Berbohong Kepada Orang Yang Ingin Berhutang

Berbohong Kepada Orang Yang Ingin Berhutang

Pertanyaan :

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ustadzah, saya mau tanya, bolehkah kita berbohong,kepada orang yang ingin berhutang kepada kita, dengan berkata tidak ada / tidak punya, padahal punya, karena orang tersebut sering hutang tapi susah / lama bayarnya. Trimakasih

جَزَاك اللهُ خَيْرًا

(Dari Mar di Indonesia Anggota Grup WA Bimbingan Islam T06 G-01)

Jawaban :

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Tidak boleh berbohong agar terlepas dari permintaan berhutang orang lain. Hendaknya ia menolak dengan baik jika tidak mampu meminjamkan hutang kepadanya. Karena hukum asal berbohong adalah haram kecuali dalam beberapa perkara yang dijelaskan oleh Rasulullah:

 لَيْسَ الْكَذَّابُ الَّذِى يُصْلِحُ بَيْنَ النَّاسِ وَيَقُولُ خَيْرًا وَيَنْمِى خَيْرًا. قَالَ ابْنُ شِهَابٍ وَلَمْ أَسْمَعْ يُرَخَّصُ فِى شَىْءٍ مِمَّا يَقُولُ النَّاسُ كَذِبٌ إِلاَّ فِى ثَلاَثٍ الْحَرْبُ وَالإِصْلاَحُ بَيْنَ النَّاسِ وَحَدِيثُ الرَّجُلِ امْرَأَتَهُ وَحَدِيثُ الْمَرْأَةِ زَوْجَهَا.

“Tidak disebut pembohong jika bertujuan untuk mendamaikan dia antara pihak yang berselisih di mana ia berkata yang baik atau menyampaikan yang baik (demi mendamaikan pihak yang berselisih).” Ibnu Syihab berkata, “Aku tidaklah mendengar sesuatu yang diberi keringanan untuk berdusta di dalamnya kecuali pada tiga perkara, “Peperangan, mendamaikan yang berselisih, dan perkataan suami pada istri atau istri pada suami (dengan tujuan untuk membawa kebaikan rumah tangga).” (HR. Bukhari no. 2692 dan Muslim no. 2605).

Hendaknya kita bersemangat untuk saling menasehati, karena agama ini menganjurkan kita untuk saling menasehati. Seorang yang tidak amanah dalam berhutang hendaknya mendapatkan nasehat dari saudaranya, agar kembali ke jalan yang baik dan mendapatkan ridhoi Allah.

Konsultasi Bimbingan Islam

Ustadz Muhammad Romelan, Lc.

CATEGORIES
Share This

COMMENTS