seomex.org/ omtogel https://omtogel.site/ personal-statements.biz https://www.simt.com.mk/ https://www.aparanza.it/ https://vivigrumes.it/ https://interpolymech.com/ https://frusabor.com/ https://www.aparanza.it/ https://www.ibcmlbd.com/ https://uhra.com.ua/ https://www.newdayauctions.com/ https://chai-sacco.co.ke/
Fawaid Hadist #116 | Petunjuk Rasul Dalam Beribadah
Faedah Hadist

Fawaid Hadist #116 | Petunjuk Rasul Dalam Beribadah

Fawaid Hadist #116 | Petunjuk Rasul Dalam Beribadah

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan serial fawaid hadist, Fawaid Hadist #116 | Petunjuk Rasul Dalam Beribadah. Selamat membaca.


[div class=fawaid-hadis]

وَعَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: جَاءَ ثَلَاثَةُ رَهْطٍ إِلَى بُيُوْتِ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْأَلُوْنَ عَنْ عِبَادَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَلَمَّا أَخْبِرُوْا كَأَنَّهُمْ تَقَالَّوْهَا وَقَالُوا: أَيْنَ نَحْنُ مِنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ. قَالَ أَحَدُهُمْ: أَمَّا أَنَا فَأُصَلِّي اللَّيْلَ أَبَدًا، وَقَالَ الْآخَرُ: وَأَنَا أَصُوْمُ الدَّهْرَ أَبَدًا وَلَا أُفْطِرُ، وَقَالَ الْآخَرُ: وَأَنَا أَعْتَزِلُ النِّسَاءَ فَلَا أَتَزَوَّجُ أَبَدًا، فَجَاءَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَيْهِمْ فَقَالَ: « أَنْتُمُ الَّذِيْنَ قُلْتُمْ كَذَا وَكَذَا ؟ أَمَّا وَاللهِ إِنِّي لَأَخْشَاكُمْ لِلّٰهِ وَأَتْقَاكُمْ لَهُ لَكِنِّي أَصُومُ وَأُفْطِرُ، وَأُصلِّي وَأَرْقُدُ، وَأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ، فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّى » مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu dia berkata, “Ada tiga orang yang datang ke rumah-rumah isteri-isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menanyakan ibadah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Setelah disampaikan kepada mereka, seolah mereka menganggap ibadah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sedikit, seraya berkata, “Terlalu jauh perbedaan kita jika dibandingkan dengan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan dosa baginda telah diampuni baik yang telah lalu maupun yang akan datang,”
salah seorang di antara mereka berkata, “Saya akan shalat sepanjang malam untuk selamanya,” yang lain mengatakan, “Saya akan berpuasa dan tidak berbuka untuk selamanya,” yang lain lagi berkata, “Saya menjauhkan diri dari perempuan dan tidak akan menikah selamanya,”
kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam datang dan bersabda kepada mereka, “Kalian tadi yang berbicara begini dan begitu?” Demi Allah, sungguh aku adalah orang yang paling takut dan paling bertakwa kepada Allah di antara kalian, tetapi aku berpuasa dan berbuka, shalat dan tidur malam, aku juga menikahi wanita, barangsiapa yang benci sunnahku, maka ia bukan termasuk golonganku.”

(HR. Al-Bukhari, no. 5063 & Muslim, no. 1401).

[/div]

Faedah Hadist

Hadist ini memberikan faedah – faedah berharga, di antaranya;

1. Hadits ini sebagai dalil kewajiban setiap muslim untuk bersikap tengah-tengah dalam beribadah, bahkan dalam semua hal dalam hidupnya, karena jika kurang akan tertinggal dari banyak sunnah Nabi, sebaliknya jika berlebihan dia akan lemah dan akhirnya meninggalkannya. Dengan demikian setiap orang perlu berada di tengah-tengah antara dua titik ekstrim ini.

2. Jiwa kita itu labil, iman naik turun. Kita harus punya strategi untuk atur supaya iman kita tetap terjaga dalam kebaikan, salah satu nya adalah ketaatan itu sederhana (dalam ibadah dan berlaku adil dengan sikap pertengahan), dan patokan sederhana dalam ibadah itu ukurannya harus dengan petunjuk Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

3. Ancaman dari Nabi bagi siapa saja yang menyelisihi petunjuknya adalah bukan dari golongan umatnya Rasul

4. Asal ibadah itu adalah tauqifiy, yaitu mengikuti petunjuk yang ada saja, maka tidak boleh dengan pendapat pribadi atau hawa nafsu.

5. Patokan ibadah itu bukan pada banyaknya amal, tapi pada kesesuaian semua itu dengan petunjuk Rasul yang mulia.

Random Ad Display

6. Hal-hal yang asal hukumnya mubah atau sunnah bisa menjadi tidak boleh dan terlarang bila keluar dari pakem dan rambu-rambu agama.

7. Semangatnya sebagian sahabat dalam beramal shaleh, tetap masih perlu terus dibimbing oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Wallahu Ta’ala A’lam.

Referensi Utama: Syarah Riyadhus Shalihin karya Syaikh Shalih al Utsaimin, & Kitab Bahjatun Naazhiriin Syarh Riyaadhish Shaalihiin karya Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilaliy.


[div class=fawaid-hadis]

Yuk dukung operasional & pengembangan dakwah Bimbingan Islam, bagikan juga faedah hadist ini kepada kerabat dan teman-teman.

Demi Allah, jika Allah memberi hidayah kepada satu orang dengan sebab perantara dirimu, hal itu lebih baik bagimu daripada unta-unta merah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

*unta merah adalah harta yang paling istimewa di kalangan orang Arab kala itu (di masa Nabiﷺ).

[/div]

Ustadz Fadly Gugul, S.Ag

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2012 – 2016 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Takhosus Ilmi di PP Al-Furqon Gresik Jawa Timur | Beliau juga pernah mengikuti Pengabdian santri selama satu tahun di kantor utama ICBB Yogyakarta (sebagai guru praktek tingkat SMP & SMA) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Dakwah masyarakat (kajian kitab), Kajian tematik offline & Khotib Jum’at

Artikel Terkait

Back to top button