FiqihKonsultasi

Diminta Berfoto Oleh Keluarga, Teman, Atau Kolega

Metode Mendidik Siswa & Peran Negara Dalam Memuliakan Guru

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang Diminta Berfoto Oleh Keluarga, Teman, Atau Kolega, selamat membaca.


Pertanyaan:

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Jika saya bertemu teman atau keluarga, atau juga misal sedang berada di tengah suatu acara, dan diminta berfoto bersama atau beramai-ramai, apakah saya ikut berfoto atau tidak, ustadz?
Meskipun saya Berhijab Syar’i (tapi belum berniqab), artinya wajah saya akan terpampang jika mereka meng-uploadnya ke sosial media.
Ataukah saya menutup wajah dengan tangan, jika jawaban ustadz nanti adalah membolehkan berfoto? Jika jawaban ustadz nantinya adalah tidak boleh, maka apakah berfoto dengan sesama wanita saja juga tidak dibolehkan, ustadz?
جزاك اللهُ خيراً

(Ditanyakan Oleh Mahad Bimbingan Islam)


Jawaban:

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

Bagi wanita, maka hindari berfoto. Hal ini banyak mengantarkan kepada prilaku-prilaku yang tidak baik di kemudian hari karena bermudah-mudahan dalam berfoto. Apakah para wanita itu tidak takut akan terkena dosa jariyah yang ditimbulkannya karena memancing syahwat orang lain?

Padahal Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam telah mengatakan bahwa wanita itu aurat,

المرأة عورة ، فإذا خرجت استشرفها الشيطان

“Wanita adalah aurot. Jika ia keluar, syetan memperindahnya” [HR. Tirmidzi, no. 1173].

Maka tidak peduli wanita itu memakai jilbab atau tidak, setan akan membuatnya nampak indah dan menggiurkan di mata para lelaki. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menegaskan pada kita semua,

لا تكونوا عون الشيطان على أخيكم

“Janganlah kalian menjadi penolong setan untuk menggoda saudara kalian” [HR. Bukhari, no. 6781]

Juga, tidak takutkah ia dari ‘ain orang lain yang hasad padanya?

Berapa banyak orang yang sakit -mulai penyakit ringan sampai berat- setelah bermudah-mudahan mengumbar foto, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda dalam hadits Jabir bin Abdillah,

أكثرُ مَن يموت بعدَ قضاءِ اللهِ وقَدَرِهِ بالعينِ

“Mayoritas penyebab kematian pada umatku setelah takdir Allah adalah ‘ain” [HR Al-Bazzar III/404, Shahihu Al-Jami’ 1206].

Anda harus punya prinsip dalam hal ini, tidak bermudah-mudahan dalam berfoto, agar kedepannya orang lain akan paham bahwa anda tidak suka berfoto, dan di zaman sekarang hampir tidak ada foto kecuali disebar dan orang lain boleh lihat. Walaupun sudah di-private sekalipun.

Baca selengkapnya:
https://bimbinganislam.com/nasehat-bagi-wanita-yang-mengupload-foto-diri-di-media-sosial-dan-para-ne…

Wallahu Ta’ala A’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Fadly Gugul, S.Ag. حافظه الله

Ustadz Fadly Gugul, S.Ag

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2012 – 2016 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Takhosus Ilmi di PP Al-Furqon Gresik Jawa Timur | Beliau juga pernah mengikuti Pengabdian santri selama satu tahun di kantor utama ICBB Yogyakarta (sebagai guru praktek tingkat SMP & SMA) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Dakwah masyarakat (kajian kitab), Kajian tematik offline & Khotib Jum’at
Back to top button