BOLEHKAH BERDANDAN & MELUKIS ALIS TANPA MENCUKUR BULUNYA SAAT HENDAK KELUAR RUMAH?

Pertanyaan

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Apakah boleh untuk berdandan saat keluar rumah (seperti memakai lipstik, bedak dll) tapi saat keluar memakai cadar?
Apakah ada larangan melukis alis tanpa mencukur bulunya?

( Lia di Sleman, Sahabat BiAS T04 G-67)

Jawaban

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّه

Berdandan bagi wanita adalah hal yang sesuai dengan fithrahnya. Dan tidaklah islam mengatur kecuali untuk kebaikan bagi dirinya atau keluarganya.
Wanita boleh dan bahkan disunnahkan untuk berdandan, didepan suaminya.

Adapun ketika keluar rumah, boleh berdandan *jika* untuk sesama wanita. Tidak untuk Ajnabi.

Syaikh BinBaz rahimahullah ketika ditanya tentang hukum wanita yang memakai eye shadow saat keluar rumah, beliau menjawab;

“Dibolehkan bagi wanita berhias dengan memakai eye shadow di kedua matanya jika berada di antara wanita, dan di depan suaminya atau di hadapan para mahram. Adapun di depan lelaki yang bukan mahram, tidak boleh menampakkan wajahnya atau kedua matanya dalam keadaan bercelak. Hal itu berdasarkan firman Allah:

وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ذَلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ

“Apabila kamu meminta suatu hajat kepada mereka (para wanita), maka mintalah dari belakang hijab. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka” (QS. Al Ahzab: 53).

Tidak mengapa wanita menggunakan burqa yang menampakkan kedua mata atau salah satunya, namun tidak boleh dalam keadaan bercelak di hadapan lelaki ajnabi.

Yang dimaksud dengan ajnabi adalah para lelaki yang bukan mahram bagi si wanita, seperti adik ipar, paman suami, anak paman, anak bibi, atau yang lainnya, baik muslim maupun kafir.

(Sumber: http://www.binbaz.org.sa/mat/2211)

Adapun melukis alis *jika* tanpa mencukur bulunya, Wallahu A’lam, Insya Allah tidak mengapa.
Karena larangan bagi wanita adalah mencukurnya,

لَعَنَ اللَّهُ الوَاشِمَاتِ وَالمُوتَشِمَاتِ، وَالمُتَنَمِّصَاتِ وَالمُتَفَلِّجَاتِ، لِلْحُسْنِ المُغَيِّرَاتِ خَلْقَ اللَّهِ

“Allah melaknat tukang tato, orang yang ditato, al-mutanamishah, dan orang yang merenggangkan gigi, untuk kecantikan, yang mengubah ciptaan Allah.”
(HR. Bukhari 4886, Muslim 2125).

Menurut Imam An-Nawawi rahimahulah makna Al-Mutanamishah adalah para wanita yang minta dicukur bulu di wajahnya (alis). Sedangkan wanita yang menjadi tukang cukurnya namanya An-Namishah. (Syarh Muslim An-Nawawi, 14/106).

Tetapi, hukum melukis alis sama seperti ketika berdandan, sehingga hanya dibolehkan didepan suami dan sesama wanita. Karena meskipun memakai cadar akan tetap terlihat.

Wallahu A’lam
Wabillahit Taufiq

Dijawab dengan ringkas oleh :

Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله

Jum’at, 3 Rabi’ul awwal 1438 H / 2 Desember 2016 M

CATEGORIES
Share This

COMMENTS