Fiqih

Bolehkah Shalat Jumat Sendiri Karena Bekerja di Kapal?

Bolehkah Shalat Jumat Sendiri Karena Bekerja di Kapal?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan bolehkah shalat jumat sendiri karena bekerja di kapal? Selamat membaca.


Pertanyaan:

Assalammualaikum. Saya mau tanya tentang hukum shalat jumat sendirian karena pekerjaan saya yang tidak memungkinkan untuk berjamaah karena pekerjaan saya di atas kapal ikan. Boleh apa tidak? Saya ingin selalu menjalankan shalat jumat agar saya tidak jadi orang yang kafir.

(Ditanyakan oleh Sahabat BIAS via Instagram Bimbingan Islam)


Jawaban:

Wa alaikumussalaam warahmatullah.

Shalat jumat harus dilaksanakan secara berjamaah, tidak bisa dilakukan sendiri.

Shalat jumat harus ada rangkaian antara khutbah dan shalatnya, oleh karenanya tidak bisa seorang shalat jumat sendiri.

Baca Juga :  3 Catatan Penting Tentang Merapatkan Shaf

Jumlah minimal jamaah shalat jumat ulama berbeda pendapat, ada yang mempersyaratkan minimal 3 orang, ada yang mengatakan minimal 12 orang, ada yang mengatakan minimal 40 orang, yang pasti tidak bisa untuk shalat jumat sendiri.

Jika Anda sedang dalam pelayaran di tengah laut, berarti status anda adalah seorang musafir, tidak sedang berada di pemukiman, seorang musafir tidak wajib melakukan shalat jumat. Bagi Anda karena musafir, yang anda kerjakan adalah shalat dhuhur, dan boleh bagi Anda untuk mengqasharnya (menjadi 2 rakaat) dan juga boleh untuk menjamak shalat dhuhur dengan shalat ashar.

Wallahu a’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله
Kamis , 4 Jumadil Akhir 1443 H/ Januari 2022 M


Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله
Beliau adalah Alumnus S1 Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta dan S2 Hukum Islam di Universitas Muhammadiyah Surakarta
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله klik disini

Baca Juga :  Cara Mensucikan Bekas Daging Babi

Ustadz Setiawan Tugiyono, B.A., M.HI

Beliau adalah Alumni D2 Mahad Aly bin Abi Thalib Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Bahasa Arab 2010 - 2012 , S1 LIPIA Jakarta Syariah 2012 - 2017, S2 Universitas Muhammadiyah Surakarta Hukum Islam 2018 - 2020 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah, Dauroh Masyayikh Ummul Quro Mekkah di PP Riyadush-shalihin Banten, Daurah Syaikh Ali Hasan Al-Halaby, Syaikh Musa Alu Nasr, Syaikh Ziyad, Dauroh-dauroh lain dengan beberapa masyayikh yaman dll | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Belajar bersama dengan kawan-kawan di kampuz jalanan Bantul

Related Articles

Back to top button